Minggu, 20 September 2026
14:06 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Gereja Katolik Yunani Albania

Gereja Katolik Yunani Albania

gereja di Albania

Gereja Katolik Yunani Albania
250px-Vlora_katholische_Kirche.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
PenggolonganKatolik Timur
Bentuk
pemerintahan
Keuskupan
Badan
pemerintahan
Administrasi apostolik
Sri PausFransiskus
Administrator apostolikGiovanni Peragine
PerhimpunanKongregasi untuk Gereja-Gereja Timur
WilayahKawasan selatan Albania
LiturgiRitus Bizantin
Kantor pusatFier
Jemaat9
Umat3.845 jiwa[butuh rujukan]
Rohaniwan12
Nama lainAdministrasi Apostolik Albania Selatan

Gereja Katolik Yunani Albania (bahasa Latin:Ecclesiae Graecae Catholico Albanica) atau Gereja Katolik Bizantin Albania bahasa Albania:Kisha Katolike Bizantine Shqiptare) adalah salah satu Gereja partikular ritus Bizantin sui iuris di dalam persatuan paripurna dengan Roma. Anggota-anggota Gereja ini berdiam di Albania dan bernaung di bawah Administrasi Apostolik Albania Selatan. Gereja pengamal ritus Bizantin atau ritus Gerika (bahasa Latin:ritus Græcæ) ini berkaitan erat dengan Gereja Katolik Albania-Italia karena kesamaan sejarah, identitas, maupun tradisi.

Sejarah

250px-Josif_Papamihali.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Beato Josif Papamihali (1912 – 1948)
40px-Emblem_of_the_Papacy_SE.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bagian dari seri Gereja Katolik tentang
Gereja partikular sui iuris
Salib Latin yang digunakan dalam Gereja Barat Salib patriarkal yang digunakan dalam Gereja-Gereja Katolik Timur
Salib Latin dan salib patriarkal Bizantin
Gereja-Gereja partikular berikut dikelompokkan menurut ritus liturgi
Ritus liturgi Latin
Ritus Aleksandria
Ritus Armenia
Ritus Bizantin
Ritus Suriah Timur
Ritus Suriah Barat
Gereja-Gereja Katolik Timur
20px-P_christianity.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail PortalKristen

Penyebaran agama Kristen di Albania berciri "Latin" (ritus Romawi) di kawasan utara dan berciri "Gerika" (ritus Romawi Timur) di kawasan selatan. Agama Kristen adalah agama monoteisme pertama sekaligus tertua yang dipeluk bangsa Albania. Sejak dijajah Kesultanan Usmani pada abad ke-15, kurang lebih sepertiga populasi Albania beralih memeluk agama Islam. Di bawah rezim Komunis, Albania secara resmi menjadi negara ateis pada tahun 1967.

Meskipun kebanyakan warganya mengamalkan ritus Gerika, Albania adalah bagian dari Kebatrikan Roma sampai tahun 731, yakni tahun ketika kewenangan gerejawi atas seluruh daerah Iliria Timur dialihkan Kaisar Leo III dari Kebatrikan Roma ke Kebatrikan Konstantinopel gara-gara Paus Gregorius III menentang kebijakan pemberantasan ikon.

Umat Katolik pengamal ritus Romawi sudah lama hadir di kawasan utara Albania. Misi Katolik berkarya di kawasan selatan Albania dari tahun 1660 sampai 1765, yakni sejak uskup agung Ortodoks setempat bergabung dengan Gereja Katolik sampai usaha misi tersebut terpaksa ditinggalkan lantaran dihalang-halangi pemerintah Kesultanan Usmani. Pada tahun 1895, beberapa desa di daerah Mali Shpati, kawasan tengah Albania, memutuskan untuk masuk Katolik dan menuntut diberi uskup yang seritus dengan mereka. Tuntutan tersebut menuai protes yang dilayangkan pihak konsulat Rusia dan Montenegro kepada pemerintah setempat. Pada tahun 1900, muncul satu lagi kelompok umat Katolik Gerika di bawah pimpinan Jorgji Germanos, seorang arkimandrit yang masih terhitung kemenakan uskup metropolit Ortodoks. Kelompok inilah yang pada akhirnya membentuk jemaat Katolik pengamal ritus Bizantin di Elbasan. Pertambahan jumlah umat tidaklah pesat, tetapi setidaknya jumlah umat pada tahun 1939 sudah cukup banyak sehingga kawasan selatan Albania dipandang layak dijadikan yurisdiksi gerejawi tersendiri di bawah kepemimpinan seorang administrator apostolik. Belum genap tujuh tahun memimpin, administrator apostolik dipaksa pemerintah untuk angkat kaki dari Albania. Ketegasan rezim Komunis yang menguasai Albania ketika itu membuat Takhta Suci kehilangan kontak dengan umat pengamal ritus Bizantin di negeri itu.

Takhta Suci baru berpeluang mengangkat administrator apostolik baru untuk Albania Selatan pada tahun 1992. Mulanya jabatan tersebut dirangkap kepala perwakilan diplomatik Takhta Suci di Tirana, Uskup Agung Ivan Dias, yang kemudian hari ditahbiskan menjadi Uskup Agung Mumbai dan dilantik menjadi kardinal. Pengganti Uskup Agung Ivan Dias selaku Administrator Apostolik Albania Selatan, bukan selaku Nuncio, adalah Hil Kabashi, uskup kelahiran Kroasia dari tarekat Fransiskan pengamal ritus Bizantin yang diangkat pada tahun 1996.

Administrasi Apostolik Albania Selatan mengayomi 3.200 umat Katolik di enam paroki dan 11 gereja, dilayani 4 orang imam praja, 10 orang imam tarekat, 10 orang bruder, dan 97 orang suster, serta mengelola 10 buah sekolah dan 20 lembaga amal kasih. Sebagian besar mengamalkan ritus Romawi.

Baca juga

Referensi

Rujukan

Sumber rujukan

  • Oriente Cattolico (Kota Vatikan: Kongregasi Suci untuk Gereja-Gereja Timur, 1974)
  • Annuario Pontificio.
Sejarah
(Linimasa
Gerejawi
Kehakiman)
Gereja Perdana
Gereja Raya
Abad Pertengahan
Zaman Modern
Teologi
(Alkitab
Tradisi
Katekismus)
Umum
Eklesiologi
Sakramen
Mariologi
Filsafat
Para Kudus
Organisasi
(Hierarki
Hukum Kanon
Umat Awam
Jenjang Kehormatan
Menurut Negara)
Takhta Suci
(Daftar Paus)
Kota Vatikan
Politas (Imamat)
Hidup Bakti
Gereja Partikular
Sui Iuris
Liturgi Katolik
Budaya
Media
Tarekat,
Institut,
Serikat Religius
Serikat
Umat Beriman
Amal Kasih
Alkitab
Dasar
Sejarah
Lini Masa
Kristen Perdana
Gereja Raya
Abad Pertengahan
Zaman Modern
Denominasi
(Daftar)
Kristen Barat
Kristen Timur
Restorasionis
Teologi
Filsafat
Lain-lain
Kebudayaan
Gerakan
Kerja Sama
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan