
Kristotokos (Yunani: Χριστοτόκος) adalah gelar bagi Maria, ibu Yesus. Terjemahan bahasa Indonesianya adalah pembawa Kristus atau, secara kurang harfiah, Ibu Kristus. Istilah ini digunakan oleh umat Katolik dan Kristiani secara umum, namun mendapat perhatian khusus dalam Gereja Timur—yang tidak menerima keputusan Konsili Efesus atau sering disebut sebagai gereja "Nestorian"—karena keberatan mereka terhadap gelar Theotokos.[1]
Etimologi
Kristotokos berasal dari dua kata Yunani: Christos (Χριστός), yang berarti "Kristus", sebuah gelar yang bermakna "yang diurapi" dan padan dengan istilah Ibrani "Mesias"; serta Tokos (τόκος), yang berarti "pembawa" atau "yang melahirkan".
Sebagai istilah yang secara teologis jauh lebih sederhana, "Christotokos" dapat dengan mudah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, karena akurasi yang sangat presisi tidaklah mutlak diperlukan dalam konteks ini.[2]
Teologi
Meskipun istilah ini secara eksplisit menggambarkan Perawan Maria, yang melahirkan Yesus Kristus, istilah ini juga memuat pernyataan teologis implisit mengenai Yesus sendiri, khususnya terkait kodrat-kodrat-Nya dan bagaimana kodrat-kodrat tersebut berada di dalam prosopon dari Sang Sabda yang Berinkarnasi.
Konsili Ekumenis Ketiga
Salah satu pendukung utama istilah tersebut adalah Nestorius dari Konstantinopel, yang—di tengah peristiwa-peristiwa seputar Konsili Efesus—dengan gigih mempertahankan ortodoksi penuh istilah itu dalam menghadapi Theotokos, istilah yang lebih disukai oleh lawannya, Santo Sirilus dari Aleksandria.
Lihat juga
Referensi
- ↑ Hall, Christopher Alan (2002). Learning Theology With the Church Fathers. InterVarsity Press. hlm. 8–9. ISBN 9780830826865.
- ↑ Christology And The Council Of Chalcedon By Fr. Shenouda M. Ishak ( OCR).