Selasa, 20 Oktober 2026
20:38 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari
Dewa (Buddhisme)

Dewa (Buddhisme)

Makhluk hidup yang lahir di alam surga, di dalamnya termasuk alm brahma dalam Buddhisme

Bagikan:
Untuk makhluk brahma dalam agama Buddha, lihat Brahma (Buddhisme). Untuk dewa secara umum, lihat Dewa. Untuk kegunaan lain, lihat Dewa (disambiguasi).
500px-Alam_Kehidupan.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Loka atau alam kehidupan menurut Buddhisme
Bagian dari seri tentang
Buddhisme
120px-Dharma_Wheel_%282%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Keyakinan
Tiga corak
Gugusan
Faktor mental
Meditasi
Bakti
Praktik lainnya

Dewa atau dewata (Pāli dan Sanskerta: deva atau devatā), dalam Buddhisme, adalah sebutan untuk makhluk-makhluk yang menempati loka surga (saggaloka), juga disebut sebagai loka dewa (devaloka), yang di dalamnya termasuk loka brahma (brahmaloka). Dewa yang menempati loka brahma berkedudukan lebih tinggi dan secara spesifik disebut sebagai brahma.

Berbeda dari agama Hindu, Buddhisme tidak menganggap dewa sebagai Tuhan atau makhluk yang kekal dan bebas dari penderitaan. Meskipun para dewa mungkin memiliki kesaktian tertentu dan berumur panjang, mereka tidak Maha Kuasa dan tidak Maha Sempurna. Para dewa, layaknya manusia, juga merupakan makhluk yang sedang dalam usaha mencari kesempurnaan hidup. Bahkan, Sang Buddha sering disebut sebagai guru para dewa.[1] Seorang manusia, dengan kebajikan, juga mungkin terlahir kembali ke loka surga tempat hidupnya para dewa.

Sementara itu, Buddhisme awal secara moral tidak mengecam pemberian persembahan secara damai kepada dewa-dewi. Sepanjang sejarah Buddhisme, pemujaan dewa-dewi, sering kali berasal dari keyakinan pra-Buddhis dan animis, kemudian disesuaikan menjadi praktik dan kepercayaan Buddhis. Sebagai bagian dari proses itu, dewa-dewi tersebut dinyatakan sebagai bawahan dari Tiga Permata.[2]

Kedudukan

Umat Buddha menerima keberadaan makhluk hidup di alam yang lebih tinggi, yang dikenal sebagai dewa. Akan tetapi, mereka tetap tunduk pada kematian dan belum tentu lebih bijaksana daripada makhluk lainnya. Mereka bukan Tuhan Yang Maha Kuasa dan tidak Maha Sempurna. Para dewa, layaknya manusia, juga merupakan makhluk yang sedang dalam usaha mencari kesempurnaan hidup. Bahkan, Buddha sering disebut sebagai guru para dewa.[note 1]

Loka

Artikel utama: Loka (Buddhisme)

Para dewa tinggal di loka atau alam yang bernama loka surga atau loka dewa. Loka surga mencakup loka brahma dan enam alam selain loka manusia pada kategorisasi loka kebahagiaan indrawi (kāmasugatibhūmi).

Loka brahma

Dewa-dewa dengan kedudukan yang lebih tinggi menetap di loka surga yang disebut loka brahma. Loka brahma terdiri atas:

  • loka brahma-materi-halus (rūpāvacarabhūmi), dan
  • loka brahma-nonmateri (arūpavacarabhūmi).

Loka ini merupakan surga tertinggi di sistem kosmologi Buddhis, berkedudukan di atas loka kebahagiaan indrawi (kāmasugatibhūmi), dan berjumlah 20 loka:[3]

  • 4 loka brahma-nonmateri (arūpavacarabhūmi):
  • ākāsānañcāyatana
  • viññāṇānañcāyatana
  • ākiṁcanyāyatana
  • nevasaññānāsaññāyatana
  • 16 loka brahma-materi-halus (rūpāvacarabhūmi):
    • 1 loka makhluk-tanpa-batin (asaññasattā)
    • 1 loka buah-besar (vehapphalā)
    • 5 loka kediaman-murni (suddhāvāsā)
      1. aviha
      2. atappa
      3. sudassa
      4. sudassī
      5. akaniṭṭha
    • 9 loka brahma-biasa:
    1. brahmapārisajja
    2. brahmapurohita
    3. mahābrahmā
    4. parittābha
    5. appamāṇābha
    6. ābhassara
    7. parittasubha
    8. appamāṇasubha
    9. subhakiṇha

Loka materi-halus (rūpāvacarabhūmi) disebut demikian karena para brahma yang tinggal di loka-loka ini memiliki tubuh yang sangat halus dan bahkan beberapa jenis materi sudah tidak ada di tubuh mereka. Loka nonmateri (arūpavacarabhūmi) berlokasi di atas loka materi-halus (rūpāvacarabhūmi) dan terdiri dari 4 tingkatan. Loka nonmateri disebut demikian karena makhluk yang terlahir di loka ini tidak memiliki tubuh jasmani sama sekali. Eksistensi kehidupan mereka hanyalah berupa fenomena mental atau batin.

Loka kebahagiaan indrawi

Selain itu, loka-loka dalam loka kebahagiaan indrawi (kāmasugatibhūmi) kecuali loka manusia juga termasuk dalam kategori alam surga. Loka dalam kategori ini berjumlah 7 loka:[3]

  • 6 loka surga atau loka dewa (devaloka):
    • 1 loka empat-mahāraja (cātummahārājikā)
    • 1 loka tiga-puluh-tiga-dewa (tāvatiṃsa)
    • 1 loka [dewa] Yāmā (yāmā)
    • 1 loka yang-sangat-menyenangkan (tusita)
    • 1 loka yang-gemar-mencipta (nimmānaratī)
    • 1 loka yang-mengendalikan-ciptaan-dewa-lain (paranimmitavasavatti)
  • 1 loka manusia (manussaloka)

Loka-loka tersebut dinamakan “loka kebahagiaan indrawi” karena para makhluk yang terlahir di loka-loka tersebut merasakan kebahagiaan dengan bersandar pada pancaindra mereka.

Catatan

  1. ↑ Nasiman dan Nurwito (2017): "Dengan memahami bahwa semua hal yang terjadi di dunia ini semata-mata hasil dari proses hukum kosmis, kita diharapkan dapat meninggalkan konsep yang salah tentang penciptaan bahwa dunia ini diciptakan oleh sosok pencipta yang disebut brahma, Tuhan, atau apa pun sebutannya."

Referensi

  1. ↑ Nasiman dan Nurwito. 2017 (III). Pendidikan Agama Budha dan Budi Pekerti untuk SMA Kelas X. hlm. 175-176. ISBN 978-602-427-074-2.
  2. ↑ Buswell, Robert E., ed. (2004). Encyclopedia of Buddhism. New York: Macmillan Reference, USA. hlm. 467. ISBN 978-0-02-865718-9.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. 1 2 Kheminda, Ashin (2020-02-01). KAMMA: Pusaran Kelahiran & Kematian Tanpa Awal. Yayasan Dhammavihari. ISBN 978-623-94011-0-8.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan