Rabu, 28 Oktober 2026
07:23 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Kata serapan

Kata serapan

kata yang berasal dari bahasa asing yang sudah diintegrasikan ke dalam suatu bahasa dan diterima pemakaiannya secara umum.

Bagikan:
250px-Rovas_in_European_languages.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kata 'Rovas' yang dipinjam dari Hungaria dan variasinya

Kata serapan (juga kata pungutan atau kata pinjam) adalah kata yang berasal dari bahasa asing yang sudah diintegrasikan ke dalam suatu bahasa dan diterima pemakaiannya secara umum.

Kata serapan dalam bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia menyerap banyak kata dari bahasa-bahasa lain, terutama yang pernah berhubungan langsung dengan Nusantara, baik melalui perdagangan (Sanskerta, Tionghoa, Arab), melalui penjajahan (Portugis, Belanda, Jepang), maupun karena perkembangan ilmu pengetahuan (Inggris). Contoh kata pungut dalam bahasa Indonesia adalah:

Jenis-Jenis Kata Serapan

Jika dilihat dari proses penyerapannya, kata serapan dalam bahasa Indonesia terbagi menjadi empat jenis, yaitu:

  1. Adopsi: Proses penyerapan kosakata asing tanpa mengubah ejaan, pengucapan, dan penulisan. Contoh:
    • data (dari bahasa Latin: data)
    • bola (dari bahasa Portugis: bola)
    • aneka (dari bahasa Sanskerta: aneka)
  2. Adaptasi: Proses penyerapan kosakata asing dengan perubahan ejaan atau pelafalan yang sesuai kaidah bahasa Indonesia. Contoh:
    • bisnis (dari bahasa Inggris: business)
    • mentega (dari bahasa Portugis: manteiga)
    • baca (dari bahasa Sanskerta: vaca)
  3. Terjemahan: Proses penyerapan kosakata asing dengan mengambil konsep dasar dari bahasa asalnya kemudian diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Contoh:
  4. Kreasi: Hampir sama dengan kata serapan terjemahan, tetapi kata serapan kreasi tidak harus sama bentuknya dengan kata asalnya. Contoh:
    • berhasil guna (dari bahasa Inggris: effective)[1]

Syarat-Syarat Penyerapan Istilah Asing

Proses penyerapan istilah asing ke dalam bahasa Indonesia dapat dipertimbangkan apabila memenuhi salah satu syarat berikut ini:

  1. Istilah serapan yang dipilih mempunyai konotasi yang lebih cocok.
  2. Istilah serapan yang dipilih lebih singkat daripada terjemahan Indonesianya.
  3. Istilah serapan yang dipilih bisa memudahkan tercapainya kesepakatan apabila istilah Indonesianya terlalu banyak sinonim.[2]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "Apa Itu Kata Serapan? Berikut Jenis, Penulisan, dan Contoh Kata Serapan". Xerpihan. Diakses tanggal 2021-08-23.
  2. ↑ Pedoman Umum Pembentukan Istilah (PDF). Jakarta: Pusat Bahasa. 2004. hlm. 6. ISBN 979-685-075-3.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik bahasa ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan