Sabtu, 31 Oktober 2026
17:18 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Ave Verum Corpus

komposisi musik

Bagikan:

"Ave verum corpus" adalah Kidung Gregorian bertema Ekaristi yang telah digubah menjadi musik oleh beberapa pengarang lagu. Lagu ini berasal dari abad ke-14 dan diciptakan bagi Paus Innosensius VI.[1]

Selama Abad Pertengahan, lagu ini dinyanyikan pada saat pengangkatan hosti waktu konsekrasi. Lagu ini juga dimadahkan pada saat Adorasi Sakramen Mahakudus.

Lagu ini berisi meditasi tentang kepercayaan umat Katolik akan kehadiran nyata Yesus dalam sakramen Ekaristi, dan mengaitkannya dengan keyakinan umat Katolik tentang makna penebusan dari penderitaan dalam kehidupan semua orang beriman.

Teks

———Latin
Ave verum corpus, natum
de Maria Virgine,[a]
vere passum, immolatum
in cruce pro homine
cuius latus perforatum
fluxit aqua et sanguine:[b]
esto nobis praegustatum
in mortis examine.[c]

O Iesu dulcis, O Iesu pie,
O Iesu, fili Mariae.
Miserere mei. Amen.[d]

 
Salam, Tubuh yang Mulia,
yang dilahirkan oleh Perawan Maria
yang sungguh menderita
disalibkan di kayu salib untuk umat manusia,
yang lambung-Nya ditikam,
mencurahkan air dan darah
Jadilah bagi kami cicipan ilahi,
saat kematian menjemput kami!

Oh Yesus yang manis, oh Yesus yang kudus,
Oh Yesus, putra Maria,
kasihanilah aku. Amin.

  1. ↑ Versi lain menuliskan ex Maria Virgine.
  2. ↑ Versi lain menuliskan unda fluxit et sanguine.
  3. ↑ Versi lain menuliskan mortis in examine.
  4. ↑ Versi lain menuliskan Miserere nobis.

Referensi

  1. ↑ Rubin, Miri (1992). Corpus Christi: The Eucharist in Late Medieval Culture. Cambridge University Press. hlm. 56.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Ave verum corpus.
Doa dalam Misa
Kanak-kanak Samuel sedang berdoa
Doa Maria
Doa lainnya
Catatan: Doa-doa yang dicetak miring dapat mendatangkan indulgensi
Ikon rintisan

Artikel bertopik Katolik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan