Sabtu, 10 Oktober 2026
20:31 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober

Bahasa Melayu Makassar

bagian dari rumpun bahasa Kreol

Bagikan:
Artikel ini bukan mengenai Bahasa Makassar.
Bahasa Melayu Makassar
BPS: 0568 0
Logat Makassar
Bahasa Indonesia Makassar
Dituturkan diIndonesia
WilayahSulawesi Selatan
Sulawesi Barat
Penutur
1,880,950 (2010)[1]
Tampilkan klasifikasi manual
Kode bahasa
ISO 639-3mfp
Glottologmaka1305
IETFmfp
BPS (2010)0568 0
Informasi penggunaan templat
Status pemertahanan
10
9
8
7
6
5
4
3
2
1
0
EGIDS SIL Ethnologue: C9 DormantBahasa Melayu Makassar dikategorikan sebagai C9 Dormant menurut SIL Ethnologue, artinya bahasa ini sudah ditinggalkan mayoritas penuturnya dan hanya dituturkan oleh segelintir orang
Referensi: [2]
20px-Globe_of_letters.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Portal Bahasa
L •B •PW   
Sunting kotak info  Lihat butir Wikidata  Info templat
Tentang artikel
Pemberitahuan
Templat ini mendeteksi bahwa artikel bahasa ini masih belum dinilai kualitasnya oleh ProyekWiki Bahasa dan ProyekWiki terkait dengan subjek.
Perhatian: untuk penilai, halaman pembicaraan artikel ini telah diisi sehingga penilaian akan berkonflik dengan isi sebelumnya. Harap salin kode dibawah ini sebelum menilai.

{{PW Bahasa|importance=|class=}}

Terjadi [[false positive]]? Silakan laporkan kesalahan ini.

03.41, Sabtu, 10 Oktober, 2026 (UTC) • Sebanyak 1.635 artikel belum dinilai
Artikel ini belum dinilai oleh ProyekWiki Bahasa
Cari artikel bahasa
Cari artikel bahasa
 
Cari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)
 
Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
Artikel bahasa sembarang
Halaman bahasa acak

Bahasa Melayu Makassar, disebut sebagai bahasa Indonesia Makassar oleh Ethnologue,[1] adalah bahasa campuran antara bahasa Melayu dan bahasa Makassar yang berfungsi sebagai basantara di wilayah Sulawesi Selatan dan sekitarnya. Bahasa ini terutama digunakan dalam situasi kasual atau informal.

Bahasa Melayu Makassar adalah bahasa campuran antara bahasa Melayu dan Makassar yang mempertahankan leksikon bahasa Melayu, ditambah dengan infleksi dalam bahasa Makassar, serta campuran sintaksis antara bahasa Melayu, Makassar, Mandar, dan Bugis.[3][4]

Distribusi geografis dan penggunaan

Bahasa ini secara meluas digunakan sebagai bahasa kedua di Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan sebagian wilayah Sulawesi Tengah untuk berkomunikasi antara etnis yang berbeda, terutama dari penutur berbahasa Makassar, Bugis, Mandar, dan Toraja-Sa'dan.[1] Namun, seiring dengan berkembangnya zaman, ramai pula generasi muda, terutama yang lahir setelah tahun 1990-an menggunakannya sebagai bahasa ibu. Hal ini karena adanya perkawinan beda etnis, ataupun digunakan bagi orang yang hidup di Kota Makassar dan sekitarnya dengan gaya hidup metropolisnya.[4]

Klasifikasi

Ethnologue menggolongkan bahasa Melayu Makassar sebagai bahasa dengan tingkat 3 (Penggunaan yang meluas) dalam skala EGIDS, yang menunjukkan bahwa bahasa tersebut digunakan dalam pekerjaan dan media massa tanpa status resmi untuk mengatasi perbedaan bahasa di suatu wilayah.[1]

Bunyi

Bunyi dalam bahasa Melayu Makassar serupa dengan bahasa Makassar dan bahasa-bahasa Melayu lainnya.

Bunyi fonem konsonan dalam Bahasa Melayu Makassar
Bibir Bibir-
gigi
Gigi Alveolar Pasca-
Alveolar
Langit-langit Velum Uvula Celah suara
Letup p [p] b [b] t [t] d [d] k [k] g [g] ' [ʔ]
Sengau m [m] n [n] ny [ɲ] ng [ŋ]
Desis f [f] s [s] sy [ʃ, ʂ, sj] kh [x] h [h]
Hampiran c [c]j [ɟ]
Anggaran w [w] y [j]
Getar / Sisi r [r] l [l]

Catatan ortografik:

  • Bunyi /f/, /sy/, /kh/, dan /z/ jarang dibunyikan. Biasa diganti dengan huruf lainnya (/f/ menjadi /p/, /kh/ menjadi /h/, /sy/ dan /z/ menjadi /s/).


Referensi

  1. 1 2 3 4 "Indonesian, Makassar". Ethnologue. Diakses tanggal 2022-01-23.
  2. ↑ "Bahasa Melayu Makassar". www.ethnologue.com (dalam bahasa Inggris). SIL Ethnologue.
  3. ↑ Wurm, Stephen A.; Mühlhäusler, Peter; Darrell T., Tryon, ed. (1996). Atlas of languages of intercultural communication in the Pacific, Asia and the Americas. hlm. 682.
  4. 1 2 "Makassarese Malay". Jakarta Field Station of the Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-03-04. Diakses tanggal 2018-12-19.
Aceh-Cam
Gayo-Batak
Sumatra Barat Laut
Melayu
Minangkabau
Melayu Barisan Selatan
Musi
Lampung
Lain-lain

1 Kreol • 2 Bahasa isyarat • 3 Bahasa isolat • 4 Bahasa Pidgin • 5 Tidak diklasifikasikan
a juga dituturkan di Malaysia dan/ Brunei Darussalam. • b juga dituturkan di Timor Leste, Papua Nugini dan/ negara-negara Oseania lainnya. Italik: Bahasa punah atau bahasa mati. *Catatan: Kalimantan dan Papua di sini hanya yang termasuk dalam teritori Indonesia.

Lihat pula: Daftar bahasa di Indonesia menurut BPS 2010
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan