Selasa, 03 November 2026
16:13 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Veni Sancte Spiritus

Veni Sancte Spiritus

doa, madah, lagu

Bagikan:
Artikel ini berisi tentang sekuensia untuk Misa Pentakosta. Untuk doa yang dapat mendatangkan indulgensi sebagian, lihat Datanglah, Roh Kudus.
Artikel ini bukan mengenai Veni Creator Spiritus.
250px-Holy_Spirit_as_Dove_%28detail%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Burung merpati, sebagai simbol dari Roh Kudus, pada kaca patri di Basilika Santo Petrus

Veni Sancte Spiritus merupakan suatu sekuensia atau madah dalam liturgi Gereja Katolik Ritus Roma saat Misa Pentakosta (dinyanyikan sebelum Bait Pengantar Injil) dan oktafnya.[1] Madah atau himne ini dikaitkan dengan tiga (kemungkinan) pengarang yang berbeda yaitu: Raja Robert II dari Prancis, Paus Innosensius III, dan Uskup Agung Canterbury Stephen Langton —yang mana merupakan kemungkinan terbesar.[2][3][4]

Veni Sancte Spiritus merupakan salah satu dari empat sekuensia yang dipertahankan dalam Missale Romanum yang dikeluarkan pada tahun 1570 setelah Konsili Trente (1545–63). Sebelum Konsili Trente, ada banyak hari raya yang memiliki sekuensia tersendiri.[5] Sekuensia ini masih dinyanyikan hingga saat ini, tetap dipertahankan kendati terjadi berbagai perubahan liturgis setelah Konsili Vatikan II.

Sekuensia ini dikemas dalam komposisi musik oleh sejumlah komponis, khususnya selama Abad Renaisans, seperti Guillaume Du Fay, Josquin des Prez, Adrian Willaert, Giovanni Pierluigi da Palestrina, John Dunstaple, Orlande de Lassus, Tomás Luis de Victoria, dan William Byrd. Komponis-komponis di kemudian hari yang juga menggunakan teks ini misalnya Morten Lauridsen, Frank La Rocca, dan yang paling dikenal oleh umat Katolik, Samuel Webbe.[6]

Teks

Terjemahan berikut dalam bahasa Indonesia merupakan lirik lagu resmi, dengan judul "Ya Roh Kudus, Datanglah", sesuai Puji Syukur no. 569.[7]

Bermasalah memainkan berkas ini? Lihat bantuan media.
Veni Sancte Spiritus Ya Roh Kudus, Datanglah Datanglah Roh Kudus (Edisi Revisi 2021) [8]

Veni, Sancte Spiritus,
et emitte caelitus lucis tuae radium.

Veni, pater pauperum,
veni, dator munerum, veni, lumen cordium.

Consolator optime,
dulcis hospes animae, dulce refrigerium.

In labore requies,
in aestu temperies, in fletu solatium.

O lux beatissima,
reple cordis intima tuorum fidelium.

Sine tuo numine,
nihil est in homine, nihil est innoxium.

Lava quod est sordidum,
riga quod est aridum, sana quod est saucium.

Flecte quod est rigidum,
fove quod est frigidum, rege quod est devium.

Da tuis fidelibus, in te confidentibus,
sacrum septenarium.

Da virtutis meritum,
da salutis exitum, da perenne gaudium.

Ya Roh Kudus, datanglah,
dari surga sinarkan pancaran cahaya-Mu.

Suluh hati, datanglah,
Bapa kaum yang lemah, pemberi anugerah.

Kau penghibur ulungku,
Kau sahabat jiwaku, penyejukku yang lembut.

Kau segarkan yang lelah,
Kau tenangkan yang resah, Kau melipur yang sendu.

O Cahaya yang cerah,
datang dan penuhilah hati kaum beriman.

Tanpa kekuasaan-Mu,
hampa daya umat-Mu; hanya noda adanya.

Yang cemar bersihkanlah,
yang kersang siramilah, yang terluka pulihkanlah.

Yang keras lunakkanlah,
yang beku cairkanlah, yang sesat arahkanlah.

Limpahilah umat-Mu yang percaya pada-Mu:
sapta karunia-Mu.

Dan curahkan anug'rah:
akhir hidup bahagia, sukacita tak henti.

Datanglah Roh Kudus,
dari surga sinarkan pancaran cahaya-Mu.

Datanglah suluh hati,
Bapa kaum yang lemah, pemberi anugerah.

Engkau penghibur ulungku,
Engkau sahabat jiwaku, penyejukku yang lembut.

Engkau segarkan yang lelah,
Engkau tenangkan yang resah, Engkau melipur yang sendu.

O Cahaya mulia,
penuhi hati nurani, umat kepunyaan-Mu.

Tanpa berkat restu-Mu,
hampalah manusia, tiada pun yang berguna.

Yang cemar bersihkanlah,
yang kersang siramilah, yang terluka pulihkanlah.

Yang keras lunakkanlah,
yang beku cairkanlah, yang sesat arahkanlah.

Limpahilah umat-Mu yang percaya pada-Mu:
sapta karunia-Mu.

Dan curahkan anug'rah:
akhir hidup bahagia, sukacita tak henti.

Catatan

  • Catatan 1: Kalimat dalam bait ini tidak diterjemahkan dari Bahasa Latin dengan urutan yang sama

Referensi

  1. ↑ Liber Usualis, pp. 880-81. Solesmes 1961.
  2. ↑ (Inggris) "Veni, Sancte Spiritus - Come, Holy Spirit". http://www.preces-latinae.org/.{{cite web}}: Tautan eksternal dalam |publisher=
  3. ↑ (Inggris) "Veni, Sancte Spiritus - Come, Holy Spirit". http://www.preces-latinae.org/.{{cite web}}: Tautan eksternal dalam |publisher=
  4. ↑ (Inggris) Hugh Henry (1912). "The Catholic Encyclopedia - Veni Sancte Spiritus Et Emitte Coelitus". New York: Robert Appleton Company (retrieved from New Advent).
  5. ↑ (Inggris) David Hiley, Western Plainchant: A Handbook (OUP, 1993), II.22, pp.172-195
  6. ↑ Cyber Hymnal, "O" titles, #347 http://www.hymntime.com/tch/htm/c/t/h/cthscome.htm Diarsipkan 2016-03-04 di Wayback Machine
  7. ↑ Komisi Liturgi KWI. Puji Syukur (Edisi 2010). Jakarta: Penerbit OBOR. ISBN 978-979-565-009-6.
  8. ↑ (Indonesia) "Madah Pentakosta (Sekuensia) (Edisi Revisi 2021)". https://lagumisa.web.id/.{{cite web}}: Tautan eksternal dalam |publisher=
Doa dalam Misa
Kanak-kanak Samuel sedang berdoa
Doa Maria
Doa lainnya
Catatan: Doa-doa yang dicetak miring dapat mendatangkan indulgensi
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan