Feliks I | |
|---|---|
| Uskup Roma | |
Feliks I seperti yang digambarkan pada lukisan dinding di Kapel Sistina | |
| Gereja | Gereja Awal |
Awal masa kepausan | 5 Januari 269 |
Akhir masa kepausan | 30 Desember 274 |
| Pendahulu | Dionisius |
| Penerus | Eutikianus |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | Roma, Italia, Kekaisaran Romawi |
| Meninggal | 30 Desember 274 Roma, Italia, Kekaisaran Romawi |
| Orang kudus | |
| Hari peringatan | 30 Desember 30 Mei (Kalender 1960) 6 Hathor (Kekristenan Koptik)[1] |
| Venerasi | Gereja Katolik, Gereja Ortodoks Timur, Ortodoks Oriental |
| Paus lainnya yang bernama Feliks | |
Paus Feliks I (meninggal 30 Desember 274) adalah uskup Roma dari 5 Januari 269 hingga kematiannya pada 30 Desember 274. Lahir di Roma, ia menggantikan Paus Dionisius dan terkenal karena kontribusi teologisnya, khususnya surat dogmatis yang signifikan yang membahas kesatuan pribadi Kristus. Selama masa kepausannya, Feliks I menentang ajaran sesat Paulus dari Samosata, yang menyangkal keilahian Kristus. Campur tangan Kaisar Aurelianus, yang didorong oleh Feliks, menyebabkan Paulus dicopot dari jabatannya sebagai keuskupan Antiokhia, memperkuat doktrin Kristologi ortodoks.[2][3]
Feliks secara tradisional dianggap sebagai orang yang mempelopori praktik merayakan Misa di atas makam para martir, meskipun atribusi ini masih menjadi subjek perdebatan sejarah.[4] Setelah kematiannya, Feliks dimakamkan di Katakomba Santo Kalistus di Jalan Appia. Meskipun catatan-catatan selanjutnya secara keliru menghormatinya sebagai seorang martir, penelitian kontemporer menunjukkan bahwa ia meninggal karena sebab alami.[5]
Kehidupan Awal
Feliks lahir di Roma, Italia, pada abad ke-3, dalam keluarga Kristen yang saleh. Tidak banyak catatan mengenai masa kecilnya, tetapi ia dikenal sebagai seorang pria yang bijaksana, rendah hati, dan penuh semangat untuk menyebarkan Injil. Sebelum menjadi Paus, Feliks telah menunjukkan komitmennya pada kehidupan Gereja, termasuk dalam melayani jemaat dan membela iman melawan ajaran sesat yang berkembang.
Kepemimpinan sebagai Paus
Feliks diangkat menjadi Paus pada tahun 269 setelah wafatnya Paus Dionisius. Masa kepemimpinannya berlangsung selama lima tahun, yang ditandai dengan tantangan dari dalam dan luar Gereja.
Peneguhan Ajaran tentang Inkarnasi
Salah satu pencapaian penting Paus Feliks I adalah penegasan ajaran tentang inkarnasi Yesus Kristus melawan ajaran sesat Sabellianisme. Sabellianisme menyangkal perbedaan pribadi dalam Tritunggal Kudus. Feliks dengan tegas mengajarkan bahwa Allah Bapa, Allah Anak, dan Allah Roh Kudus adalah tiga pribadi yang berbeda tetapi satu dalam esensi ilahi. Pandangannya ini memperkuat dasar teologis Gereja di tengah serangan ajaran yang menyimpang.
Dekrit tentang Perayaan Ekaristi
Feliks I mengeluarkan dekrit penting yang mengatur bahwa perayaan Ekaristi Kudus harus dilaksanakan di atas makam para martir. Dekrit ini bertujuan untuk mengingatkan umat tentang kesatuan antara pengorbanan Kristus dan kesaksian para martir. Tradisi ini kemudian menjadi bagian integral dalam perkembangan liturgi Gereja, terutama dalam penggunaan altar.
Hubungan dengan Kaisar Aurelianus
Selama masa kepemimpinannya, Paus Feliks menghadapi penganiayaan yang dipimpin Kaisar Aurelianus. Meskipun Aurelianus awalnya menunjukkan toleransi terhadap orang Kristen, ia akhirnya mengeluarkan dekrit yang memperketat pengawasan terhadap praktik keagamaan mereka. Feliks tetap berdiri teguh dalam imannya dan mendorong umat untuk tidak meninggalkan keyakinan mereka, meskipun menghadapi ancaman kematian.
Martir dan Wafat
Menurut tradisi, Paus Feliks I wafat sebagai martir pada tanggal 30 Desember 274. Namun, sumber-sumber sejarah berbeda dalam mencatat bagaimana ia meninggal. Beberapa catatan menyebutkan bahwa ia dieksekusi atas perintah Kaisar Aurelianus, sementara yang lain menyebut ia meninggal secara alami. Paus Feliks dimakamkan di Pemakaman Kalistus di Roma, di mana banyak paus dan martir awal juga dikebumikan.
Peninggalan dan Kanonisasi
Feliks I dihormati sebagai santo dalam Gereja Katolik. Hari pestanya dirayakan setiap tanggal 30 Mei. Ia dikenang sebagai seorang gembala yang setia, seorang pembela iman yang teguh, dan seorang pelayan Gereja yang mendalam dalam penghayatan liturgi.
Relikui
Relikui Paus Feliks I ditemukan di katakomba Roma dan kemudian dipindahkan ke berbagai gereja di Eropa, termasuk ke basilika di Nola, Italia. Relikui ini menjadi simbol kekudusan dan keberanian seorang pemimpin Gereja awal.
Referensi
- ↑ "Hator 6 : Lives of Saints : Synaxarium – CopticChurch.net".
- ↑ "Saint Felix I | Italian, Roman, Bishop | Britannica". www.britannica.com (dalam bahasa Inggris). 26 Desember 2024. Diakses tanggal 3 Januari 2025.
- ↑ "Felix I, Pope, -274 | Burns Library Archival Collections". findingaids.bc.edu. Diakses tanggal 3 Januari 2025.
- ↑ "Record | The Cult of Saints". csla.history.ox.ac.uk. Diakses tanggal 3 Januari 2025.
- ↑ "CATHOLIC ENCYCLOPEDIA: Early Roman Christian Cemeteries". www.newadvent.org. Diakses tanggal 3 Januari 2025.
- Liber Pontificalis: Catatan Kehidupan Para Paus
- Eusebius dari Kaisarea, Historia Ecclesiastica
- Catatan Liturgi Gereja Roma
| Didahului oleh: Dionisius |
Paus 269 - 274 |
Diteruskan oleh: Eutikhianus |
| Internasional | |
|---|---|
| Nasional | |
| Seniman | |
| Orang | |
Artikel bertopik Paus dalam Gereja Katolik Roma ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. |