Rabu, 28 Oktober 2026
20:14 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Pasifisme Kristen

Pasifisme Kristen

Bagikan:

Templat:Origenism

250px-Crist%C3%B3v%C3%A3o_de_Figueiredo_-_Mart%C3%ADrio_de_Santo_Hip%C3%B3lito.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Martírio de Santo Hipólito (Martyrdom of Saint Hippolytus) by Cristóvão de Figueiredo
250px-Christus_Pantokrator_%2837685046746%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Yesus dianggap sebagai seorang pasifisme

Pasifisme Kristen adalah posisi teologis dan etis yang menurutnya pasifisme dan non-kekerasan yang memiliki dasar alkitabiah dan rasional bagi orang Kristen, dan menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan tidaklah sesuai dengan iman Kristen.[1] Para pasifis kristen menyatakan bahwa Yesus sendiri adalah seorang pasifis yang mengajar dan mempraktikkan pasifisme dan bahwa para pengikutnya harus melakukan hal yang sama.[2] Para pasifisme terkemuka termasuk Martin Luther King Jr. , Leo Tolstoy,[3] Adin Ballou, dan Hennacy percaya bahwa kepatuhan kepada agama kristen tidak hanya membutuhkan pasifisme, tetapi karena pemerintah pasti mengancam atau menggunakan kekuatan untuk menyelesaikan konflik, anarkisme. Namun, sebagian besar pasifis Kristen, termasuk Gereja Perdamaian, Tim Perdamaian Kristen, dan individu seperti John Howard Yoder, tidak mengklaim sebagai anarkis.

Asal-usul

Perjanjian Lama

%28%D7%A7%D6%B5%D7%99%D7%A0%D6%B8%D7%9F%29_Old_Testament.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Old Testament

Akar pasifisme Kristen dapat ditemukan dalam kitab suci Perjanjian Lama menurut profesor agama Baylor University, John A. Wood.[4]Millard C. Lind menjelaskan teologi peperangan di Israel kuno bahwa Allah mengarahkan umat Israel untuk percaya kepada-Nya, bukan cara bangsa-bangsa lainya berperang, dan untuk mencari perdamaian bukan kekuatan paksaan. Stephen B. Chapman mengungkapkan bahwa Perjanjian Lama menggambarkan intervensi ilahi Allah, bukan politik kekuasaan manusia, atau raja yang berperang, sebagai kunci untuk pelestarian Israel.[5]Lind menegaskan Perjanjian Lama mencerminkan bahwa Tuhan kadang-kadang menjatuhkan sanksi, bahkan memerintahkan perang sampai-sampai Tuhan benar-benar berperang menggunakan kekuatan alam, tindakan ajaib, atau bangsa lain.[6]Selanjutnya Lind berpendapat bahwa Tuhan berperang agar Israel tidak berperang seperti bangsa lain karena tuhan membebaskan mereka.[7]Tuhan berjanji untuk berperang bagi Israel. menjadi musuh bagi musuh-musuh mereka dan menentang semuan yang menentang mereka (Keluaran 23:22).[8]

Perjanjian Lama menegaskan bahwa Tuhan adalah satu-satunya pemberi kehidupan dan Tuhan berdaulat atas kehidupan manusia. Peran manusia adalah menjadi penatalayan yang harus menjaga semua ciptaan tuhan, dan itu termasuk melindungi kehidupan manusia. Craige menjelaskan bahwa perwahyuan diri Tuhan melalui partisipasinya dalam sejarah manusia sebagai Sejarah Keselamatan.[9]Tujuan utama partisipasi Tuhan adalah keselamatan manusia.

Pelayanan Yesus

250px-Ghirlandaio%2C_Domenico_-_Calling_of_the_Apostles_-_1481.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Yesus muncul mengajarkan pasifisme

Yesus muncul mengajarkan pasifisme selama pelayanannya ketika dia memberi tahu murid-muridnya.[10] Ada yang mendengar bahwa dikatakan, mata diganti mata, gigi ganti gigi, tapi saya katakan jangan lawan orang jahat. jika seseorang memukul pipi kanan anda, berikan pipi yang lain kepadanya.[11]Cintailah musuhmu, berbuat baiklah kepada mereka yang membencimu, berkatilah mereka yang mengutukmu, doakan mereka yang menghaniayamu.[12][13]Kembalikanlah pedangmu ketempatnya, karena semua yang menghunus pedang akan mati oleh pedang.[14]

Gereja Awal

Beberapa Bapa gereja menafsirkan ajaran Yesus sebagai mengannjurkan non-kekerasan.[15]

Konvensi Kekaisaran Romawi

Setelah Kaisar Romawi Konstantius bertobat pada tahun 312 M dan mulai menaklukan "dalam nama Kristus" Kekristenan mulai trjerat dengan negara, dan perperangan dan kekerasan makin dibenarkan oleh orang-orang Kristen yang berpengaruh. Misalnya, Agustinus dari Hippo menganjurkan penganiayaan negara kepada kaum Donatis.[16]

Abad Pertengahan

Menurut hagiografi Bonifacia, Bonifasius, pada tahun 754, berangkat dengan rombongan ke Frisia, dengan harapan membuat Fricia tobat. Ia membaptis sebagian besar orang mengadakan rapat umum untuk pengukuhan disuatu tempat yang tidak jauh dari Dokkum. antara Franeker dan Gronigen. Namun, alih-alih para petobatnya, sekelompok bersenjata muncul membunuh uskup agung tua itu. Hagiografi menyebutkan bahwa Bonifasius membujuk rekan-rekannya (bersenjata) untuk melettakkan senjata mereka. "Hentikan pertempuran. Letakkan senjatamu, karena kita diberitahu dalam kitab suci untuk tidak membalas kejahatan tetapi untuk mengatasi kejahatan dengan kebaikan.[17]

Aksi Pasifisme Kristen

Abolisionis dan Anarkis Kristen abad ke-19 Adin Ballou dan William Lloyd Garrison kritis terhadap sifat kekerasan dan konserfatif dari semua pemerinahan manusia. Ballou dan Garrison menganjurkan non-perlawanan terhadap institusi perbudakan dan imperialisme, karena mereka melihat Alkitab sebagai perwujudan dari "non-perlawanan pasif" dan satu satunya cara mencapai mellenim baru di Bumi. Alih-alih kekerasan, mereka menganjurkan bujukan moral atau teguran yang konsisten terhadap institusi perbuuudakan sehingga untuk membujuk orang selatan yang rasis dan orang utara yang acuh terhadap tujuan Abolisionis. Garrison, dan Ballou, bersama dengan Amos Bronson Alcott, Maria Weston Chapman, Stephen Symonds Foster, Abby Kelly, Samuel May, dan Henry C. Wright.[18]

Referensi

  1. ↑ Dombrowski, Daniel A. (2018). Buku Pegangan Routletge Pasifisme dan Non-Kekerasan. London: Andrew Fiala. hlm. 43–53. ISBN 9781138194663.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ "Apakah Yesus seorang pasifis?". GotQuestions.org/Indonesia. Diakses tanggal 2022-07-20.
  3. ↑ McKeogh, Colm (2009). Tosloy's Pacifism. New York: Amherst. ISBN 9781604976342.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ↑ Wood, John A. (1998). Perspektif Tentang Perang Dalam Alkitab. Amerika Serikat: Mercer University Press. hlm. 13. ISBN 0865545642.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. ↑ Heath A., Thomas (2013). Holy War in The Bible; Christian Morality and an Old Testament Problem. Downers Grove: Intervarsity Press. ISBN 9780830884285.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. ↑ Millard C., Lind (1980). Yahweh Is a Warrior. Inggris: Menno Media. hlm. 25–27. ISBN 9780836112337.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  7. ↑ Millard C., Lind (1980). Yahweh is a Warrior. Inggris: Menno Media. hlm. 25–27. ISBN 9780836112337.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  8. ↑ "oremus Bible Browser : Exodus 23:22". bible.oremus.org. Diakses tanggal 2022-07-20.
  9. ↑ Craige, Piter C. (2002). Masalah Perang Dalam Perjanjian Lama. Eugene: Wipf and Stok. hlm. 63. ISBN 1579108830.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  10. ↑ W, Edgar (1958). Christian Pacifism.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  11. ↑ "oremus Bible Browser". bible.oremus.org. Diakses tanggal 2022-07-20.
  12. ↑ "oremus Bible Browser : Matthew 5:43–48". bible.oremus.org. Diakses tanggal 2022-07-20.
  13. ↑ "oremus Bible Browser : Luke 6:27–48". bible.oremus.org. Diakses tanggal 2022-07-20.
  14. ↑ "oremus Bible Browser : Matthew 5:43–48". bible.oremus.org. Diakses tanggal 2022-07-20.
  15. ↑ Gonzales, Justo L. (2005). Essential Theological Terms. Westminster: Jhon Knox Press. hlm. 125. ISBN 0-664-22810-0.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  16. ↑ Andreicut, Gavril (2010-07-01). "The Church's Unity and Authority: Augustine's Effort to Convert the Donatists". Dissertations (1934 -).
  17. ↑ Talbot. hlm. 56.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  18. ↑ Curti, Merle E (1929). Tanpa Perlawan di New England. New England: Triwulan. hlm. 34–57.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan