Rabu, 07 Oktober 2026
07:52 WIB
TERKINI
Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan
Laksagreha

Laksagreha

Istana yang terbakar dalam kisah Mahabharata

Bagikan:
250px-The_Palace_of_the_Pandava_Brothers_Set.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ilustrasi terbakarnya Laksagreha buatan Purocana, yang dimaksudkan untuk membunuh para Pandawa.

Dalam wiracarita Mahabharata, Laksagreha (Dewanagari: लाक्षागृह; ,IAST: Lākṣāgṛha, लाक्षागृह)[1][2] adalah istana berlapis lak, yang menjadi kediaman para Pandawa beserta Kunti (ibu mereka), saat berlibur di Warnabrata (Barnava). Kata laksagreha berarti "rumah (dari) lak"; lak adalah zat pelapis perabot rumah tangga yang terbuat dari damar. Kisah tentang Laksagreha dimuat dalam Adiparwa, buku pertama dari 18 kitab Mahabharata.

Kisah

250px-Myths_of_the_Hindus_%26_Buddhists_-_The_House_of_Lac.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ilustrasi Pandawa dan Kunti menyelamatkan diri dari kebakaran Laksagreha, digambar oleh Nandalal Bose, dari buku Myths of Hindus & Buddhists (1914).

Dalam Mahabharata dikisahkan bahwa Duryodana begitu membenci para Pandawa dan berniat membinasakan mereka. Dengan bimbingan dan nasihat dari Sangkuni, ia merancang suatu siasat untuk membunuh para Pandawa dan merekayasa agar pembunuhan tersebut terlihat sebagai kecelakaan belaka. Maka dari itu, ia memanggil seorang arsitek bernama Purocana, dan memerintahkannya untuk membangun suatu istana kecil berbahan lak di tengah hutan Warnabrata (Barnava) sebagai perangkap mematikan bagi para Pandawa.

Menurut kisah, istana yang dibangun oleh Purocana disebut Laksagreha, dan dirancang agar cepat terbakar—sebab lak adalah zat yang mudah terbakar—agar cepat menewaskan penghuni di dalamnya. Setelah istana tersebut selesai, Duryodana segera memberi saran kepada para Pandawa untuk berlibur ke Warnabrata dan menginap di istana yang baru dibangun di sana. Para Pandawa setuju dan mengajak ibu mereka, sementara Yudistira (Pandawa yang sulung) tetap waspada setelah menerima peringatan dari paman mereka, Widura.

Pada hari yang ditetapkan, Laksagreha dibakar oleh Purocana saat para Pandawa berada di dalamnya. Namun, percobaan pembunuhan yang dilakukan oleh Duryodana akhirnya gagal sebab Pandawa berhasil menyelamatkan diri melalui terowongan yang dibangun oleh para penambang yang diutus oleh Widura. Setelah kabur, para Pandawa dan Kunti mengembara sampai kerajaan Panchala.

Referensi

250px-Draupadi_and_Pandavas.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

250px-A_Vishva-rupa_print.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

250px-The_start_of_the_great_battle.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Wangsa
Candra
Leluhur
Keluarga Kuru
(Korawa)
Keluarga Yadu
(Yadawa)
Tokoh lain
Brahmana
Kesatria
Lainnya
Non-manusia
Dewa
Cerita
berbingkai
Lokasi
Kerajaan
Kota dan
desa
Bentang
alam
Keluarga
Konsep dan
peristiwa


Ikon rintisan

Artikel bertopik Mahabharata ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan