Kamis, 05 November 2026
07:59 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Teatin

Teatin

Bagikan:
250px-Francesco_Solimena_-_Estasi_di_San_Gaetano_da_Thiene.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Santo Cajetan (1480-1547), pendiri ordo Teatin.

Teatin (bahasa Inggris:Theatines) atau Kongregasi Imam-Imam Regular dari Penyelenggaraan Ilahi (bahasa Inggris:Congregation of Clerics Regular of the Divine Providence) merupakan salah satu tarekat atau ordo religius dari Gereja katolik; anggota tarekat ini menyematkan inisial "C.R." pada akhir namanya.

Pendirian

Tarekat ini didirikan oleh Santo Cajetan (Gaetano dei Conti di Tiene), Paolo Consiglieri, Bonifacio da Colle, dan Giovanni Pietro Carafa (kemudian menjadi Paus Paus Paulus IV). Carafa saat itu adalah Uskup Chieti; Chieti (Teate) adalah suatu kota di wilayah Abruzzo di bagian tengah Italia, yang mana darinya kongregasi ini mengadopsi namanya yang khusus, untuk membedakannya dari kongregasi lainnya (misalnya Barnabit, Somaski, Caracciolini).[1] Ordo Teatin memadukan kesempurnaan penginjilan tradisional dengan pelayanan kerasulan yang secara umum diharapkan dari para imam diosesan. Yang menulis konstitusi ordo ini adalah Carafa.

Cajetan membaktikan ordonya kepada Salib, yang digunakannya sebagai lambang ordo, dan pendiriannya dilakukan pada pesta Penemuan Salib Suci 3 Mei 1524 (pada saat itu penemuan Salib Sejati dirayakan setiap tanggal 3 Mei). Paus Klemens VII mengesahkannya pada tanggal 24 Juni tahun yang sama, melalui Risalah Exponi Nobis. Pada tanggal 14 September, pesta Pemuliaan Salib Suci, Cajetan dan rekan-rekannya melakukan profesi religius dari kaul-kaulnya di depan altar kepausan Basilika Santo Petrus di Roma, di hadapan Mgr. Giovanni Battista Bonziano, Uskup Caserta, seorang delegasi kepausan istimewa.[1] Carafa terpilih sebagai Superior Jenderal (pemimpin tarekat) yang pertama.

Tujuan utama ordo Teatin adalah mengingatkan kembali para klerus untuk membangun kehidupan dan umat awam pada praktik kebajikan. Mereka mendirikan berbagai oratorium (di antaranya yang ternama adalah Divino Amore) dan rumah sakit, mengabdikan diri untuk memberitakan Injil, dan mereformasi moralitas yang dilalaikan.[1] Mereka hidup terpisah dari masyarakat, dengan cara hidup yang sangat keras. Mereka mengenakan jubah hitam imam setempat yang sederhana dan mempertahankan gaya hidup yang bersahaja.[2]

Perkembangan

250px-Sant%27Andrea_della_Valle_%28Rome%29_-_Interno.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sant'Andrea della Valle, sebuah bangunan gereja Teatin di Roma.

Larangan atas kepemilikan properti dan meminta sedekah cenderung membatasi jumlah pelamar pada ordo ini, dan karenanya jumlah mereka senantiasa relatif sedikit. Pada tahun 1546 mereka bergabung dengan Pastor-pastor Somaski, tetapi karena pada dasarnya tujuan masing-masing ordo tersebut berbeda, mereka kemudian berpisah lagi pada tahun 1555.[3]

Ordo Teatin adalah yang pertama kali mendirikan misi kepausan di: Golkonda (sekarang di India), Ava (Myanmar), Peru,[2] Mingrelia (Georgia), oleh Andrea Borromeo,[3] Hindia Timur (sejarahnya ditulis oleh Bartolomeo Ferro - "Missioni Teatine nelle Indie Orientali"), Arabia, dan Armenia. Pada tahun 1626 para Teatin tiba di Persia.

Naskah-naskah Teatin yang berasal dari tahun 1530 sampai akhir abad ke-18 menunjukkan adanya misi-misi yang juga didirikan di sejumlah negara lain. Pada tahun 1700 anggota ordo Teatin berjumlah 1.400 orang.

Referensi

Ordo dengan pria dan wanita
Lambang Vatikan
Lambang Vatikan
Ordo khusus pria
Ordo khusus wanita
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan