Minggu, 20 September 2026
16:42 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Monastisisme Kristiani

Monastisisme Kristiani

250px-%27St._Paul_the_Hermit_Fed_by_the_Raven%27%2C_after_Il_Guercino%2C_Dayton_Art_Institute.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
St. Paulus Pertapa Diberi Makan oleh Burung Gagak, lukisan karya Guercino.

Monastisisme Kristiani merupakan praktik kesalehan individu-individu yang menjalani kehidupan asketis, dan biasanya tertutup, yang ditujukan pada ibadah Kristiani. Praktik ini mulai berkembang sejak awal sejarah Gereja dalam Kekristenan, meneladani contoh-contoh ideal di dalam Alkitab, termasuk yang terdapat di dalam Perjanjian Lama, kendati di dalam kitab suci tidak diamanatkan sebagai suatu institusi. Praktik ini diatur dalam aturan-aturan religius (misalnya Regula Santo Agustinus, St. Antonius Agung, dan St. Pakomius, Peraturan St. Basilius, serta Peraturan Santo Benediktus) dan, pada zaman modern, hukum kanon masing-masing denominasi Kristen yang memiliki bentuk kehidupan monastik atau kerahiban. Orang yang menjalani kehidupan monastik dikenal dengan istilah umum rahib (pria) dan rubiah (wanita). Dalam bahasa Inggris modern, mereka juga dikenal dengan istilah monastics yang dipandang netral-gender. Kata Inggris monk (rahib) berdasar pada kata Yunani monakhos yang berarti "soliter", dari kata monos yang berarti "sendiri".[1][2]

Pada awalnya para rahib tidak tinggal dalam biara-biara, melainkan hidup sendiri-sendiri, sebagaimana yang mungkin ditunjukkan oleh kata monos. Seiring dengan semakin banyaknya orang yang menjalani kehidupan kerahiban, hidup sendirian di padang gurun, mereka mulai berkumpul bersama-sama dan menjadi model bagi para rahib awal yang hidup di sekitar mereka. Para rahib dengan cepat membentuk komunitas-komunitas untuk memajukan kesanggupan mereka mempraktikkan suatu kehidupan asketik.[3] Menurut sejarawan Kekristenan bernama Robert Louis Wilken, "Dengan menciptakan suatu struktur sosial alternatif di dalam Gereja, mereka meletakkan dasar bagi salah satu dari institusi Kristen yang paling bertahan lama ... ."[4] Para monastik umumnya tinggal dalam suatu biara pertapaan, tempat mereka hidup di sana dalam kebersamaan komunitas (para senobit) ataupun dalam kesendirian (para eremit).

Lihat pula

Catatan, referensi, sumber

Referensi
  1. (Inggris) Harper, Douglas. "monk". Online Etymology Dictionary.
  2. (Inggris) Corbishley, Mike. Monks lived a very strict and regulated life.Life in a monastery included prayer,manualwork, and this promoted the idea of the dignity and labour. Cultural Atlas for Young People The Middle Ages Revised Edition. New York: Facts On File, Inc., 2004, page 38.
  3. (Inggris) Rowling, Marjorie. Everyday Life in Medieval Times. London: Jarrold and Sons Ltd, 1968, page 125.
  4. (Inggris) Wilken, Robert Louis (2012). The First Thousand Years: A Global History of Christianity. New Haven and London: Yale University Press. hlm. 100. ISBN 978-0-300-11884-1.
Sumber
  • (Inggris) Ritari, K. (2009). Saints and Sinners in Early Christian Ireland: Moral Theology in the Lives of Saints Brigit and Columba. Turnhout: Brepols Publishers. ISBN 978-2-503-53315-5.
  • (Inggris) Lawrence, C. H. (2001). Medieval Monasticism (Edisi 3rd). Harlow: Pearson Education. ISBN 0-582-40427-4.
  • (Inggris) Chitty, D. J. (1966). The Desert a City. Oxford: Basil Blackwell.
  • (Inggris) Meyer, R. T. (1950). St. Athanasius: The Life of Anthony. ACW 10. Westminster, Md.: Newman Press.
  • (Inggris) "Idiorrhythmic Monasticism". Encyclopaedia Britannica. Encyclopaedia Britannica Inc. Diakses tanggal 9 Oktober 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  • (Inggris) Butler, Edward Cuthbert. "St. Anthony". The Catholic Encyclopedia Vol. 1. Robert Appleton Company. Diakses tanggal 9 Oktober 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  • (Inggris) "Anchoress". The Middle Ages Website. Diakses tanggal 9 Oktober 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  • (Inggris) Gardner, Edmund. "Juliana of Norwich". The Catholic Encyclopedia Vol. 8. Robert Appleton Company, 1910. Diakses tanggal 9 Oktober 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  • (Inggris) "Mendicant Orders in the Medieval World". Heilbrunn Timeline of Art History. The Metropolitan Museum of Art. Diakses tanggal 9 Oktober 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Sejarah
(Linimasa
Gerejawi
Kehakiman)
Gereja Perdana
Gereja Raya
Abad Pertengahan
Zaman Modern
Teologi
(Alkitab
Tradisi
Katekismus)
Umum
Eklesiologi
Sakramen
Mariologi
Filsafat
Para Kudus
Organisasi
(Hierarki
Hukum Kanon
Umat Awam
Jenjang Kehormatan
Menurut Negara)
Takhta Suci
(Daftar Paus)
Kota Vatikan
Politas (Imamat)
Hidup Bakti
Gereja Partikular
Sui Iuris
Liturgi Katolik
Budaya
Media
Tarekat,
Institut,
Serikat Religius
Serikat
Umat Beriman
Amal Kasih
Umum
Gereja Purba
Abad Pertengahan Awal
Abad Pertengahan Madya
Kebatinan dan pembaruan
Abad ke-19
Abad ke-20
Abad ke-21
Umum
Gereja Purba
(30–325/476)
Awal Mula dan
Zaman Apostolik (30–100)
Zaman Pranikea (100–325)
Abad Kuno
(313–476)
Gereja Raya
(180–451)
Agama negara
Kekaisaran Romawi

(380–451)
Abad Pertengahan Awal
Abad Pertengahan Madya
Abad Pertengahan Akhir
Abad Ke-19
Abad Ke-20
Abad Ke-21
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan