Sabtu, 07 November 2026
06:45 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Kaul

Kaul

Bagikan:

Kaul adalah janji yang diucapkan oleh seorang anggota religius.[1] Kaul yang diikrarkan meliputi kaul kemiskinan, kemurnian, dan ketaatan.[1] Pada umumnya kaul diucapkan setelah selesai masa novisiat.[2] Ada dua macam kaul, kaul sementara dan kaul kekal.[1] Ini disesuaikan dengan tarekat religius masing-masing.[1]

Menurut Kode Hukum Kanon, "Sebuah Kaul adalah sebuah perjanjian yang dilakukan secara sengaja dan janji bebas kepada Allah, perihal beberapa amalan baik yang memungkinkan dan demi kebaikan. Maka keutamaan keagamaan dibutuhkan untuk dipenuhi." (Kanonik. 1191 §1) [3]

250px-Kapel_La_Storta_Novisiat_Girisonta.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kaul diikrarkan selesai masa novisiat

Namun, sebenarnya istilah kaul pada awalnya adalah sebuah istilah yang lebih umum.[1] Karena kesalehan dan tekad untuk mengabdi Allah, seseorang bisa membuat janji demi rasa saleh tersebut.[1] Kaul itu bisa berupa niat untuk melakukan ziarah dan perjalanan suci.[1] Akan tetapi, memang dalam perkembangannya kaul menyempit maknanya hanya terbatas pada kaum religius atau biarawan saja.[1] Kaul ini berupa doa rosario, hidup selibat, menetap di suatu tempat.[1]

Istilah ini kemudian akhirnya menyempit lagi hanya terbatas pada kaul kemiskinan, kemurnian dan ketaatan yang diikrarkan oleh kaum religius.[1] Ini dilakukan dalam rangka usaha membaktikan diri pada nasihat Injil.[1] Orang yang sudah berkaul pada kondisi tertentu dapat membatalkan kaulnya tersebut.[1] Akan tetapi butuh proses yang lama dan tidak bisa tergesa-gesa serta harus di bawah pembimbing rohani yang kompeten.[1]

Lihat pula

Rujukan

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 "Tentang Kaul dan Nazar". Diakses tanggal 12 Juni 2014.
  2. ↑ "Novisiat". Provindo. Diakses tanggal 12 Juni 2014.
  3. ↑ "The Vows and Oaths of Christendom". catholicism.org. Diakses tanggal 4 Januari 2022.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan