Selasa, 13 Oktober 2026
09:54 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM

Bahasa Ambon

bagian dari rumpun bahasa Austronesia

Bagikan:
Artikel ini berisi tentang bahasa tanah yang berasal dari Ambon. Untuk bahasa kreol berbasis Melayu, lihat Bahasa Melayu Ambon.
Bahasa Ambon
BPS: 0652 5
sou Ambon
Bahasa Asilulu
Dituturkan diIndonesia
Wilayah
EtnisAmbon
Hitu
Penutur
8.760 (SIL, 1987)
Lihat sumber templat}}
20px-Info_Simple.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnailBeberapa pesan mungkin terpotong pada perangkat mobile, apabila hal tersebut terjadi, silakan kunjungi halaman iniKlasifikasi bahasa ini dimunculkan secara otomatis dalam rangka penyeragaman padanan, beberapa parameter telah ditanggalkan dan digantikam oleh templat.
Tampilkan klasifikasi manual
Dialek
Lihat #Dialek
Latin
Kode bahasa
ISO 639-3asl
Glottologasil1242
IETFasl
BPS (2010)0652 5
Informasi penggunaan templat
Status pemertahanan
10
9
8
7
6
5
4
3
2
1
0
EGIDS SIL Ethnologue: C6b ThreatenedBahasa Ambon dikategorikan sebagai C6b Threatened menurut SIL Ethnologue, artinya bahasa ini mulai terancam dan mengalami penurunan jumlah penutur dari waktu ke waktu
Referensi: [1]
20px-Globe_of_letters.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Portal Bahasa
L •B •PW   
Sunting kotak info  Lihat butir Wikidata  Info templat
Cari artikel bahasa
Cari artikel bahasa
 
Cari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)
 
Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
Artikel bahasa sembarang
Halaman bahasa acak

Bahasa Ambon (sou Ambon), atau yang secara resmi juga dikenal sebagai bahasa Asilulu,[2] adalah salah satu bahasa daerah di Maluku, Indonesia. Bahasa ini dituturkan di barat laut pulau Ambon, khususnya di Negeri Asilulu, Ureng, dan Negeri Lima; serta beberapa negeri di Semenanjung Huamual dan pantai selatan Seram Bagian Barat.

Penamaan

Istilah bahasa Asilulu berasal dari nama Asilulu, sebuah negeri di Jazirah Leihitu, Pulau Ambon. Dari masa ke masa, berbagai upaya penerjemahan bahasa tanah Ambon telah menghasilkan kamus-kamus yang merujuk pada bahasa tanah dengan nama negeri itu sendiri karena pembuatan kamus-kamus tersebut didasarkan pada dialek negeri tersebut. Oleh karena itu, muncul berbagai istilah seperti bahasa Hitu, bahasa Larike, dan tentunya, bahasa Asilulu. Hal ini berarti bahwa sejatinya, istilah bahasa Asilulu merujuk pada dialek bahasa Ambon yang dituturkan di Negeri Asilulu. Keragaman istilah ini dimanfaatkan untuk memberikan istilah resmi pada bahasa tanah Ambon yang dapat mengurangi kerancuannya dengan bahasa Melayu Ambon, sebuah dialek yang dituturkan lebih luas oleh masyarakat Ambon dan Maluku kini. Hal ini dapat dilihat dalam Peta Bahasa Kemdikbud yang menandai seluruh Pulau Ambon dan Kepulauan Lease dalam satu warna, yakni warna bahasa Asilulu.[butuh rujukan]

Sejarah

Kosakata dialek Asilulu dan Hitu pertama kali diterbitkan oleh van Hoëvell pada 1877. Hingga akhir abad ke-20, dialek-dialek asli Jazirah Leitimur, seperti Hative, dan pesisir selatan Jazirah Leihitu telah punah.[3] Hingga tahun 1970-an, Allang menjadi satu-satunya negeri Kristen dengan penutur bahasa Ambon, meskipun hanya dituturkan oleh generasi tua dan dituturkan secara terbatas oleh generasi yang lebih muda.[4] Kini, dialek yang tersisa di Pulau Ambon hanyalah dialek Asilulu, Hitu, Tulehu, Kaitetu, dan Laha.[2]

Dialek Saparua dan dialek Nusalaut memiliki kekerabatan yang sangat erat. Hingga tahun 1970-an, bahasa Ambon dialek Saparua hanya tersisa di sebagian negeri-negeri Islam Saparua, seperti Iha, Kulur dan Sirisori Islam, sehingga dialek Saparua kini lebih dikenal sebagai dialek Sirisori. Sementara itu, pada kurun waktu yang sama, dialek Nusalaut hanya tersisa di Titawaai, sehingga kini dialek Nusalaut lebih dikenal sebagai dialek Tanah Titawaai.[2][5]

Dialek

Bahasa Ambon setidaknya terdiri dari 15 dialek dengan perbedaan antar dialeknya berkisar antara 52% sampai 77% berdasarkan penghitungan dialektometri. Kelima belas dialek tersebut adalah sebagai berikut:

  • Ambon
    Diurutkan berdasarkan lokasi
    • Kabupaten Maluku Tengah
      •  Hatuhaha dituturkan di:
        • Pelauw, Kecamatan Pulau Haruku
        • Kailolo, Kecamatan Pulau Haruku
        • Kabauw, Kecamatan Pulau Haruku
        • Rohomoni, Kecamatan Pulau Haruku
        • Hulaliu, Kecamatan Pulau Haruku
      •  Sirisori dituturkan di:
        • Sirisori, Kecamatan Saparua Timur
      •  Tanah Titawai dituturkan di
        • Titawaai, Kecamatan Nusa Laut
      •  Asilulu-Leihitu dituturkan di:
        • Larike, Kecamatan Leihitu Barat
        • Asilulu, Kecamatan Leihitu
        • Negeri Lima, Kecamatan Leihitu
      •   Hitu dituturkan di:
        • Hitulama, Kecamatan Leihitu
        • Mamala, Kecamatan Leihitu
        • Morella, Kecamatan Leihitu
        • Wakal, Kecamatan Leihitu
        • Hila, Kecamatan Leihitu
      •  Tulehu dituturkan di:
        • Tulehu, Kecamatan Salahutu
        • Tial, Kecamatan Salahutu
        • Tengah-Tengah, Kecamatan Salahutu
        • Liang, Kecamatan Salahutu
      •  Amahai dituturkan di:
        • Amahai, Kecamatan Amahai
        • Rutah, Kecamatan Amahai
      • Sepa dituturkan di:
        • Sepa, Kecamatan Amahai
      • Tamilow dituturkan di:
        • Tamilouw, Kecamatan Amahai
      • Tehoru dituturkan di:
        • Tehoru, Kecamatan Tehoru
      •  Huaulu dituturkan di:
        • Huaulu, Kecamatan Seram Utara
      • Koa (Manusela) dituturkan di:
        • Air Besar, Kecamatan Seram Utara
      •  Kaitetu dituturkan di:
        • Kaitetu, Kecamatan Leihitu
        • Seith, Kecamatan Leihitu
    • Kota Ambon
      •  Laha dituturkan di:
        • Laha, Kecamatan Teluk Ambon
    • Kabupaten Seram Bagian Barat
      • Elpaputih dituturkan di:
        • Elpaputih, Kecamatan Elpaputih

Rujukan

  1. ↑ "Bahasa Ambon". www.ethnologue.com (dalam bahasa Inggris). SIL Ethnologue.
  2. 1 2 3 Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. "Bahasa Asilulu". Bahasa dan Peta Bahasa di Indonesia. Diakses tanggal 11 Juni 2024.
  3. ↑ Collins 2018, hlm. 46–47. sfn error: tanpa target: CITEREFCollins2018 (bantuan)
  4. ↑ Collins 2018, hlm. 48–49. sfn error: tanpa target: CITEREFCollins2018 (bantuan)
  5. ↑ Collins 2018, hlm. 52–53. sfn error: tanpa target: CITEREFCollins2018 (bantuan)

Pranala luar

Aceh-Cam
Gayo-Batak
Sumatra Barat Laut
Melayu
Minangkabau
Melayu Barisan Selatan
Musi
Lampung
Lain-lain

1 Kreol • 2 Bahasa isyarat • 3 Bahasa isolat • 4 Bahasa Pidgin • 5 Tidak diklasifikasikan
a juga dituturkan di Malaysia dan/ Brunei Darussalam. • b juga dituturkan di Timor Leste, Papua Nugini dan/ negara-negara Oseania lainnya. Italik: Bahasa punah atau bahasa mati. *Catatan: Kalimantan dan Papua di sini hanya yang termasuk dalam teritori Indonesia.

Lihat pula: Daftar bahasa di Indonesia menurut BPS 2010
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan