Selasa, 22 September 2026
03:54 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Trapis

Trapis

Organisasi Non Pemerintah

"Trappist" beralih ke halaman ini. Untuk kegunaan lain, lihat Trappist (disambiguasi).
Artikel ini bukan mengenai TRAPPIST.
Ordo Sistersien Observansi Ketat
250px-Trappist_praying_2007-08-20_dti.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
SingkatanOrdo Trapis (O.C.S.O.)
Tanggal pendirian1892
JenisOrdo keagamaan Katolik
Kantor pusatViale Africa, 33
Roma, Italia
Abas Jenderal
Dom Eamon Fitzgerald
Situs webwww.ocso.org

Ordo Sistersien Observansi Ketat (O.C.S.O.: Ordo Cisterciensis Strictioris Observantiae), atau Ordo Trapis (bahasa Inggris:Order of Trappists), adalah salah satu tarekat religius Katolik Roma yang menjalani kehidupan monastik kontemplatif tertutup (klausura) dengan mengikuti Peraturan Santo Benediktus. Tarekat ini merupakan cabang dari Ordo Sistersien (O. Cist.), memiliki komunitas untuk para rahib (Trapis) maupun rubiah (Trapistin).

Sejarah

Nama tarekat atau ordo ini berasal dari Biara La Trappe (La Grande Trappe) yang terletak di salah satu provinsi Prancis di Normandia. Suatu gerakan reformasi dimulai pada tahun 1664, sebagai tanggapan terhadap kendurnya praktik-praktik dalam banyak biara Sistersien.[1] Armand Jean le Bouthillier de Rancé, awalnya merupakan abbas kehormatan Biara La Trappe, merupakan pemimpin reformasi itu. Sebagai abbas kehormatan, de Rancé adalah seorang awam yang memperoleh penghasilan dari biara tersebut tetapi tidak memiliki kewajiban keagamaan. Setelah suatu konversi dalam kehidupannya antara tahun 1660 dan 1662, de Rancé secara resmi bergabung dengan Biara La Trappe dan menjadi abbas regulernya pada tahun 1663.[2] Pada tahun 1892, para "Trapis" reformasi memisahkan diri dari tarekat Sistersien dan membentuk suatu tarekat monastik independen atas persetujuan Paus.[3]

Abas Jenderal

Dom_S%C3%A9bastien_Wyart.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Sébastien Wyart, Abas Jenderal pertama Ordo Trapis antara tahun 1892-1904.
  1. 1892-1904: Sébastien Wyart
  2. 1904-1922: Augustin Marre
  3. 1922-1929: Jean-Baptiste Ollitraut de Keryvallan
  4. 1929-1943: Herman-Joseph Smets
  5. 1943-1951: Dominique Nogues
  6. 1951-1963: Gabriel Sortais
  7. 1964-1974: Ignace Gillet
  8. 1974-1990: Ambroise Southey
  9. 1990-2008: Bernardo-Luis-José Oliveira
  10. 2008-sekarang: Eamon Fitzgerald

Kehidupan monastik

250px-Terce_at_the_Church_of_the_Hermitage_of_Saint_Mary_Rawaseneng_2.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Para rahib Trapis di Pertapaan Rawaseneng, Indonesia, sedang melangsungkan Ibadat Siang Tertia.
250px-Mariawald_zelle_lectio_2007-08-20_bmd.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Seorang novis Trapis sedang membaca dalam selnya.

Peraturan Santo Benediktus, yang ditulis pada abad ke-6, menjadi panduan hidup para Trapis. Peraturan atau regula tersebut mendeskripsikan cita-cita dan nilai-nilai dari kehidupan monastik.

"Observansi Ketat" (atau "Ketaatan Ketat") mengacu pada tujuan para Trapis untuk mengikuti Peraturan yang ditetapkan oleh St. Benediktus secara lebih tegas dan mengambil tiga kaul sebagaimana dideskripsikan dalam Peraturannya (bab 58): stabilitas, kesetiaan dalam kehidupan monastik, dan ketaatan. Penekanan St. Benediktus mengenai sedikit berbicara menghasilkan beberapa dampak pada cara hidup mereka, kendati—berlawanan dengan anggapan umum—mereka tidak berkaul keheningan.[4] Para rahib Trapis biasanya hanya berbicara jika diperlukan; dengan demikian bicara omong kosong atau yang tak berguna sangat tidak dianjurkan. Menurut St. Benediktus, bicara mengganggu daya penerimaan dan ketenangan seorang murid, serta dapat menggoda seseorang untuk mengikuti kehendaknya sendiri dan bukannya kehendak Allah. Bicara yang mengarah pada gelak tawa atau hiburan yang tidak baik dipandang sebagai kejahatan dan dilarang.[5] Bahasa isyarat Trapis, berbeda dengan bentuk-bentuk bahasa isyarat monastik lainnya, dikembangkan agar mereka tidak perlu banyak bicara. Biasanya mereka makan dalam keheningan kontemplatif karena para anggota tarekat ini diharapkan untuk mendengarkan suatu bacaan pada saat makan.[6]

Dibandingkan dengan para rahib/rubiah Benediktin dan Sistersien,[7][8] para rahib/rubiah Trapis berpantang daging sepenuhnya dalam hal "hewan berkaki empat".[9] Sementara hidup sebagai vegetarian, mereka terkadang makan ikan; menu makanan mereka utamanya terdiri dari "produk-produk sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian".[9]

Meskipun masing-masing biara adalah otonom dan mungkin memiliki aturan berbeda, umumnya tahapan untuk memasuki kehidupan Trapis dapat dideskripsikan sebagai berikut:[10]

  • Peminat mengunjungi suatu biara dan berkonsultasi dengan promotor panggilan dan/atau superior (kepala biara) untuk membantu mereka menemukan panggilan hidup mereka. Biasanya mereka akan diminta untuk tinggal di biara tersebut sebagai aspiran selama jangka waktu singkat, setidaknya satu bulan.
  • Postulat: peminat hidup sebagai anggota biara tersebut sebagai seorang postulan selama beberapa bulan, dan dibimbing oleh pembimbing novis.
  • Novisiat: postulan akan diberikan jubah biara dan secara resmi diterima sebagai anggota tarekat ini. Novis tetap dibimbing oleh pembimbing novis, dan menjalani tahap ini selama 2 tahun.
  • Setelah novisiat, novis dapat berkaul sementara. Tahap ini dijalani selama 3-9 tahun untuk memperdalam studi, mempraktikkan Injil dengan cara monastik, dan integrasi di dalam komunitas.
  • Setelah menyelesaikan tahap sebelumnya, anggota yang telah berkaul sementara dapat mengikrarkan kaul kekal (kaul agung) untuk seumur hidupnya.

Produk yang dihasilkan

Bab 48 dari Peraturan Santo Benediktus menyatakan, "Sebab mereka adalah rahib-rahib dalam kebenaran, jika mereka hidup dengan pekerjaan tangan mereka".[11] Sesuai aturan ini, sebagian besar biara Trapis menghasilkan produk untuk dijual demi memberikan pendapatan bagi biara.

Produk yang dihasilkan berkisar dari keju, roti, dan bahan makanan lain hingga pakaian dan peti mati, kendati mereka paling dikenal[12] karena bir Trapis, yang tergolong khas di dalam dunia bir,[13] serta mendapat pujian atas rasa dan kualitasnya yang tinggi.[14] Biara-biara di Belgia dan Belanda, seperti Biara Orval dan Biara Santo Sistus, membuat bir baik untuk para rahib sendiri maupun untuk dijual kepada masyarakat umum. Teleskop TRAPPIST dari Universitas Liège dinamai demikian untuk menghormati bir tersebut.[15][16] Bir Trapis mengandung gula residu dan khamir hidup sehingga, tidak seperti bir konvensional, akan meningkat kualitasnya seiring dengan waktu.[17] Westvleteren XII sering dianggap oleh beberapa kalangan sebagai bir terbaik di dunia.[18]

Para rahib Trapis dari Biara Tre Fontane (Tiga Air Mancur) memelihara domba-domba yang wolnya digunakan untuk membuat pallium bagi para uskup agung metropolit baru. Paus mengenakan pallium tersebut kepada mereka pada Hari Raya Santo Petrus dan Paulus, Para Rasul Kudus, setelah diberkati oleh paus pada Pesta Santa Agnes tanggal 21 Januari.

Tanggapan

Dikatakan bahwa Paus Paulus VI pernah menyampaikan kesan berikut ini kepada rahib-rahib Ordo Trapis:[19]

"Kehidupan Anda juga menjadi contoh tanpa tanding yang justru diperlukan oleh masyarakat kita. Sering masyarakat kita membiarkan diri diserap sama sekali oleh barang-barang temporal. Berkat kesunyian dan doanya, biara-biara Anda merupakan pulau atau pusat yang memberi sumbangan kepada dunia untuk memulihkan keseimbangan rohaninya. Anda memberikan sumbangan ini bukan hanya secara lahir. Lebih-lebih Anda memberikannya juga dalam misteri persekutuan para kudus. Sebab kalau tidak begitu, dunia akan dicekik oleh aktivisme yang menjadi-jadi. Dunia akan kehilangan kepekaannya terhadap nilai yang hakiki".

Biara-biara

Terdapat hampir 170 biara Trapis di seluruh dunia, tempat kediaman bagi sekitar 2.100 rahib Trapis dan 1.800 rubiah Trapistin.[20]

Afrika

250px-Chapelle_Prieur%C3%A9_ND_de_l%27Alats_Midelt_Maroc.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kapel dalam Priory of Our Lady of Atlas, Midelt, Maroko.

Asia

250px-Church_interior_of_the_Monastery_of_Saint_Mary_Rawaseneng.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Interior Gereja Pertapaan Santa Maria Rawaseneng, Temanggung
250px-Latrun-Monastery.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Latroun Abbey, Latrun

Eropa

250px-Orval_church_etychon_200611.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Orval Abbey, dekat Florenville, Belgia.
250px-Mosteiro_de_Oseira_1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Monastery of Santa María la Real of Oseira, di Galicia, Spanyol.

Amerika Latin

Amerika Utara

250px-Church_facade%2C_Holy_Spirit_Monastery.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Monastery of the Holy Spirit di Conyers, Georgia, USA

Oseania

Lihat pula

Referensi

  1. (Inggris) M. Basil Pennington, OCSO. "The Cistercians: An Introductory History". The Order of Saint Benedict. Diarsipkan dari asli tanggal 2010-04-07. Diakses tanggal 2008-01-01.
  2. (Inggris) "CATHOLIC ENCYCLOPEDIA: Jean-Armand Le Bouthillier de Rance". Newadvent.org. 1911-06-01. Diakses tanggal 2011-03-09.
  3. (Hungaria) OCist.Hu - A Ciszterci Rend Zirci Apátsága (2002-12-31). "History". OCist.Hu. Diakses tanggal 2011-03-09.
  4. (Inggris) "OCSO.org FAQ".
  5. (Inggris) "OSB. Rule of Benedict : Text, English, Jan May Sep 3/3". Osb.org. 2006-05-06. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-05-24. Diakses tanggal 2011-03-09.
  6. (Inggris) Rule of St. Benedict, c. 38: Reading must not be wanting at the table of the brethren when they are eating. The 1949 Edition Translated by Rev. Boniface Verheyen, OSB
  7. (Inggris) Jennifer Horsman; Jaime Flowers (2006), Please Don't Eat the Animals, Quill Driver Books, hlm. 10, ISBN 9781884956607
  8. (Inggris) Anthony Marett-Crosby, ed. (2003), The Benedictine Handbook, Hymns Ancient and Modern Ltd, hlm. 331, ISBN 9781853114991
  9. 1 2 (Inggris) Can I maintain my own dietary discipline as a Trappist?, Order of Cistercians of the Strict Observance, diarsipkan dari asli tanggal 2016-11-04, diakses tanggal 2016-05-13
  10. (Inggris) Becoming a monk or nun, Ordo Cisterciensis Strictioris Observantiae
  11. (Inggris) "Chapter XLVIII", Holy Rule of St. Benedict, Ccel.org, diakses tanggal 2011-03-09
  12. (Inggris) "The Best Beer in the World". 99% Invisible. Diarsipkan dari asli tanggal 2013-08-20. Diakses tanggal 8 Oktober 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  13. (Inggris) Bryce Eddings. "What are Trappist beers?". About.com Food. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-09-06. Diakses tanggal 8 Oktober 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  14. (Inggris) "TRAPPIST - THE SEVEN MAGNIFICENT BEERS". BelgianShop Online. Diakses tanggal 8 Oktober 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  15. (Inggris) Gramer, Robbie (22 Februari 2017). "News So Foreign It's Out of This World: Scientists Discover Seven New Potentially Habitable Planets". Foreign Policy.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  16. (Inggris) "New National Telescope at La Silla—TRAPPIST to Scout the Sky and Uncover Exoplanets and Comets (eso1023 — Organisation Release)". www.eso.org. ESO. 8 Juni 2010. Diakses tanggal 4 Januari 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  17. (Inggris) "Michael Jackson's Beer Hunter - Chastity, poverty and a pint". Beerhunter.com. Diakses tanggal 2011-03-09.
  18. (Inggris) "A Sign From Above? Needing New Roof, Monks Sell Rare Beer In U.S." The Huffington Post. 12 Desember 2012. Diakses tanggal 21 Desember 2012.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  19. Kesaksian, Pertapaan St. Maria Rawaseneng, diarsipkan dari asli tanggal 2011-11-27, diakses tanggal 11-05-2016{{citation}}: Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate=
  20. (Inggris) "Directory". Diakses tanggal 8 Oktober 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Order of La Trappe.
Wikisource memiliki teks artikel the 1911 Encyclopædia Britannica tentang Trappists.
Ordo dengan pria dan wanita
Lambang Vatikan
Lambang Vatikan
Ordo khusus pria
Ordo khusus wanita
Sejarah
(Linimasa
Gerejawi
Kehakiman)
Gereja Perdana
Gereja Raya
Abad Pertengahan
Zaman Modern
Teologi
(Alkitab
Tradisi
Katekismus)
Umum
Eklesiologi
Sakramen
Mariologi
Filsafat
Para Kudus
Organisasi
(Hierarki
Hukum Kanon
Umat Awam
Jenjang Kehormatan
Menurut Negara)
Takhta Suci
(Daftar Paus)
Kota Vatikan
Politas (Imamat)
Hidup Bakti
Gereja Partikular
Sui Iuris
Liturgi Katolik
Budaya
Media
Tarekat,
Institut,
Serikat Religius
Serikat
Umat Beriman
Amal Kasih
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan