Selasa, 29 September 2026
02:55 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto
Paus Zosimus

Paus Zosimus

Paus Gereja Katolik dari tahun 417 hingga 418

Santo Paus

Zosimus
Zosimus.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Awal masa jabatan
18 Maret 417
Masa jabatan berakhir
26 Desember 418
PendahuluInosensius I
PenerusBonifasius I
Informasi pribadi
Nama lahirZosimus
LahirTidak Diketahui
Mesoraca, Calabria
Meninggal26 Desember 418
Tidak Diketahui
Orang kudus
Hari peringatan27 Desember

Paus Zosimus adalah Paus Gereja Katolik Roma yang menjabat dari tanggal 18 Maret 417 hingga wafatnya pada 26 Desember 418. Zosimus dilahirkan di sebuah keluarga Yunani di Mesoraka, dekat kota Calsidon, sekitar akhir abad ke-4. Ayahnya bernama Abramius, seorang pria yang dikenal karena kesalehannya. Masa kecil Zosimus dihiasi dengan didikan yang mendalam dalam ajaran Kristen dan tradisi apostolik yang suci.

Keluarga

Zosimus adalah orang Yunani dengan Ayahnya bernama Abramius, berdasarkan Liber Pontificalis. Meski sejarawan Adolf von Harnack sempat mengungkapkan bahwa Zosimus memiliki darah Yahudi, pernyataan tersebut dibantah oleh Louis Duchesne kemudian. [1]

Pengangkatan Menjadi Paus

Setelah wafatnya Paus Inosensius I pada tahun 417, Zosimus terpilih menjadi Paus oleh para imam dan uskup di Roma. Pemilihannya dianggap sebagai keputusan yang bijaksana karena Zosimus dikenal sebagai seorang tokoh yang penuh hikmat dan keadilan. Ia menerima takhta suci pada masa ketika Gereja sedang menghadapi tantangan teologis dan administratif yang besar, terutama terkait perselisihan mengenai ajaran Pelagianisme.

Kepemimpinan dan Ajaran

Zosimus dikenal sebagai seorang Paus yang gigih dalam menjaga kemurnian doktrin Gereja. Pada masa kepemimpinannya, ia menghadapi kontroversi Pelagianisme, sebuah ajaran yang dipimpin oleh Pelagius, yang menyatakan bahwa manusia dapat mencapai keselamatan melalui kehendak bebasnya tanpa memerlukan kasih karunia Allah.

Pada awalnya, Zosimus bersikap lunak terhadap para pengikut Pelagius. Namun, setelah menerima laporan dari para uskup Afrika, termasuk Santo Agustinus dari Hippo, ia menyadari bahaya ajaran tersebut. Dalam surat apostoliknya, Tractoria, Zosimus dengan tegas mengecam Pelagianisme dan menyerukan kepada seluruh uskup untuk menolak ajaran tersebut.

Hubungan dengan Gereja-Gereja Lain

Paus Zosimus juga memainkan peran penting dalam memperkuat otoritas Paus di Roma sebagai pemimpin tertinggi Gereja. Ia terlibat dalam berbagai perselisihan di Galia (Prancis modern) terkait dengan penunjukan uskup. Zosimus mendukung uskup Patroclus dari Arles dan menegaskan bahwa takhta Arles memiliki otoritas atas wilayah-wilayah tertentu. Keputusannya ini memperkuat peran Roma dalam urusan gerejawi di Barat.

Kesalehan dan Warisan

Zosimus dikenal sebagai seorang pria yang memiliki kehidupan doa yang mendalam. Ia sering terlihat berdoa di Basilika Santo Petrus, memohon hikmat dan kekuatan dari Allah untuk menghadapi berbagai tantangan Gereja. Ia juga dikenal karena kemurahan hatinya terhadap orang miskin dan penganiayaannya terhadap bidat yang dianggap merusak kesatuan Gereja.

Paus Zosimus wafat pada 26 Desember 418 dan dimakamkan di Pemakaman Santo Laurensius di Via Tiburtina. Meskipun masa kepausannya relatif singkat, ia dikenang sebagai seorang gembala yang setia dalam mempertahankan iman dan tradisi apostolik.

Referensi

  1. Kelly, J. N. D. (1986). The Oxford Dictionary of Popes. Oxford University Press.
  2. Chapman, John. "Pope St. Zosimus". Catholic Encyclopedia. New York: Robert Appleton Company, 1912.
  3. Hefele, Karl Joseph. A History of the Councils of the Church. Edinburgh: T&T Clark, 1896.
  4. Duchesne, Louis. 1910. Histoire ancienne de l'eglise, Tome III, deuxieme edition hal. 228. Paris: Fontemoing.
Didahului oleh:
Inosensius I
Paus
417 - 418
Diteruskan oleh:
Bonifasius I
Abad ke-1
s.d. ke-4
Abad ke-5
s.d. ke-8
Abad ke-9
s.d. ke-12
Abad ke-13
s.d. ke-16
Abad ke-17
s.d. ke-20
Abad ke-21
Sejarah
Zaman Klasik dan
Abad Pertengahan Awal
Abad Pertengahan
Puncak dan Akhir
Zaman Modern
Awal dan Puncak
Ikon rintisan

Artikel bertopik Paus dalam Gereja Katolik Roma ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  1. ↑ Duchesne, L. (Louis) (1907). Histoire ancienne de l'église. PIMS - University of Toronto. Paris : A. Fontemoing.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan