Jumat, 25 September 2026
05:16 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum
Sub tuum Praesidium

Sub tuum Praesidium

250px-Icon_03050_Pokrova_Bogorodicy._Seredina_XVII_v._Ukraina.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
"Perlindungan Sang Perawan", ikonografi Ortodoks Timur menggambarkan Bunda Kerahiman dengan jubah pelindungnya

Sub Tuum Praesidium (bahasa Yunani:Ὑπὸ τὴν σὴν εὐσπλαγχνίαν, bahasa Indonesia:Di bawah perlindunganmu) adalah suatu doa atau himne yang berasal dari tradisi kuno untuk memohon perantaraan Santa Perawan Maria sebagai Bunda Allah (Theotokos). Teks tertua himne ini ditemukan pada liturgi Natal Ortodoks Koptik, tertulis dalam suatu papirus dari Mesir dengan bahasa Yunani, diperkirakan antara tahun 250-280.[1][2] Sub tuum praesidium kemungkinan adalah doa Kristiani tertua yang digunakan baik oleh Gereja Barat maupun Gereja Timur untuk memohon perantaraan Bunda Maria. Teks yang digunakan dalam Ritus Romawi diyakini berasal dari versi Koptik, sementara teks yang digunakan Ritus Ambrosian banyak berdasar pada Ritus Bizantium.[3]

Menurut Buku Panduan Indulgensi (Enchiridion Indulgentiarum) Conc. 17 § 2, umat Katolik yang mendaraskan doa ini dengan kesalehan memperoleh "indulgensi sebagian".[4] Indulgensi hanya dapat diperoleh jika semua syarat yang ditentukan terpenuhi (Lihat: Indulgensi).

Penggunaan

Dalam Ritus Roma, Sub Tuum Praesidium didaraskan atau dinyanyikan dalam berbagai kesempatan, salah satunya adalah dalam Litani Santa Perawan Maria. Kemudian juga sebagai doa penutup atau antifon dalam Ibadat Penutup atau Ibadat Malam (Compline) pada Ibadat Harian (Horarium), di luar Masa Paskah.[2]

Teks bahasa Latin

Teks dalam bahasa Latin yang dipergunakan di Gereja Katolik Ritus Romawi:[4][2]

Sub tuum praesidium confugimus,
Sancta Dei Genetrix.
Nostras deprecationes ne despicias in necessitatibus (nostris),
sed a periculis cunctis libera nos semper,
Virgo gloriosa et benedicta.

Teks dalam bahasa Latin yang dipergunakan di Gereja Katolik Ritus Ambrosian:[3]

Sub tuam misericórdiam confúgimus,
Dei Génitrix:
ut nostram deprecatiónem ne indúcas in tentatiónem,
sed de perículo líbera nos,
sola casta et benedícta.

Teks bahasa Indonesia

Teks dalam bahasa Indonesia dengan judul Perlindungan Bunda Maria sesuai yang tercantum dalam Kompendium Katekismus Gereja Katolik:[5]

Santa, Bunda Allah, kami berlindung padamu.
Janganlah mengabaikan doa kami
bila kami dirundung nestapa.
Bebaskanlah kami selalu
dari segala mara bahaya,
ya Perawan mulia yang terpuji.
Amin.

Referensi

  1. ↑ (Inggris) Matthewes-Green, Frederica (2007). The Lost Gospel of Mary: The Mother of Jesus in Three Ancient Texts. Brewster MA: Paraclete Press. hlm. 85–87. ISBN 978-1-55725-536-5.
  2. 1 2 3 (Inggris) "Sub Tuum Praesidium - We Fly to Thy Patronage". http://www.preces-latinae.org/.{{cite web}}: Tautan eksternal dalam |publisher=
  3. 1 2 (Inggris) Henri de Villiers (February 03, 2011). "The Sub Tuum Praesidium". New Liturgical Movement.{{cite news}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  4. 1 2 (Latin) "Enchiridion Indulgentiarum" (Edisi 16 iulii 1999 - Quarta editio). Libreria Editrice Vaticana. 1999.
  5. ↑ Kompendium Katekismus Gereja Katolik (PDF), Diterjemahkan dari Catechismo della Chiesa Cattolica oleh Harry Susanto, SJ., versi daring dari Situs Vatikan (Edisi 2013, VIII), KWI dan Penerbit Kanisius, hlm. 208, ISBN 978-979-21-2184-1{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Lain-lain (link)

Pranala luar

Doa dalam Misa
Kanak-kanak Samuel sedang berdoa
Doa Maria
Doa lainnya
Catatan: Doa-doa yang dicetak miring dapat mendatangkan indulgensi
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan