Minggu, 20 September 2026
12:46 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Dikandung Tanpa Noda

Dikandung Tanpa Noda

Bunda Maria Dikandung Tanpa Noda Dosa
250px-Inmaculada_Concepci%C3%B3n_%28Tiepolo%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Maria Dikandung Tanpa Noda (1767–1769)
oleh Giovanni Battista Tiepolo
Dihormati diGereja Katolik
Gereja Tewahedo Ortodoks Etiopia
Gereja Tewahedo Ortodoks Eritrea
Tempat ziarahBasilika Tempat Ziarah Nasional Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda, Washington, D.C.
Pesta8 Desember (Ritus Romawi)
9 Desember (Ritus Bizantin)
13 Agustus (Ritus Aleksandria)
Atribut
  • Bulan sabit
  • setengah dari kedua belas bintang
  • jubah biru
  • putti (malaikat kanak-kanak)
  • ular yang terinjak
  • Pengangkatan ke Surga
40px-Emblem_of_the_Papacy_SE.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bagian dari seri Gereja Katolik tentang
Mariologi
250px-Madonna_of_the_Magnificat.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel umum
Gerakan dan paguyuban
20px-046CupolaSPietro.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail PortalKatolik

Dikandung Tanpa Noda atau Konsepsi Imakulata (Bahasa Latin: Immaculata Conceptio) adalah keyakinan bahwa Bunda Maria dibebaskan dari dosa asal sejak ia dikandung atau (dengan kata lain) sejak konsepsinya.[1] Keyakinan ini merupakan salah satu dari empat dogma Maria dalam Gereja Katolik.[2] Setelah diperdebatkan selama berabad-abad oleh para teolog Abad Pertengahan, doktrin tersebut akhirnya ditetapkan secara resmi sebagai dogma Gereja melalui bula Ineffabilis Deus yang dikeluarkan oleh Paus Pius IX pada tahun 1854.[2] Sebagai perantara dogma ini, melalui hasil Konsili Trento (1545–1563), Gereja mengakui bahwa Maria dibebaskan dan dijauhkan dari dosa-dosa pribadi.[3]

Gereja Katolik mengajarkan bahwa berkat karunia penebusan Yesus Kristus kepada Bunda Maria dan karena rahmat Allah yang istimewa, maka sejak ia dibentuk di dalam rahim ibunya, Maria telah dibebaskan dari noda (macula) dosa asal Adam.[4]

Bahwa perawan tersuci Maria, sejak saat pertama perkandungannya, oleh rahmat yang luar biasa dan oleh pilihan Allah yang Mahakuasa serta karena pahala Yesus Kristus, Penebus umat manusia, telah dibebaskan dari segala noda dosa asal.

Ineffabilis Deus DS 2803, yang dikutip oleh Katekismus Gereja Katolik No. 491.

Gereja mendasarkan ajarannya pada kenyataan yang disebutkan dalam Lukas 1:28, yaitu bahwa Malaikat Agung Gabriel, yang membawa kabar kelahiran Yesus, menyapa Maria sebagai "penuh rahmat". Gereja percaya bahwa untuk mempersiapkan Maria sebagai "Bait Allah yang mempersembahkan Kristus pada dunia", maka sangat masuk akal bagi Maria untuk "disucikan" dengan rahmat Allah. Rahmat tersebut juga tidak terlepas dari karunia penebusan Yesus yang berlaku surut kepada bunda-Nya, terutama karena Maria menerima dan menaati kehendak Allah untuk menyerahkan dirinya menjadi bagian dari karya penebusan Allah bagi manusia.[4]

Doktrin Maria Dikandung Tanpa Noda menjadi salah satu topik yang cukup populer dalam berbagai karya sastra masa lampau,[5] tetapi kurang menonjol sebagai acuan pembuatan karya-karya seni oleh karena sifatnya yang abstrak.[6] Ikonografi Maria Dikandung Tanpa Noda sering menampilkan gambar Bunda Maria yang sedang berdiri dengan tangan yang direntangkan atau tangan yang dikatupkan seperti sedang berdoa. Hari pesta Katolik untuk Maria Dikandung Tanpa Noda, yang secara resmi disebut Hari Raya Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda jatuh pada tanggal 8 Desember.[7]

Sebagian besar gereja-gereja Protestan menolak doktrin Maria Dikandung Tanpa Noda sebagai konsep yang tidak alkitabiah,[8] meskipun beberapa umat Anglikan mengakui doktrin ini sebagai salah satu bentuk penghayatan iman yang khusyuk.[9] Sementara itu, opini dari Ortodoksi Oriental mengenai doktrin tersebut terbagi menjadi dua: Shenouda III, Paus Gereja Ortodoks Koptik, menentang pengajaran tersebut,[10] sedangkan Gereja Tewahedo Ortodoks Etiopia dan Eritrea menerimanya.[11] Doktrin tersebut mendapat pertentangan dari Ortodoksi Timur karena adanya perbedaan pemahaman mengenai dosa asal dengan Gereja Katolik, meskipun Gereja juga menyetujui bahwa Maria dimurnikan dan dihindarkan dari dosa.[12] Patriarkh Anthimus VII dari Konstantinopel (1827–1913) menggambarkan dogma tersebut sebagai suatu bentuk "pembaruan Romawi".[13]

Hari raya

Hari Raya Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda yang dirayakan tiap tanggal 8 Desember diresmikan sebagai sebuah pesta perayaan umum Gereja pada tahun 1476 oleh Paus Siktus IV. Ia tidak membuat doktrin tersebut sebagai sebuah dogma sehingga membiarkan umat Katolik Roma untuk bisa percaya atau tidak tanpa risiko dituduh menentang ajaran gereja. Kebebasan ini ditegaskan sekali lagi oleh Konsili Trente. Keberadaan pesta perayaan ini adalah sebuah tanda kuat mengenai kepercayaan Gereja atas Maria Dikandung Tanpa Noda, bahkan jauh sebelum peresmiannya sebagai sebuah dogma pada abad ke-19.

Dalam Gereja Katolik Roma, Hari Raya Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda adalah sebuah hari raya wajib, kecuali di beberapa tempat di mana konferensi para uskup setempat telah memutuskan untuk tidak mewajibkannya, setelah disetujui oleh Tahta Suci. Hari raya ini merupakan hari libur publik di beberapa negara dengan mayoritas penduduk beragama Katolik Roma seperti Italia. Di Filipina, walau disana tidak diperingati sebagai hari libur publik, semua sekolah Katolik merayakannya sehingga seakan-akan menjadikan hari itu seperti hari libur.

Sejarah

Bagi Gereja Katolik Roma, dogma Dikandung Tanpa Noda menjadi semakin penting setelah penampakannya di Lourdes pada tahun 1858. Di Lourdes seorang gadis berusia 14 tahun, Bernadette Soubirous, menyatakan bahwa seorang wanita cantik muncul di hadapannya. Wanita tersebut memperkenalkan dirinya sebagai "Yang Dikandung Tanpa Noda" dan para umat percaya bahwa wanita tersebut adalah Perawan Suci Maria.

Dalam hal ini, dogma Katolik Roma mengenai Dikandung Tanpa Noda yang dikeluarkan oleh Paus Pius IX ini juga dipandang sebagai sebuah contoh penting dari penggunaan sensus fidelium yang berkembang di tengah-tengah umat dan Magisterium, tidak hanya bersandar sepenuhnya pada Kitab Suci dan tradisi.[14] Vatikan mengutip mengenai hal ini dalam Fulgens Corona di mana Paus Pius XII mendukung kepercayaan semacam itu:

Apabila pemujaan masyarakat kebanyakan pada Sang Perawan Suci Maria diberikan perhatian saksama sesuai dengan haknya, siapa yang berani meragukan bahwa Ia, yang lebih suci daripada para malaikat dan selalu suci selamanya, pernah sekali waktu, bahkan dalam saat yang paling pendek sekalipun, tidak terbebaskan dari noda dosa?[15]

Saat ini, tradisi Katolik Roma memiliki sebuah filosofi yang benar-benar terbentuk mengenai penelitian Dikandung Tanpa Noda dan penghormatan pada Perawan Suci Maria melalui bidang Mariologi dengan sekolah-sekolah Kepausan seperti Marianum yang secara khusus didirikan untuk tujuan tersebut.[16][17][18]

Referensi

  1. Tinsley, E.J. (2005), "Immaculate Conception of the Blessed Virgin Mary", dalam Richardson, Alan; Bowden, John (ed.), The Westminster Dictionary of Christian Theology, Presbyterian Publishing House, ISBN 9780664227487
  2. 1 2 Collinge, William J. (2012). Historical Dictionary of Catholicism. Scarecrow Press. ISBN 9780810879799.
  3. Fastiggi, Robert (2019). "Mariology in the Counter-Reformation". Dalam Maunder, Chris (ed.). The Oxford Handbook of Mary. Oxford University Press. ISBN 9780198792550.
  4. 1 2 Katekismus Gereja Katolik No. 490-494
  5. Twomey, Lesley K. (2008). The Serpent and the Rose: The Immaculate Conception and Hispanic Poetry in the Late Medieval Period. Brill. ISBN 9789047433200.
  6. Hall, James (2018). Dictionary of Subjects and Symbols in Art. Routledge. ISBN 9780429962509.
  7. Barrely, Christine (2014). The Little Book of Mary. Chronicle Books. ISBN 9781452135663.
  8. Herringer, Carol Engelhardt (2019). "Mary as Cultural Symbol in the Nineteenth Century". Dalam Maunder, Chris (ed.). The Oxford Handbook of Mary. Oxford University Press. ISBN 9780198792550.
  9. "Immaculate Conception". An Episcopal Dictionary of the Church, A User Friendly Reference for Episcopalians. Diakses tanggal 3 Mei 2022 via Episcopal Church.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. Shenouda III; Malaty, Tadros. "Lecture I: St. Mary's Perpetual Virginity & Immaculate Conception" (PDF). Diocese of the Southern United States. Diakses tanggal 16 Mei 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. "What is our position on St. Mary and Immaculate Conception and what is it?". Diocese of U.S.A. and Canada, Eritrean Orthodox Tewahedo Church. Januari 19, 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  12. Tinsley 2005, hlm. 286.
  13. Meyendorff 1981, hlm. 90.
  14. "Agenzia Fides - Congregazione per l'Evangelizzazione dei Popoli". Diarsipkan dari asli tanggal 2007-10-24. Diakses tanggal 2008-09-17.
  15. Fulgens Corona, 10
  16. Mariology Society of America http://mariologicalsocietyofamerica.us Diarsipkan 2017-09-25 di Wayback Machine.
  17. Centers of Marian Study http://www.servidimaria.org/en/attualita/promotori2/promotori2.htm Diarsipkan 2008-03-01 di Wayback Machine.
  18. Publisher’s Notice in the Second Italian Edition (1986), reprinted in English Edition, Gabriel Roschini, O.S.M. (1989). The Virgin Mary in the Writings of Maria Valtorta (English Edition). Kolbe's Publication Inc. ISBN 2-920285-08-4

Lihat pula

Pranala luar

Keluarga
250px-Vierge_en_oraison_%28Il_Sassoferrato%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Riwayat Hidup
Tradisi: Masa Muda
Dalam Alkitab
Tradisi: Akhir Hayat
Apokrip
Mariologi
Kristen
Lain-lain
Penghormatan
Gelar
Doa
Seni Rupa
Barat
Timur
Terkait
Adven
250px-Roman_Catholic_liturgical_seasons_pie_chart.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Masa Natal
Masa Biasa I
Prapaskah
Trihari Suci
Masa Paskah
Masa Biasa II
Penamaan menurut "Penanggalan Liturgi" tahunan yang dikeluarkan resmi oleh Komisi Liturgi KWI
HR = Hari Raya
SPM = Santa Perawan Maria
YMY = Yesus, Maria, Yusuf
S. = Santo/Santa
Adven
Masa Natal
Masa Epifani
Prapaskah
Prapuasa Agung
Prapaskah
Masa Sengsara
Trihari Suci
Masa Paskah
Masa Pentakosta
Legenda
 P = Prosesi Biasa menurut Ritual Romawi
Penamaan tidak resmi karena misa luar biasa belum pernah diadopsi oleh KWI
SPM = Santa Perawan Maria
S. = Santo/Santa
Legenda
 Teks bercetak miring menandakan 10 hari raya wajib yang tidak jatuh pada hari Minggu
Kalender lebih tua
1950
pra-1950
Tridentin
Warna liturgi
Tingkatan
Computus
20px-046CupolaSPietro.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail PortalKatolik
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan