Sabtu, 17 Oktober 2026
17:50 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Bahasa campuran

bahasa yang terbentuk karena kontak intensif antara dua bahasa atau lebih

Bagikan:

Bahasa campuran, juga disebut sebagai bahasa hibrida, bahasa kontak, atau bahasa fusi, adalah bahasa yang muncul di antara kelompok dwibahasa yang menggabungkan aspek-aspek dari dua bahasa atau lebih tetapi tidak secara jelas berasal dari satu bahasa saja.[1] Bahasa ini berbeda dari bahasa kreol atau bahasa pijin, karena bahasa kreol/pijin muncul ketika penutur banyak bahasa memperoleh bahasa yang sama, bahasa campuran biasanya muncul dalam populasi yang fasih dalam kedua bahasa sumber.

Karena semua bahasa menunjukkan beberapa tingkat pencampuran[2] berdasarkan kandungan kata pinjaman, ini merupakan masalah kontroversi apakah konsep bahasa campuran dapat secara bermakna dibedakan dari jenis kontak dan peminjaman yang terlihat dalam semua bahasa.[3][4] Para ahli berdebat sejauh mana campuran bahasa dapat dibedakan dari mekanisme lain seperti peralihan kode, substratum, atau peminjaman leksikal.[5]

Referensi

  1. ↑ Matras, Yaron; Bakker, Peter, ed. (2008). The Mixed Language Debate: Theoretical and Empirical Advances. Walter de Gruyter. hlm. 191. ISBN 9783110197242.
  2. ↑ Zuckermann (2009) p. 48, citing Hjelmslev (1938) and Schuchardt (1884).
  3. ↑ Arends et al. 1994
  4. ↑ Yaron Matras (2000). "Mixed languages: a functional–communicative approach" (PDF). Bilingualism: Language and Cognition. 3 (2): 79–99. doi:10.1017/S1366728900000213. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2021-02-20. Diakses tanggal 2017-05-15.
  5. ↑ According to Google n-gram, the German term Mischsprache is first attested in 1832, and attested in English since 1909.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan