Rabu, 04 November 2026
08:27 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Paus Gregorius III

Paus Gregorius III

Kepala Gereja Katolik dari tahun 731 hingga 741

Bagikan:
Head of the Catholic Church from 731 to 741Templat:SHORTDESC:Head of the Catholic Church from 731 to 741

Gregorius III
Uskup Roma
250px-178-7866_IMG_-_Gregorius_III_AV.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Medali tanpa tanggal yang menggambarkan Gregorius III
GerejaGereja Katolik
Awal masa kepausan
11 Februari 731
Akhir masa kepausan
28 November 741
PendahuluGregorius II
PenerusZakharias
Imamat
Pelantikan kardinal
726
oleh Gregorius II
Informasi pribadi
LahirBilad al-Sham, Kekhalifahan Umayyah[1]
Meninggal28 November 741
Roma, Italia, Kekaisaran Romawi Timur
Jabatan sebelumnya
Kardinal-Diakon (726–731)
Orang kudus
Hari peringatan10 Desember
VenerasiGereja Katolik Roma
Gereja Ortodoks Timur
Paus lainnya yang bernama Gregorius

Paus Gregorius III (Latin: Gregorius III; meninggal 28 November 741) adalah uskup Roma dari tanggal 11 Februari 731 hingga kematiannya pada tanggal 28 November 741. Masa kepausannya, seperti pendahulunya, diganggu oleh ikonoklasme Bizantium dan kemajuan Lombardia, di mana dia meminta campur tangan Karl Martell, meskipun pada akhirnya sia-sia.[2] Ia adalah Paus terakhir yang meminta persetujuan dari eksark Ravenna Bizantium untuk pemilihannya, paus terakhir yang berasal dari Suriah, dan Paus terakhir yang lahir di luar Eropa hingga terpilihnya Paus Fransiskus 1.272 tahun kemudian pada tahun 2013.

Kehidupan Awal

Gregorius III lahir di Suriah pada awal abad ke-8 dalam keluarga Kristen yang saleh. Nama lahirnya tidak tercatat dalam dokumen sejarah, tetapi ia dikenal karena kebijaksanaan, kesalehan, dan kefasihannya dalam berbicara. Ia mendapatkan pendidikan teologi yang mendalam dan menunjukkan kecintaannya yang besar terhadap tradisi Gereja dan kesatuan umat Kristiani.

Gregorius III dipilih menjadi Paus setelah kematian Paus Gregorius II. Pemilihannya berlangsung secara spontan oleh para imam dan umat Roma, yang terkesan oleh kesalehan dan kebijaksanaannya. Pemilihannya ini segera diterima tanpa pertentangan, dan ia ditahbiskan sebagai Paus pada 11 Februari 731.

Kepemimpinan sebagai Paus

Pertentangan dengan Ikonoklasme

Masa kepemimpinan Gregorius III ditandai oleh perlawanan tegas terhadap ikonoklasme, sebuah gerakan yang menolak penggunaan gambar atau ikon suci dalam ibadah Kristen. Gerakan ini berkembang di Kekaisaran Bizantium di bawah Kaisar Leo III Isauria, yang mengeluarkan dekrit melarang penghormatan terhadap ikon.

Gregorius III menentang keras kebijakan ini, dengan menegaskan bahwa penghormatan kepada ikon bukanlah penyembahan berhala, tetapi penghormatan kepada tokoh-tokoh suci yang diwakili oleh ikon tersebut. Ia mengadakan sinode di Roma pada tahun 731, yang mengecam ikonoklasme sebagai ajaran sesat. Sebagai balasan, Kaisar Leo III menyita wilayah Italia selatan yang dikuasai Bizantium dan memutus hubungan politik dengan Roma.

Pertahanan Terhadap Bangsa Lombard

Pada masa ini, bangsa Lombard, yang berkuasa di Italia utara, terus-menerus menyerang wilayah-wilayah yang dikuasai Roma. Gregorius III meminta bantuan kepada Raja Franka, Charles Martel, untuk melindungi Roma dari ancaman tersebut. Meskipun Charles Martel tidak secara langsung membantu, permohonan ini menjadi awal dari hubungan erat antara Tahta Suci dan Kerajaan Franka yang akan berkembang pada abad-abad berikutnya.

Dukungan kepada Gereja di Barat

Gregorius III juga dikenal atas perhatiannya terhadap gereja-gereja di Barat. Ia mendukung upaya misionaris untuk menyebarkan iman Kristen ke kawasan Jerman dan Britania, termasuk mendukung karya Santo Bonifasius. Ia memberikan sejumlah relikui suci kepada gereja-gereja baru dan mendorong perkembangan monastisisme sebagai bagian dari kehidupan rohani umat Kristiani.

Karya dan Warisan

Gregorius III memperkuat peran Roma sebagai pusat spiritual dan administratif Gereja Katolik. Ia membangun dan memperbarui sejumlah gereja, termasuk peningkatan basilika Santo Petrus. Ia juga memperkaya liturgi Gereja dengan musik dan doa-doa baru.

Selain itu, Gregorius III terkenal karena kecintaannya pada orang miskin. Ia mendirikan program amal untuk membantu mereka yang membutuhkan, menggunakan sumber daya Gereja untuk memastikan bahwa setiap orang memiliki makanan dan tempat berlindung.

Wafat

Gregorius III wafat pada tanggal 28 November 741 setelah menjabat selama hampir sepuluh tahun. Ia dimakamkan di Basilika Santo Petrus di Roma. Kepemimpinannya diingat sebagai masa yang penuh dengan tantangan, tetapi ia tetap teguh mempertahankan iman dan tradisi Gereja.

Penghormatan

Gregorius III dihormati sebagai salah satu Paus yang mempertahankan iman Kristen di tengah tekanan politik dan teologis yang besar. Kepemimpinannya menjadi teladan bagi Paus-paus berikutnya dalam menghadapi tantangan zaman.

Didahului oleh:
Gregorius II
Paus
731 – 741
Diteruskan oleh:
Zakarias

Referensi

  1. Kelly, J. N. D. The Oxford Dictionary of Popes. Oxford University Press, 1986.
  2. Mann, Horace K. The Lives of the Popes in the Early Middle Ages, Volume 1. Kegan Paul, Trench, Trubner & Co., 1902.
  3. Ekonomou, Andrew J. Byzantine Rome and the Greek Popes. Lexington Books, 2007.
Abad ke-1
s.d. ke-4
Abad ke-5
s.d. ke-8
Abad ke-9
s.d. ke-12
Abad ke-13
s.d. ke-16
Abad ke-17
s.d. ke-20
Abad ke-21
Sejarah
Zaman Klasik dan
Abad Pertengahan Awal
Abad Pertengahan
Puncak dan Akhir
Zaman Modern
Awal dan Puncak


Ikon rintisan

Artikel bertopik Paus dalam Gereja Katolik Roma ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan