Kamis, 08 Oktober 2026
06:04 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya
Sistersien

Sistersien

Ordo Katolik Roma dari reformasi Benediktin dalam tradisi biara Citaux

Bagikan:
250px-J%C3%B6rg_Breu_d._%C3%84._002.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Para rahib Sistersien saat sedang bekerja

Sistersien (O.Cist.) adalah tarekat atau ordo kerahiban yang dirintis Robert dari Molesme.[1] Tarekat ini terbentuk di Citeaux, Prancis pada tahun 1098.[2] Perkembangan dari tarekat ini akibat rasa tidak puas terhadap Peraturan Benediktus di biara Benediktin yang dinilai terlalu longgar pelaksanaannya.[1] Oleh karena itu, tarekat Sistersien berkomitmen untuk lebih memperketat peraturannya dibanding biara Benediktin.[2] Keunikan tarekat ini adalah pakaiannya yang berwarna putih sehingga mereka sering disebut juga tarekat jubah putih.[1] Pemakaian jubah putih bertujuan agar mereka dapat dibedakan dengan Tarekat Benediktin yang memakai jubah hitam.[1] Tarekat Sistersien mempunyai peraturan khusus yang disebut Karta Karitatis.[1] Salah satu tokoh yang masuk menjadi anggota tarekat Sistersien adalah Bernardus dari Clairvaux.[1] Bersama dengan sembilan orang bangsawan, Bernardus masuk ke tarekat ini tahun 1112.[1] Tarekat Sistersien biasanya membangun biaranya di lembah-lembah dan tempat-tempat sunyi.[1] Untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari, mereka juga bekerja sebagai petani dan peternak.[1]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 (Indonesia) F.D Wellem. 2004. Kamus Sejarah Gereja. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Hlm. 428.
  2. 1 2 (Inggris) Dale T. Irvin, Scott W. Sunquist . 2001. History of The World Christian Movement, volume I: Earliest Christianity to 1453. New York: Orbis Books. Hlm. 411.
Ordo dengan pria dan wanita
Lambang Vatikan
Lambang Vatikan
Ordo khusus pria
Ordo khusus wanita
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan