Sabtu, 24 Oktober 2026
02:06 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Klausura

Klausura

Bagikan:
330px-Salisbury_Cathedral%2C_cloister%2C_from_top_of_tower.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klausura di Katedral Salisbury.

Suatu klausura (bahasa Inggris:cloister; dari kata Latin claustrum, "tempat tertutup")[1] adalah suatu lorong beratap untuk berjalan kaki, koridor terbuka, atau arkade terbuka di sepanjang dinding bangunan dan membentuk suatu halaman tengah segi empat atau halaman dalam. Terlekatnya suatu klausura pada suatu bangunan gereja ataupun katedral, umumnya menempel pada suatu sisi selatan bangunan yang hangat,[2] biasanya mengindikasikan bahwa klausura tersebut merupakan (atau pernah menjadi) bagian dari suatu institusi monastik, "membentuk suatu penghalang yang kokoh dan berkelanjutan... yang secara efektif memisahkan dunia para rahib dari [dunia] para budak pengolah tanah dan pekerja, yang kehidupan dan pekerjaannya berlangsung di luar dan di sekitar klausura tersebut."[3]

Hidup dalam klausura (atau kehidupan claustral) adalah juga nama lain untuk kehidupan monastik seorang rahib ataupun rubiah dalam tarekat religius tertutup; istilah Inggris modern enclosure ("tertutup") digunakan dalam terjemahan-terjemahan kontemporer hukum gerejawi Katolik[4] dengan arti berklausura, dan beberapa bentuk dari kata induk Latin "claustrum" sering digunakan sebagai suatu nama metonimik untuk biara dalam bahasa-bahasa seperti Jerman.[5]

Secara historis, klausura abad pertengahan awal memiliki beberapa anteseden seperti pelataran peristilium dari domus Romawi-Yunani, atrium serta versi perluasannya yang berfungsi sebagai halaman depan basilika Kristen awal, dan pelataran semi-koridor yang melekat pada sisi-sisi bangunan gereja Siria awal.[6] Walter Horn mengemukakan bahwa komunitas-komunitas senobitik, yang didirikan di Mesir oleh Santo Pakomius, tidak mengakibatkan pembangunan klausura, karena tidak ada budak-budak awam pengolah tanah yang bergantung pada komunitas para rahib, dengan demikian tidak perlu pemisahan di dalam komunitas dalam tembok tersebut. Horn menemukan klausura-klausura prototipikal terawal pada beberapa bangunan gereja monastik istimewa[7] abad ke-5 akhir di Siria selatan, misalnya Biara Santo Sergius dan Bakhus di Umm-is-Surab (489 M) dan halaman depan bertiang dari biara Id-Dêr,[8] tetapi tidak tampak adanya keserupaan pada gugus rumah-bundar dalam kompleks biara semieremitik Irlandia ataupun pada komunitas kolektif Benediktin di Barat.[butuh rujukan]

Pada zaman Karel Agung (Charlemagne), ketentuan akan suatu komunitas monastik terpisah di dalam suatu lahan manorial yang diperluas dan tersebar menciptakan "biara di dalam suatu biara" ini dalam bentuk klausura terkunci, suatu solusi arsitektural yang memungkinkan para rahib melakukan tugas-tugas kesalehan mereka tanpa gangguan kaum awam dan para pegawai.[9] Horn mengajukan biara dan "Altenmünster" Abbas Gundeland di Lorsch (765–74) sebagai salah satu contoh terawal, sebagaimana terungkap dalam penggalian yang dilakukan oleh Frederich Behn;[10] Biara Lorsch diadaptasi tanpa perubahan besar dari sebuah villa rustica milik bangsawan Franka, dalam suatu tradisi yang tak terputus dari zaman Romawi akhir. Klausura awal lainnya, yang terdapat pada biara di Saint-Riquier (790–99), berbentuk segitiga dengan kapel-kapel di setiap sudutnya sebagai representasi Trinitas.[11] Klausura berbentuk persegi yang letaknya menempel pada sisi gereja biara dibangun di Inden (816) dan biara St. Wandrille di Fontenelle (823–33). Di Biara Fulda, suatu klausura baru (819) dibangun di sisi barat liturgis gereja "dengan cara Romawi"[12] serupa dengan halaman depan Basilika Santo Petrus Lama sebagaimana terlihat dari peninggalannya.

Galeri

Referensi

  1. ↑ Heukuen, Adolf. Ensiklopedi Gereja. Vol. 1. 2004. hlm. 194. ISBN 9789799722959.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |penerbit= diabaikan
  2. ↑ (Inggris) Walter Horn, "On the Origins of the Medieval Cloister" Gesta 12.1/2 (1973:13–52) p. 13.
  3. ↑ (Inggris) Oxford Dictionary of Architecture and Landscape Architecture, s.v. "Cloister"
  4. ↑ Kitab Hukum Kanonik, Kanon 667 dst. (Inggris) English translation copyright 1983 The Canon Law Society Trust Diarsipkan 2006-06-19 di Wayback Machine
  5. ↑ Cf. German Kloster.
  6. ↑ Horn 1973 gives these sources.
  7. ↑ Berdasarkan pengamatan Horn, biara Siria saat itu pada umumnya terbuka.
  8. ↑ Horn 1973, plans, figs 9 and 10
  9. ↑ Horn pp 40ff.
  10. ↑ Ketika Lorsch dibangun kembali di suatu situs di dekatnya oleh Abbas Richbold (784–804), klausuranya dibuat dengan bentuk segi empat sempurna, menempel pada sisi selatan bangunan gereja barunya, persis seperti yang terdapat dalam rancangan St. Gallus (Horn 1973:44, figs 43ab, 45).
  11. ↑ Horn 1973:43 and fig 42ab.
  12. ↑ Vita Eigili, kisah hidup Abbas Eigil.

Pranala luar

Wiktionary logo
Lihat entri en:Cloister di kamus bebas Wikikamus.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan