Rabu, 30 September 2026
18:35 WIB
TERKINI
Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh

Asamanjasa

Bagikan:
Asamanjasa
Tokoh dalam mitologi Hindu
NamaAsamanjasa
GelarPangeran
AsalKerajaan Kosala
KediamanAyodhya
KastaKesatria
DinastiSurya
AyahSagara
IbuKesini (alias Saibya)
AnakAnsuman

Dalam mitologi Hindu, Asamanjasa (Sanskerta: असमञ्जस्; Asamañjasa) atau Asamanja (Sanskerta: असमञ्ज; Asamañja) adalah nama seorang raja India dari trah Suryawangsa atau Dinasti Surya. Ia merupakan putra Raja Sagara dengan seorang permaisuri bernama Kesini, alias Saibya.[1] Ia memiliki enam puluh ribu saudara yang lahir dari ibu keduanya, yaitu Sumati alias Waidarbi.[2]

Asamanjasa memiliki putra bernama Ansuman. Kisah Asamanjasa (begitu juga kisah Sagara) muncul berkali-kali dalam Purana, seperti misalnya Brahmapurana, Naradapurana, Brahmawaiwartapurana, dan lain-lain. Menurut Brahmawaiwartapurana, Asamanjasa memiliki seorang saudara perempuan, tetapi tidak disebutkan namanya.

Riwayat

Dalam Brahmawaiwartapurana tidak disebutkan bahwa Asamanjasa memiliki sifat yang jahat. Setelah enampuluh ribu saudaranya tewas karena sorot mata Resi Kapila yang marah, Sagara wafat dalam kesedihan. Asamanjasa melakukan tapa untuk membawa Gangga turun ke dunia demi menyucikan abu enam puluh ribu saudaranya, tetapi usahanya tidak berhasil. Usaha tersebut dilanjutkan oleh putranya yang bernama Ansuman.

Menurut kitab Ramayana, Asamanjasa memiliki sifat yang tidak baik. Ia senang melemparkan anak kecil ke sungai dan tertawa bila menyaksikan anak kecil yang dilemparkannya berusaha untuk menyelamatkan diri.[3][1] Untuk menyelamatkan garis keturunan Raja Sagara, ia diusir dari kerajaannya oleh ayahnya sendiri. Beberapa versi mengatakan bahwa Asamanjasa diusir oleh putranya sendiri, yaitu Ansuman.

Dalam kitab Naradapurana diceritakan bahwa Asamanjasa sejak kecil memiliki sifat yang tidak baik. Sifat itu menyebabkan ia disebut Asamanjasa, yang secara harfiah berarti tidak patut. Semua saudara-saudaranya mengikuti sifatnya. Mereka suka mengganggu orang lain, menculik bidadari, mencuri, merampok, dan lain sabagainya. Naradapurana memberi versi lain mengenai riwayat Asamanjasa. Ketika Purana lain mengatakan bahwa hanya enampuluh ribu putra Sagara yang tewas dibunuh Resi Kapila, Naradapurana mengatakan bahwa Asamanjasa juga ikut terbunuh bersama enam puluh ribu putra Sagara.

Menurut kitab Naradapurana, setelah Asamanjasa tewas terbakar oleh sorot mata Resi Kapila yang marah, dan setelah Sagara gagal melaksanakan Ashwamedha yadnya, Ansuman diangkat sebagai penerus tahta sekaligus putra Sagara.[4]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 Valmiki (2000). Ramayana. Diterjemahkan oleh Sattar, Arshia. Penguin Books Limited. hlm. 110. ISBN 978-93-5118-211-5.
  2. ↑ www.wisdomlib.org (2019-01-28). "Story of Asamañjasa". www.wisdomlib.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-10-22.
  3. ↑ James Talboys Wheeler (1869). The History of India from the Earliest Ages. Vol. 2. London: N. Trübner & Co. hlm. 126. ISBN 9780524087794.{{cite book}}: Ketidakcocokan ISBN / tanggal
  4. ↑ "The Vishnu Purana: Book IV: Chapter IV". www.sacred-texts.com. hlm. 378. Diakses tanggal 2022-10-22.
Kitab
250px-Sree_Raghunandan_-_Ram_Laxman_Sita_and_Hanuman%2C_M_V_Dhurandar.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tokoh
Dinasti Surya
Brahmana
Wanara
Raksasa
Lainnya
Lokasi
Topik lain
Manu
Kesatria
Keturunan
Swayambu Manu
Keturunan Priyabrata
Keturunan Utanapada
Dinasti Surya
Dinasti Candra
Brahmana
dan Resi
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan