Minggu, 08 November 2026
23:50 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis

Selibat

Bagikan:
Artikel ini bukan mengenai Aseksualitas.

Selibat (dari bahasa Latin caelibatus) adalah keadaan tidak menikah secara sukarela, berpantang secara seksual, atau keduanya, biasanya karena alasan agama. Selibat sering dikaitkan dengan peran seorang pemuka agama atau penyembahan.[1] Dalam arti sempit, istilah selibat hanya diterapkan pada mereka yang status belum menikahnya adalah hasil dari kaul suci, tindakan berlepas diri dari keduniawian, atau keyakinan agamanya.[1][2] Dalam arti yang lebih luas, selibat umumnya dipahami sebagai segala bentuk tindakan berpantang dari aktivitas seksual.[1][2][3][4][5]

Praktik selibat telah hadir dalam berbagai bentuk dan manifetasi sepanjang sejarah peradaban manusia, selibat bisa dijumpai pada hampir semua agama besar dunia, tetapi pandangan tentang selibat bervariasi. Yudaisme sangat menentang selibat.[6] Namun, para imam Eseni, sebuah sekte Yahudi selama Periode Bait Suci Kedua, mempraktikkan selibat. Bangsa Romawi memandang selibat sebagai penyimpangan dan memberlakukan hukuman fiskal terhadapnya, dengan satu-satunya pengecualian yang diberikan kepada Perawan Vesta. Sikap Islam terhadap selibat sangatlah tegas, beberapa hadis menunjukkan bahwa Nabi Muhammad mengecam selibat.[butuh rujukan]

Budaya Hindu klasik mendorong praktik asketisme dan selibat pada akhir kehidupan seseorang, terutama setelah seseorang memenuhi kewajiban sosial dalam hidupnyanya. Sebaliknya, Jainisme justru mengajarkan selibat total, bahkan bagi biksu muda, Jainisme juga menganggap selibat sebagai perilaku penting untuk mencapai moksha.[butuh rujukan] Buddhisme mirip dengan Jainisme dalam hal ini. Namun, ada perbedaan budaya yang signifikan di berbagai daerah dengan persebaran agama Buddha, yang memengaruhi sikap lokal terhadap selibat. Di Tiongkok misalnya, selibat tidak diterima dengan baik, gerakan agama lain yang dominan di sana seperti Taoisme, juga menentangnya.[butuh rujukan] Situasi yang agak mirip terjadi di Jepang, di mana tradisi Shinto juga menentang selibat. Pada sebagian besar tradisi keagamaan penduduk asli Afrika dan penduduk asli Amerika, selibat juga dipandang negatif, meskipun ada pengecualian seperti praktik selibat periodik yang dipraktikkan oleh beberapa pejuang Mesoamerika.[7]

Referensi

  1. 1 2 3 O'Brien, Jodi (2009). Encyclopedia of Gender and Society, Volume 1. SAGE. hlm. 118–119. ISBN 978-1412909167.
  2. 1 2 Bryan Garner (28 Juli 2009). Garner's Modern American Usage. Oxford University Press. hlm. 145. ISBN 978-0-19-988877-1.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "Celibate". Oxford University Press. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-02-01. Diakses tanggal 11 Januari 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "Celibacy". The American Heritage Dictionary of the English Language. Diakses tanggal 11 Januari 2014.{{cite encyclopedia}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "Celibacy". Reference.com. Diakses tanggal 11 Januari 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Berachot 10a; Kiddushin 29b; Maimonides, Ishut 15:2; Shulchan Aruch, Even Hae'ezer 1:3
  7. ↑ Carl Olson (2007). Celibacy and Religious Traditions. Oxford University Press. hlm. 10–19. ISBN 978-0-19-804181-8.

Daftar pustaka

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Celibacy.
Wikikutip memiliki koleksi kutipan yang berkaitan dengan: Selibat.
Wiktionary logo
Lihat entri Wikisaurus:celibate di kamus bebas Wikikamus.
Wikisource logo
Wikisource memiliki teks artikel the 1911 Encyclopædia Britannica tentang Celibacy.


Ikon rintisan

Artikel bertopik agama atau kepercayaan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan