Selasa, 22 September 2026
05:37 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya

Bahasa Pecok

bagian dari rumpun bahasa Kreol

Bahasa Pecok
BPS: 0083 0
Kreol Peco', Petjo, Petjoh
Dituturkan diIndonesia, Belanda
Penutur
"beberapa" (2007)[1]
Tampilkan klasifikasi manual
Kode bahasa
ISO 639-3pey
Glottologpetj1238
IETFpey
ELPPetjo
BPS (2010)0083 0
Informasi penggunaan templat
Status pemertahanan
10
9
8
7
6
5
4
3
2
1
0
EGIDS SIL Ethnologue: C8b Nearly ExtinctBahasa Pecok dikategorikan sebagai C8b Nearly Extinct menurut SIL Ethnologue, artinya bahasa ini dikatakan sudah hampir punah
Referensi: [2]
20px-Globe_of_letters.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Portal Bahasa
L B PW   
Sunting kotak info  Lihat butir Wikidata  Info templat
Tentang artikel
Pemberitahuan
Templat ini mendeteksi bahwa artikel bahasa ini masih belum dinilai kualitasnya oleh ProyekWiki Bahasa dan ProyekWiki terkait dengan subjek.
Perhatian: untuk penilai, halaman pembicaraan artikel ini telah diisi sehingga penilaian akan berkonflik dengan isi sebelumnya. Harap salin kode dibawah ini sebelum menilai.

{{PW Bahasa|importance=|class=}}

Terjadi [[false positive]]? Silakan laporkan kesalahan ini.

01.04, Senin, 21 September, 2026 (UTC)  Sebanyak 1.634 artikel belum dinilai
Artikel ini belum dinilai oleh ProyekWiki Bahasa
Cari artikel bahasa
Cari artikel bahasa
 
Cari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)
 
Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
Artikel bahasa sembarang
Halaman bahasa acak

Bahasa Pecok (juga dieja sebagai Petjo atau Petjoh) merupakan sejenis bahasa kreol yang digunakan oleh kalangan Eropa-Indonesia (terutama kelompok Indo). Bahasa ini banyak dituturkan pada masa abad ke-19 dan paruh pertama abad ke-20 di Hindia Belanda, dan kemudian berangsur-angsur melemah penggunaannya hingga akhir abad ke-20.

Di Indonesia, penuturnya kebanyakan tinggal di Jawa pada masa lampau, yang mana bahasa Pecok versi Indonesia telah banyak memperoleh pengaruh dari bahasa Jawa dan bahasa Betawi.

Bahasa Pecok masih dituturkan oleh sekelompok generasi lanjut kalangan Eropa-Indonesia di Belanda. Di Indonesia praktis sudah tidak dituturkan lagi, tetapi orang kadang-kadang masih dapat mendengarnya dalam drama-drama mengenang revolusi kemerdekaan sebagai bahasa yang diucapkan oleh para serdadu Belanda.

Etimologi

Istilah Pecok sendiri sebenarnya berasal dari bahasa Jawa ‘pecuk’ sejenis burung air yang hitam dan kecil. Menurut kepercayaan orang Jawa, burung Pecuk dianggap sebagai burung yang membawa malapetaka karena bunyi burung tersebut mengandung firasat akan adanya orang yang meninggal.[3]

Kata ini digunakan oleh orang Eropa mengacu kepada pemakainya, yaitu orang-orang Eropa-Indo untuk merendahkan atau menghina mereka. ‘Je bent een petjoh’: je bent niks (bukan apa-apa), je stelt niet voor (tidak penting); ‘hé petjoh’: hé vlegel (anak nakal), nietsnut (orang luntang-lantung). Pada zaman kolonial istilah ini juga digunakan di kalangan rakyat Indonesia untuk menyebut orang Indo yang berasal dari kelas rendah – Landa Pecuk ‘Indo Jelata’ – dalam masyarakat. Pada akhirnya, bahasa yang dituturkan oleh orang Indo mendapatkan status petjoh.[4]

Fonologi

Sistem bunyi bahasa Pecok didasarkan pada sistem bunyi bahasa Melayu. Hal ini berarti bahwa baik kata dalam bahasa Melayu maupun dalam bahasa Belanda urutan bunyinya dalam suku kata dipanjangkan, konsonan dan vokal kemungkinan besar saling menyelingi (CVCV); beberapa konsonan yang saling mengikuti di belakang (gugus konsonan) kemungkinan besar dihindarkan. Berikut ini akan diberikan contoh ‘e’ yang dituturkan tidak bertekanan (insersi schwa) atau konsonan dihilangkan.[5]

Bahasa Indonesia Bahasa Pecok Bahasa Belanda
markas obiro hoofdbureau
menangkap asseret arresteren
sirop seterop stroop

Konsonan

Pergeseran konsonan

Aspek-aspek suprasegmental – tekanan kata dan intonasi – dalam bahasa Pecok pun sangat mirip dengan bahasa Melayu; bahasa Pecok memiliki zinsmelodie (irama kalimat) yang mencolok dibandingkan dengan bahasa Belanda. Selain itu, bahasa Pecok juga mempunyai pelafalan konsonan yang berbeda dengan bahasa Belanda. Di bawah ini merupakan pergeseran pelafalan konsonan bersuara menjadi tak bersuara dalam bahasa Pecok.[6]

Bahasa Belanda Bahasa Pecok Contoh kata
z s zeg [seg] (mengatakan); zwart [swart] (hitam)
v f vreemd [freem] (asing); over [ofer] (tentang)
v/f p verlop [perlop] (kedaluwarsa)
h ch huis [chuis] (rumah); hem [chem] (dia)
g/ch h tegen [tehen] (melawan); vergeten [verheten] (melupakan)
j ie-j ja [ijo] (y)

Kombinasi konsonan

Untuk pelafalan vokal dalam bahasa Pecok, semua vokal dilafalkan menjadi nasal. Bunyi panjang dan tertutup dilafalkan terbuka atau lebar. Bunyi panjang sering dilafalkan terlalu pendek dan bunyi pendek dibuat panjang, atau penutur bahasa ini mengubah bunyinya:[5]

Bahasa Belanda Bahasa Pecok Contoh kata
schr sr schrik [srik] (ketakutan)
nk ng denk [deng] (memikirkan)
e (schwa) - luisteren [leist’ren] (mendengarkan)
- e (schwa) straks [sêtêraks] (segera)
- d/t er in [d’rin] (di dalam); is er [ister] (di sana)
t - vent [fen] (pria); hond [chon] (anjing)

Vokal

Untuk pelafalan vokal dalam bahasa Pecok, semua vokal dilafalkan menjadi nasal. Bunyi panjang dan tertutup dilafalkan terbuka atau lebar. Bunyi panjang sering dilafalkan terlalu pendek dan bunyi pendek dibuat panjang, atau penutur bahasa ini mengubah bunyinya:[6]

Bahasa Belanda Bahasa Pecok Contoh kata
a aa man [maan] (pria)
oo o dood [dhó] (mati)
uu ie natuurlijk [natierlijk] (alami)
u i stuk [stik] (bagian)
e aa geweldig [haaweldih] (luar biasa)

Contoh kalimat

Bahasa Indonesia Bahasa Pecok Bahasa Belanda
Dari mana rokoknya, Ntiet? Fanwaar rokok-nja, Ntiet? Waar heb je die sigaretten vandaan, Ntiet?[7]
Kamu mau pergi ke mana, Koos? Jij haat naarwaar Koos? Waar ga je naar toe Koos?[8]
Pakaian yang dicuci oleh wanita itu Kleren njang di-wassen door die frouw De kleren die door die vrouw worden gewassen[7]
Lihat premnya? Je siet proempie-nja? Zie je die pruim (pruimtabak)?
Air, yang mengalir perlahan De water, njang stromen sachjes Het water, dat zachtjes stroomt

Fragmen dari Petjoh van Batavia

Dialog dari Tjalie Robinson, Ik en Bentiet.[7]

Aku berkata: "Als so, alleen djoeloeng-djoeloeng jij fang!"

Dia berkata: "Itoe diejè!"

Aku berkata: "Njang klein-klein fóór wat?"

Dia berkata: "Foor kwamaroem".

Aku berkata: "Foor wat?"

Dia berkata: Foor waramoeki".

Aku berkata: So-euven jij seh anders".

Dia berkata: "Ha-a. Muuleke woort dese. Laat maar dese woort, alsmaar ding-nja hoet".

Aku berkata: "Wat foor ding, dese ding. Lekker?"

Dia berkata: "Masa lekker. Als jij denken freten door maar-door jij".

Rujukan

  1. Pecok di Ethnologue (ed. ke-18, 2015)
  2. "Bahasa Pecok". www.ethnologue.com (dalam bahasa Inggris). SIL Ethnologue.
  3. Groeneboer, Kees (1993). Weg tot het Westen. Het Nederlands voor Indie 1600-1950. Een taalpolitieke geschiedenis. Leiden: KITLV. hlm. 142–143.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. Loen, Fred S. (1994). Petjoh Indisch Woordenboek. Rotterdam: Insulinde. ISBN 9789080219816.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. 1 2 Paasman, Bert (1994). Tjalie Robinson, de stem van Indisch Nederlands. Den Haag: Stichting Tong-Tong. hlm. 26.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. 1 2 Cress, Richard (1998). Petjoh woorden en wetenswaardigheden uit het Indische verleden. Amsterdam: Prometheus. hlm. 26–27. ISBN 9789053336076.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  7. 1 2 3 Robinson, Tjalie (1975). Ik en Bentiet. Moesson. ISBN 9070301369.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  8. Robinson, Tjalie (1955). Piekerans van een straatslijper II. Bandung: Masa Baru.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Bahasa Belanda di seluruh dunia
250px-Map_of_the_Dutch_World.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bahasa Belanda
di seluruh dunia
Bahasa Belanda

Bahasa Kreol Belanda:

Petjoh, Javindo, Negerhollands, Bahasa Belanda-Berbices, (Bahasa Afrikaans)
Aceh-Cam
Gayo-Batak
Sumatra Barat Laut
Melayu
Minangkabau
Melayu Barisan Selatan
Musi
Lampung
Lain-lain

1 Kreol 2 Bahasa isyarat 3 Bahasa isolat 4 Bahasa Pidgin 5 Tidak diklasifikasikan
a juga dituturkan di Malaysia dan/ Brunei Darussalam. • b juga dituturkan di Timor Leste, Papua Nugini dan/ negara-negara Oseania lainnya. Italik: Bahasa punah atau bahasa mati. *Catatan: Kalimantan dan Papua di sini hanya yang termasuk dalam teritori Indonesia.

Lihat pula: Daftar bahasa di Indonesia menurut BPS 2010
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan