Senin, 21 September 2026
00:41 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Selibat

Artikel ini bukan mengenai Aseksualitas.

Selibat (dari bahasa Latin caelibatus) adalah keadaan tidak menikah secara sukarela, berpantang secara seksual, atau keduanya, biasanya karena alasan agama. Selibat sering dikaitkan dengan peran seorang pemuka agama atau penyembahan.[1] Dalam arti sempit, istilah selibat hanya diterapkan pada mereka yang status belum menikahnya adalah hasil dari kaul suci, tindakan berlepas diri dari keduniawian, atau keyakinan agamanya.[1][2] Dalam arti yang lebih luas, selibat umumnya dipahami sebagai segala bentuk tindakan berpantang dari aktivitas seksual.[1][2][3][4][5]

Praktik selibat telah hadir dalam berbagai bentuk dan manifetasi sepanjang sejarah peradaban manusia, selibat bisa dijumpai pada hampir semua agama besar dunia, tetapi pandangan tentang selibat bervariasi. Yudaisme sangat menentang selibat.[6] Namun, para imam Eseni, sebuah sekte Yahudi selama Periode Bait Suci Kedua, mempraktikkan selibat. Bangsa Romawi memandang selibat sebagai penyimpangan dan memberlakukan hukuman fiskal terhadapnya, dengan satu-satunya pengecualian yang diberikan kepada Perawan Vesta. Sikap Islam terhadap selibat sangatlah tegas, beberapa hadis menunjukkan bahwa Nabi Muhammad mengecam selibat.[butuh rujukan]

Budaya Hindu klasik mendorong praktik asketisme dan selibat pada akhir kehidupan seseorang, terutama setelah seseorang memenuhi kewajiban sosial dalam hidupnyanya. Sebaliknya, Jainisme justru mengajarkan selibat total, bahkan bagi biksu muda, Jainisme juga menganggap selibat sebagai perilaku penting untuk mencapai moksha.[butuh rujukan] Buddhisme mirip dengan Jainisme dalam hal ini. Namun, ada perbedaan budaya yang signifikan di berbagai daerah dengan persebaran agama Buddha, yang memengaruhi sikap lokal terhadap selibat. Di Tiongkok misalnya, selibat tidak diterima dengan baik, gerakan agama lain yang dominan di sana seperti Taoisme, juga menentangnya.[butuh rujukan] Situasi yang agak mirip terjadi di Jepang, di mana tradisi Shinto juga menentang selibat. Pada sebagian besar tradisi keagamaan penduduk asli Afrika dan penduduk asli Amerika, selibat juga dipandang negatif, meskipun ada pengecualian seperti praktik selibat periodik yang dipraktikkan oleh beberapa pejuang Mesoamerika.[7]

Referensi

  1. 1 2 3 O'Brien, Jodi (2009). Encyclopedia of Gender and Society, Volume 1. SAGE. hlm. 118–119. ISBN 978-1412909167.
  2. 1 2 Bryan Garner (28 Juli 2009). Garner's Modern American Usage. Oxford University Press. hlm. 145. ISBN 978-0-19-988877-1.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. "Celibate". Oxford University Press. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-02-01. Diakses tanggal 11 Januari 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. "Celibacy". The American Heritage Dictionary of the English Language. Diakses tanggal 11 Januari 2014.{{cite encyclopedia}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. "Celibacy". Reference.com. Diakses tanggal 11 Januari 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. Berachot 10a; Kiddushin 29b; Maimonides, Ishut 15:2; Shulchan Aruch, Even Hae'ezer 1:3
  7. Carl Olson (2007). Celibacy and Religious Traditions. Oxford University Press. hlm. 10–19. ISBN 978-0-19-804181-8.

Daftar pustaka

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Celibacy.
Wikiquote memiliki koleksi kutipan yang berkaitan dengan: Selibat.
Lihat entri Wikisaurus:celibate di kamus bebas Wikikamus.
Wikisource memiliki teks artikel the 1911 Encyclopædia Britannica tentang Celibacy.


Ikon rintisan

Artikel bertopik agama atau kepercayaan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan