Sabtu, 24 Oktober 2026
00:41 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Paus Honorius II

Paus Honorius II

Kepala Gereja Katolik dari tahun 1124 hingga 1130

Bagikan:
Head of the Catholic Church from 1124 to 1130Templat:SHORTDESC:Head of the Catholic Church from 1124 to 1130
Artikel ini bukan mengenai Antipaus Honorius II.

Honorius II
Uskup Roma
250px-Schussenried_Kloster_Deckengem%C3%A4lde_Treppenhaus_2_detail02%28cropped%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Honorius II digambarkan dalam sebuah fresco di Biara Schussenried
GerejaGereja Katolik
Awal masa kepausan
21 Desember 1124
Akhir masa kepausan
13 Februari 1130
PendahuluKalistus II
PenerusInosensius II
Imamat
Tahbisan uskup
1117
Pelantikan kardinal
1099
oleh Urbanus II
PeringkatKardinal Imam (1099–1118) Kardinal Uskup (1118–1124)
Informasi pribadi
Nama lahirLamberto Scannabecchi
Lahir9 Februari 1060
Fiagnano, Negara Kepausan, Kekaisaran Romawi Suci
Meninggal13 Februari 1130 (umur 70 tahun)
Roma, Negara Kepausan, Kekaisaran Romawi Suci
Jabatan sebelumnya
[1]
Paus lainnya yang bernama Honorius

Paus Honorius II (9 Februari 1060 – 13 Februari 1130), lahir Lamberto Scannabecchi,[2] adalah kepala Gereja Katolik dan penguasa Negara Kepausan dari tanggal 21 Desember 1124 hingga kematiannya pada tahun 1130.

Meskipun berasal dari latar belakang sederhana, kecerdasan dan kemampuan luar biasanya membuatnya dipromosikan melalui hierarki gerejawi. Berafiliasi dengan keluarga Frangipani dari Roma, pemilihan Paus melalui konklaf kepausan ditentang oleh kandidat saingan, Selestinus II, dan kekerasan digunakan untuk menjamin terpilihnya.

Masa kepausan Honorius berfokus pada memastikan bahwa hak istimewa yang diperoleh Gereja Katolik Roma melalui Konkordat Worms tetap terjaga dan, jika memungkinkan, diperluas. Ia adalah paus pertama yang mengukuhkan pemilihan kaisar Romawi Suci. Karena tidak mempercayai ordo Benediktin tradisional, ia lebih menyukai ordo-ordo monastik baru, seperti Augustinian dan Sistersian, dan berusaha untuk menjalankan kendali yang lebih besar atas pusat-pusat biara yang lebih besar di Monte Cassino dan Cluny Abbey. Ia juga menyetujui ordo militer baru Ksatria Templar pada tahun 1128.

Honorius II gagal mencegah Roger II dari Sisilia memperluas kekuasaannya di Italia selatan dan tidak mampu menghentikan Louis VI dari Prancis untuk ikut campur dalam urusan gereja Prancis. Seperti para pendahulunya, ia mengelola berbagai urusan gereja melalui utusan Kepausan. Dengan kematiannya pada tahun 1130, Gereja kembali dilanda kekacauan dengan terpilihnya dua paus yang saling bersaing, Inosensius II dan antipaus Anakletus II.

Kehidupan awal

Lamberto adalah seorang yang berasal dari pedesaan yang sederhana. Ia lahir di Fiagnano dalam komune Casalfiumanese, dekat Imola yang sekarang adalah wilayah Italia.[2] Berkarier dalam kegerejaan, ia dengan cepat menjadi diakon agung di Bologna,[2]. Di posisi tersebut, kemampuannya akhirnya menarik perhatian Paus Urbanus II,[3] yang kemudian menunjuknya menjadi Kardinal-Imam Titulus St. Praxedis pada 1099. Paus berikutnya, Paus Paskalis II, menjadikan Lamberto sebagai Pastor Lateran[4] sebelum mengangkatnya ke posisi Kardinal-Uskup di Ostia pada 1117.[2] Lamberto adalah salah satu kardinal yang menemani Paus Gelasius II ke pengasingan pada 1118–19 dan berada di sisi Gelasius ketika sang Paus meninggal.[3]

Sumber

Referensi

  1. ↑ Catholic Encyclopedia: Honorius II
  2. 1 2 3 4 Levillain, pg. 731
  3. 1 2 Mann, hlm. 234
  4. ↑ Thomas, hlm. 90
Didahului oleh:
Kalistus II
Paus
1124–1130
Diteruskan oleh:
Inosensius II
Abad ke-1
s.d. ke-4
Abad ke-5
s.d. ke-8
Abad ke-9
s.d. ke-12
Abad ke-13
s.d. ke-16
Abad ke-17
s.d. ke-20
Abad ke-21
Sejarah
Zaman Klasik dan
Abad Pertengahan Awal
Abad Pertengahan
Puncak dan Akhir
Zaman Modern
Awal dan Puncak


Ikon rintisan

Artikel bertopik Paus dalam Gereja Katolik Roma ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan