Jumat, 02 Oktober 2026
07:55 WIB
TERKINI
Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti
Paus Agato

Paus Agato

Kepala Gereja Katolik dari tahun 678 hingga 681

Bagikan:
Head of the Catholic Church from 678 to 681Templat:SHORTDESC:Head of the Catholic Church from 678 to 681
Untuk Paus Aleksandria dengan nama yang sama, lihat Paus Agato dari Alexandria.

Agato
Uskup Roma
250px-Pope_Agatho_%28Menologion_of_Basil_II%29_-_cropped.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Paus Agato digambarkan dalam Menologion Basil II (sekitar tahun 1000 M)
GerejaGereja Katolik
Awal masa kepausan
27 Juni 678
Akhir masa kepausan
10 Januari 681
PendahuluDonus
PenerusLeo II
Imamat
Pelantikan kardinal
5 Maret 676
oleh Adeodatus II
Informasi pribadi
Lahirca 577
Kemungkinan Palermo, Sisilia, Kekaisaran Romawi Timur
Meninggal10 Januari 681 (umur 103–104 tahun)[1]
Roma, Italia, Kekaisaran Romawi Timur
Jabatan sebelumnya
Kardinal-Diakon (676–77)
Orang kudus
Hari peringatan
Venerasi
AtributMemegang salib panjang
PelindungPalermo

Paus Agato (ca 577 – 10 Januari 681) menjabat sebagai uskup Roma dari tanggal 27 Juni 678 hingga kematiannya pada tanggal 10 Januari 681.[2] Dia mendengar permohonan Wilfrid dari York, yang telah dipindahkan dari keuskupannya karena pembagian keuskupan agung yang diperintahkan oleh Theodore dari Canterbury. Selama masa jabatan Agato, Konsili Ekumenis Keenam diselenggarakan untuk menangani monotelitisme. Ia dihormati sebagai santo oleh Gereja Katolik dan Gereja Ortodoks Timur. Ia dikatakan sebagai paus yang hidup paling lama sepanjang sejarah.[3]

Kehidupan Awal

Agato lahir di Palermo, Sisilia, pada sekitar tahun 577, dari sebuah keluarga Kristen yang saleh. Namanya berarti "baik hati" atau "bermurah hati," mencerminkan karakter dan kepribadian yang ia tunjukkan sepanjang hidupnya. Sejak masa muda, ia dididik dalam kebajikan Kristiani, kebijaksanaan, serta disiplin spiritual yang tinggi. Setelah dewasa, ia mengabdikan dirinya sebagai biarawan Benediktin di Sisilia, di mana ia dikenal akan ketekunan dalam doa, kehidupan asketis, dan cinta kepada sesama.

Terpilih Sebagai Paus

Setelah wafatnya Paus Donus pada tanggal 11 April 678, Agato terpilih sebagai paus pada 27 Juni tahun yang sama. Pemilihannya didukung oleh reputasinya sebagai seorang teolog yang mumpuni serta sifatnya yang lemah lembut tetapi tegas. Paus Agato segera menghadapi tantangan besar berupa upaya untuk menyelesaikan perpecahan doktrinal dalam Gereja.

Kontribusi dalam Konsili Ekumenis Keenam

Paus Agato dikenal atas kontribusinya yang luar biasa dalam Konsili Ekumenis Keenam (680–681), yang diadakan di Konstantinopel. Konsili ini diselenggarakan oleh Kaisar Konstantinus IV dengan tujuan menyelesaikan kontroversi teologis Monotelitisme, yakni ajaran yang menyatakan bahwa Kristus hanya memiliki satu kehendak ilahi dan tidak memiliki kehendak manusiawi.

Melalui suratnya yang penuh hikmat kepada kaisar dan konsili, Paus Agato menegaskan doktrin Gereja bahwa Kristus memiliki dua kehendak, ilahi dan manusiawi, sesuai dengan dua kodrat-Nya. Surat tersebut, yang dikenal sebagai Epistola Agathonis, menjadi dasar argumen yang mendukung keputusan konsili untuk mengutuk ajaran Monotelitisme sebagai bidat. Dengan perannya ini, Agato dipandang sebagai pembela ortodoksi dan persatuan Gereja.

Kepemimpinan dan Kebijaksanaan

Sebagai seorang pemimpin spiritual, Paus Agato menunjukkan kebijaksanaan dalam mengelola urusan gereja. Ia juga dikenal sebagai "Paus Keajaiban," karena mukjizat-mukjizat yang dikaitkan dengannya. Salah satu kisah yang terkenal adalah pemulihan penglihatan seorang buta yang datang memohon pertolongannya.

Selama masa kepemimpinannya, Agato memperkuat hubungan antara Gereja Roma dan Gereja Timur. Ia dikenal atas pendekatannya yang penuh kasih sayang, yang mencerminkan penggembalaan Kristus. Paus Agato juga mempromosikan reformasi administratif di dalam Gereja, memastikan para klerus hidup dalam kesalehan, serta mendukung perkembangan seni sakral.

Wafat dan Kanonisasi

Paus Agato meninggal dunia pada tanggal 10 Januari 681 di Roma, tak lama setelah Konsili Ekumenis Keenam berakhir. Ia dimakamkan di Basilika Santo Petrus. Gereja Katolik menghormatinya sebagai seorang santo, dan hari pestanya diperingati setiap tanggal 10 Januari.

Warisan dan Pengaruh

Warisan Paus Agato tidak hanya terletak pada perannya dalam mempertahankan doktrin Gereja, tetapi juga dalam teladannya sebagai seorang pemimpin yang rendah hati dan bijaksana. Ia dikenang sebagai seorang paus yang mempersatukan gereja dalam menghadapi perpecahan dan tantangan. Surat-surat dan tindakannya menjadi inspirasi bagi generasi-generasi selanjutnya untuk menjalankan iman dengan penuh keyakinan dan kasih.

Sebagaimana tertulis dalam hikmat Kitab Suci: "Gembala yang baik menyerahkan nyawanya bagi domba-dombanya" (Yohanes 10:11), Paus Agato adalah seorang gembala yang setia, yang membimbing umatnya menuju kebenaran dan kehidupan abadi.

Didahului oleh:
Donus
Paus
678 – 681
Diteruskan oleh:
Leo II
Abad ke-1
s.d. ke-4
Abad ke-5
s.d. ke-8
Abad ke-9
s.d. ke-12
Abad ke-13
s.d. ke-16
Abad ke-17
s.d. ke-20
Abad ke-21
Sejarah
Zaman Klasik dan
Abad Pertengahan Awal
Abad Pertengahan
Puncak dan Akhir
Zaman Modern
Awal dan Puncak


Ikon rintisan

Artikel bertopik Paus dalam Gereja Katolik Roma ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  1. ↑ Mann, Horace. "Pope St. Leo II." The Catholic Encyclopedia Vol. 9. New York: Robert Appleton Company, 1910. 12 September 2017
  2. ↑ Kelly, J. N. D.; Walsh, Michael (23 Juli 2015). Dictionary of Popes. Oxford University Press. hlm. 215. ISBN 9780191044793. Diakses tanggal 26 Juni 2018.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "Aging in the See of Peter". The Pillar (dalam bahasa Inggris). 2 Januari 2023. Diakses tanggal 17 Agustus 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan