Senin, 21 September 2026
09:27 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Paus Silverius

Paus Silverius

Paus Gereja Katolik dari tahun 536 hingga 537

Head of the Catholic Church from 536 to 537Templat:SHORTDESC:Head of the Catholic Church from 536 to 537

Silverius
Uskup Roma
250px-Orazio_samacchini%2C_san_giovannino_in_gloria_tra_i_ss._caterina_d%27a._e_silverio_papa%2C_1570-75_ca._01%28cropped%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Penggambaran oleh Orazio Samacchini, ca 1570
GerejaGereja Katolik
Awal masa kepausan
8 Juni 536
Akhir masa kepausan
Maret 537
PendahuluAgapitus I
PenerusVigilius
Informasi pribadi
LahirFrosinone, Kerajaan Odoacer
Meninggal2 Desember 537
Palmarola, Kekaisaran Romawi Timur
Orang tuaPaus Hormisdas
Orang kudus
Hari peringatan20 Juni
PelindungPulau Ponza

Paus Silverius (meninggal 2 Desember 537) adalah uskup Roma dari tanggal 8 Juni 536 hingga pencopotannya pada tahun 537, beberapa bulan sebelum kematiannya. Kenaikan pesatnya dari seorang diakon menjadi Paus bertepatan dengan upaya raja Ostrogoth Theodahad (keponakan dari Theodoric yang Agung), yang bermaksud untuk menempatkan kandidat pro-Gotik tepat sebelum Perang Gotik. Kemudian digulingkan oleh jenderal Bizantium Belisarius, ia diadili dan diasingkan ke pulau terpencil Palmarola, tempat ia meninggal kelaparan pada tahun 537.

Awal Kehidupan

Silverius lahir di Frosinone, Italia Tengah, pada sekitar awal abad ke-6. Ia adalah seorang diakon sebelum terpilih menjadi Paus. Silverius dikenal sebagai pribadi yang saleh dan memiliki dedikasi besar terhadap iman Katolik yang benar, sebagaimana diajarkan oleh Konsili Kalsedon pada tahun 451.

Silverius menjadi paus dalam situasi politik yang penuh gejolak. Kekaisaran Bizantium di bawah Kaisar Yustinianus I berusaha untuk menegakkan kembali kekuasaan Romawi di Barat dan menyingkirkan raja Ostrogoth, Theodahad. Selain itu, ada tekanan dari Kaisar dan Permaisuri Theodora untuk mendukung kebijakan yang lebih akomodatif terhadap kaum Monofisit.

Pemilihan Sebagai Paus

Silverius terpilih menjadi paus pada tahun 536 setelah kematian Paus Agapitus I. Pemilihannya dipengaruhi oleh Theodahad, Raja Ostrogoth, yang mendukungnya dengan harapan Silverius akan menjadi pemimpin yang patuh terhadap kepentingan Ostrogoth. Silverius segera menghadapi tantangan besar berupa upaya Theodora untuk memaksanya menerima Antimus, seorang uskup yang dicopot dari jabatannya karena mendukung Monofisitisme, sebagai Patriark Konstantinopel.

Konflik Dengan Permaisuri Theodora

Theodora, permaisuri Kaisar Yustinianus I, menginginkan seorang paus yang mendukung Monofisitisme, sebuah ajaran yang ditolak oleh Gereja Kalsedon. Silverius menolak tekanan ini dengan tegas, menegaskan komitmennya kepada iman ortodoks. Hal ini menyebabkan ketegangan antara Paus Silverius dan pemerintah Bizantium.

Theodora kemudian memanfaatkan Jenderal Belisarius, yang memimpin pasukan Bizantium dalam Perang Gothik, untuk melawan Silverius. Tuduhan palsu dibuat bahwa Silverius telah berkhianat dengan mendukung Ostrogoth dalam pengepungan Roma oleh pasukan Bizantium pada tahun 537.

Pencopotan dan Pembuangan

Belisarius mencopot Silverius dari jabatannya pada Maret 537 dan menggantikannya dengan Vigilius, seorang uskup yang didukung oleh Theodora. Silverius diasingkan ke Pulau Palmarola, sebuah tempat terpencil di Laut Tirenia. Dalam pengasingan, Silverius menderita kelaparan dan perlakuan buruk. Ia meninggal pada 2 Desember 537, kemungkinan besar akibat penderitaan fisik yang berat.

Kanonisasi dan Warisan

Silverius dihormati sebagai martir Gereja Katolik. Ia dimakamkan di tempat pengasingannya, dan makamnya segera menjadi tempat ziarah bagi umat beriman. Gereja kemudian mengangkatnya sebagai santo, dan ia diperingati setiap tanggal 20 Juni. Silverius dikenang sebagai paus yang mempertahankan iman Katolik dengan setia meskipun menghadapi tekanan politik yang besar.

Referensi

Abad ke-1
s.d. ke-4
Abad ke-5
s.d. ke-8
Abad ke-9
s.d. ke-12
Abad ke-13
s.d. ke-16
Abad ke-17
s.d. ke-20
Abad ke-21
Sejarah
Zaman Klasik dan
Abad Pertengahan Awal
Abad Pertengahan
Puncak dan Akhir
Zaman Modern
Awal dan Puncak
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan