Selasa, 03 November 2026
18:31 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Paus Eutikhianus

Paus Eutikhianus

Paus Gereja Katolik dari tahun 275 hingga 283 M

Bagikan:
Infobox orangPaus Eutikhianus
250px-Pope_Eutychian.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Suntingan nilai di Wikidata
Biografi
Kelahiran3 abad Suntingan nilai di Wikidata
Luna (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Kematian7 Desember 283 Suntingan nilai di Wikidata
Roma Suntingan nilai di Wikidata
Tempat pemakamanKatakomba Santo Kalistus Suntingan nilai di Wikidata
40px-Emblem_of_the_Papacy_SE.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 27 Paus
4 Januari 275 – 7 Desember 283
← Paus Feliks I – Paus Kaius → Suntingan nilai di Wikidata
Data pribadi
AgamaGereja Katolik Roma Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
Pekerjaanimam Katolik Suntingan nilai di Wikidata
PeriodeKekaisaran Romawi Suntingan nilai di Wikidata
Exaltation (en) Terjemahkan
Tanggal perayaan8 Desember Suntingan nilai di Wikidata

Paus Eutikhianus menjabat sebagai pemimpin tertinggi Gereja Katolik Roma sejak tahun 275 M hingga wafatnya pada tahun 283 M. Ia menggantikan Paus Feliks I dan digantikan oleh Paus Kaius. Masa kepausannya berlangsung pada masa yang relatif damai bagi umat Kristiani, yakni di bawah pemerintahan Kaisar Aurelianus yang pada awalnya bersikap toleran terhadap Kekristenan.

Awal Kehidupan

Eutikhianus dilahirkan di Luni, sebuah kota kecil di wilayah Toskana, Italia. Nama aslinya adalah Eutychianus, yang berarti "ia yang diberkati". Informasi tentang masa kecilnya sangat terbatas, tetapi ia dikenal sebagai seorang yang sangat setia dalam melayani Tuhan dan menunjukkan kesalehan yang mendalam sejak usia muda.

Kontribusi dalam Gereja

Selama masa kepausannya, Paus Eutikhianus tercatat membuat sejumlah keputusan penting yang memperkuat tradisi Gereja Katolik Roma. Salah satu keputusan utamanya adalah menetapkan bahwa para martir harus dikuburkan dengan kehormatan yang layak dan bahwa upacara penguburan harus dilakukan dengan penuh penghormatan sesuai ajaran Kristiani.

Ia juga diyakini menetapkan aturan yang melarang para klerus untuk mengenakan pakaian duniawi selama mereka menjalankan tugas-tugas keagamaan. Aturan ini bertujuan untuk membedakan para pelayan Tuhan dari masyarakat umum dan menekankan kesucian hidup mereka.

Penguburan Para Martir

Paus Eutikhianus terkenal karena dedikasinya dalam menguburkan para martir Kristiani yang wafat dalam penganiayaan. Sebuah tradisi mencatat bahwa ia secara pribadi menguburkan lebih dari 300 martir, meskipun catatan ini diragukan oleh beberapa sejarawan modern. Namun, semangatnya dalam menghormati mereka yang telah mengorbankan hidup demi iman menunjukkan kepemimpinan rohani yang mendalam.

Kesalehan dan Tradisi Liturgis

Paus Eutikhianus juga memperkenalkan kebiasaan memberkati hasil panen pertama, yang melambangkan rasa syukur umat kepada Tuhan atas berkat-Nya yang melimpah. Kebiasaan ini kemudian berkembang menjadi salah satu tradisi liturgis yang dirayakan dalam berbagai komunitas Katolik hingga saat ini.

Masa Kepemimpinan yang Damai

Kepausan Eutikhianus berlangsung pada masa yang relatif damai bagi umat Kristiani. Kaisar Aurelianus, meskipun bukan seorang Kristiani, mengizinkan umat Kristiani untuk menjalankan ibadah mereka tanpa gangguan besar. Namun, penganiayaan yang lebih keras mulai muncul kembali menjelang akhir masa kepausannya, terutama setelah perubahan sikap Kaisar terhadap agama Kristen.

Akhir Hidup dan Warisan

Paus Eutikhianus meninggal dunia pada tanggal 7 Desember 283 M dan dimakamkan di Katakomba San Kalistus di Roma. Tradisi mencatat bahwa ia wafat sebagai martir, tetapi klaim ini juga diragukan oleh beberapa sumber sejarah. Namun demikian, Paus Eutikhianus tetap dihormati sebagai seorang pemimpin yang setia dan penuh kasih yang memberikan teladan dalam melayani Gereja dan umat Allah.

Peringatan dan Kanonisasi

Paus Eutikhianus dihormati sebagai santo dalam Gereja Katolik Roma, dan hari peringatannya dirayakan setiap tanggal 8 Desember. Ia dikenang sebagai seorang gembala yang mengabdikan hidupnya untuk membangun iman umat dan menjaga warisan para martir.

Referensi

  1. Kelly, J. N. D. The Oxford Dictionary of Popes. Oxford University Press, 1986.
  2. Loughlin, James. "Pope Eutychian." The Catholic Encyclopedia, Vol. 5. New York: Robert Appleton Company, 1909.
  3. Mann, Horace K. The Lives of the Popes in the Early Middle Ages. Vol. 1. Kegan Paul, Trench, Trübner, & Co., Ltd., 1902.
Didahului oleh:
Feliks I
Paus
275 - 283
Diteruskan oleh:
Kaius
Abad ke-1
s.d. ke-4
Abad ke-5
s.d. ke-8
Abad ke-9
s.d. ke-12
Abad ke-13
s.d. ke-16
Abad ke-17
s.d. ke-20
Abad ke-21
Sejarah
Zaman Klasik dan
Abad Pertengahan Awal
Abad Pertengahan
Puncak dan Akhir
Zaman Modern
Awal dan Puncak


Ikon rintisan

Artikel bertopik Paus dalam Gereja Katolik Roma ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan