Selasa, 22 September 2026
23:32 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara
Kortikosteroid

Kortikosteroid

Kortikosteroid
Kelas obat-obatan
250px-Cortisol3.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
kortisol (hidrokortison), kortikosteroid dengan aktivitas dan efek glukokortikoid dan mineralokortikoid.
Pengenal kelas
SinonimKortikoid
PenggunaanBermacam-macam
Kode ATCH02
Target biologisReseptor glukokortikoid, reseptor mineralokortikoid
Kelas kimiaSteroid
Dalam Wikidata

Kortikosteroid adalah nama jenis hormon steroid yang merupakan senyawa regulator seluruh sistem homeostasis tubuh organisme agar dapat bertahan menghadapi perubahan lingkungan dan infeksi.[1] Kortikosteroid disekresikan oleh korteks adrenal.[2]

Hormon kortikosteroid terdiri dari dua sub-jenis yaitu glukokortikoid dan mineralokortikoid. Keduanya memiliki pengaruh yang sangat luas, seperti berpengaruh pada perubahan lintasan metabolisme karbohidrat, protein dan lipid, serta modulasi keseimbangan antara air dan cairan elektrolit tubuh; serta berdampak pada seluruh sistem tubuh seperti sistem kardiovaskular, muskuloskeletal, saraf, sistem imun, dan janin termasuk memengaruhi perkembangan dan kematangan paru pada masa janin.

Pada sistem endokrin, kortikosteroid memengaruhi aktivitas beberapa hormon yang lain. Misalnya mengaktivasi hormon jenis katekolamin dan menstimulasi sintesis hormon adrenalin dari hormon noradrenalin, atau pada kelenjar tiroid, kortikosteroid menghambat sekresi hormon TSH dan menurunkan daya fisiologis tiroksin. Aktivitas hormon GH juga terhambat meskipun pada simtoma akromegali, kortikosteroid justru meningkatkan sekresi hormon GH dengan keberadaan hormon ACTH. Pada masa tumbuh kembang, terapi hormon kortikosteroid atau gejala hiperkortisisme dapat menyebabkan pertumbuhan seorang anak terhenti sama sekali, sebagai akibat dari penurunan kematangan epiphyseal plates dan pertumbuhan tulang panjang. Dengan konsentrasi yang lebih tinggi, kortikosteroid akan menghambat sekresi hormon LH pada kelenjar gonad yang seharusnya dilepaskan sel gonadotrop sebagai respon atas stimulasi hormonal.

Pada sistem kardiovaskular, kortikosteroid memberikan efek pada respon miokardial, permeabilitas pembuluh darah kapiler dan pola denyut pembuluh darah arteriol.

Pada jaringan otot, kortikosteroid dengan konsentrasi yang setimbang, diperlukan bagi metabolisme pemeliharaan. Berubahnya kesetimbangan tersebut dapat menyebabkan berbagai kelainan, misalnya peningkatan aldosteron akan menyebabkan simtoma hipokalemia yang membuat otot menjadi tidak bertenaga, sedangkan kadar glukokortikoid yang tinggi akan menyebabkan degradasi otot melalui lintasan katabolisme protein.

Kortikosteroid juga berdampak pada sistem saraf secara tidak langsung dalam banyak hal. Adanya peningkatan eksitabilitas otak pada simtoma hiperkortisisme dan setelah terapi mineralokortikoid, lebih disebabkan oleh ketidaksetimbangan elektrolit daripada perubahan konsentrasi sodium. Kortikosteroid juga meningkatkan hemoglobin dan sel darah merah, mungkin disebabkan oleh melemahnya mekanisme eritrofagositosis. Efek ini terlihat sebagai simtoma polisitemia pada sindrom Cushing dan, anemia normokromik ringan pada penyakit Addison.

Klasifikasi

Berdasarkan struktur kimianya

Secara umum, kortikosteroid dikelompokkan menjadi empat kelas, berdasarkan struktur kimianya. Reaksi alergi terhadap salah satu anggota kelas biasanya menunjukkan intoleransi seluruh anggota kelas. Hal ini dikenal sebagai "klasifikasi Coopman".[3][4]

Steroid yang disorot sering digunakan dalam skrining alergi terhadap steroid topikal.[5]

Grup A – Jenis hidrokortison

Grup B – Asetonida dan zat terkait

Grup C – Tipe betametason

Grup D – Ester

Grup D1 – Halogenasi (kurang labil)
Grup D2 – Ester bakal obat yang labil

Berdasarkan jalur pemberiannya

Steroid topikal

Untuk digunakan secara topikal pada kulit, mata, dan membran mukosa.

Kortikosteroid topikal dibagi dalam kelas potensi I hingga IV di sebagian besar negara (A hingga D di Jepang). Tujuh kategori digunakan di Amerika Serikat untuk menentukan tingkat potensi kortikosteroid topikal tertentu.

Steroid yang dihirup

Untuk mukosa hidung, sinus, bronkus, dan paru-paru.[6]

Kelompok ini meliputi:[7]

Terdapat juga sediaan kombinasi tertentu seperti "Advair" Diskus di Amerika Serikat, yang mengandung flutikason propionat dan salmeterol (bronkodilator kerja panjang), dan "Symbicort" yang mengandung budesonid dan formoterol fumarat dihidrat (bronkodilator kerja panjang lainnya).[7] Keduanya disetujui untuk digunakan pada anak di atas 12 tahun.

Bentuk oral

Seperti prednison, prednisolon, metilprednisolon, atau deksametason.[8]

Bentuk sistemik

Tersedia dalam bentuk suntikan untuk rute intravena dan parenteral.[8]

Rujukan

  1. (Inggris) Kufe, Donald W.; Pollock, Raphael E.; Weichselbaum, Ralph R.; Bast, Robert C., Jr.; Gansler, Ted S.; Holland, James F.; Frei III, Emil. (2003). Holland-Frei Cancer medicine - Multistage Carcinogenesis (Edisi 6). Hamilton on BC Decker Inc.,. hlm. Physiologic and Pharmacologic Effects of Corticosteroids. ISBN 1-55009-213-8. Diakses tanggal 2011-05-12.{{cite book}}: |work= diabaikanPemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
  2. Parker, Sybil, P (1984). McGraw-Hill Dictionary of Biology. McGraw-Hill Company.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. Rietschel RL (2007). Fisher's Contact Dermatitis, 6/e. Hamilton, Ont: BC Decker Inc. hlm. 256. ISBN 978-1-55009-378-0.
  4. Coopman S, Degreef H, Dooms-Goossens A (Juli 1989). "Identification of cross-reaction patterns in allergic contact dermatitis from topical corticosteroids". The British Journal of Dermatology. 121 (1): 27–34. doi:10.1111/j.1365-2133.1989.tb01396.x. PMID 2757954. S2CID 40425526.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. Wolverton SE (2001). Comprehensive Dermatologic Drug Therapy. WB Saunders. hlm. 562.
  6. "Asthma Steroids: Inhaled Steroids, Side Effects, Benefits, and More". Webmd.com. Diakses tanggal 2012-11-30.
  7. 1 2 Mayo Clinic Staff (September 2015). "Asthma Medications: Know your options". MayoClinic.org. Diakses tanggal 2018-02-27.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. 1 2 "Systemic steroids (corticosteroids). DermNet NZ". . DermNet NZ. 2012-05-19. Diakses tanggal 2012-11-30.
Prekursor
DHEA  · ProT  · T4
Hormon
Intraselular
TH
T4  · T3  · T2  · T1
Steroid
Kortikosteroid
Glukokortikoid
Mineralokortikoid
 · CORT
Peptida
Faktor transkripsi
AP-1  · C/EBP-α  · β  · NF-κB  · FLIP  · STAT  · 1  · 2  · 3  · 4  · 5  · 6
Insulin  · CGRP  · CRH  · SREBP  · Androgen  · Estrogen  · Pregnenolon  · Progestagen  · P4  · Testosteron
Ekstraselular
Glikoprotein
hCG  · FSH  · GPIHBP-1  · LH  · TSH
Katekolamin
Peptida
ACTH  · AM  · Angiotensin  · CT  · Gastrin  · Glukagon  · GnRH  · GH  · GHIH  · GHRH  · GHS  · IAPP  · OT  · PRL  · TRH  · VP
Sitokin
Kemokina
C5a  · CCL2  · CCL5  · GSM-CSF  · LPS  · MCP-1  · IL-1  · IL-2  · IL-3  · IL-4  · IL-5  · IL-6  · IL-8  · IL-10  · IL-12  · IL-13  · IL-15  · IL-18  · IP-10  · RETN
EPO  · Interleukin  · G-CSF  · OM  · LIF  · IFN  · CD  · TNF-α  · LT  · Ligand  · TGF  · MIF
Tropik
Faktor neurotropik
Neurotrofin
PSAP  · SAP  · NGF
GFL
Sitokin neuropoietik
Neurotransmiter
Faktor pertumbuhan
EGF  · HGF  · MAP  · PDGF  · TGF  · TPO
ACTH  · FSH  · LH  · TSH
Inkretin
GLP-1  · GIP
Metabolit
Prenoid
Tokoh
Lihat pula : Asam amino  · Darah  · Enzim
Saluran pencernaan (A)
Darah dan organ pembentuk darah (B)
Sistem kardiovaskular (C)
Kulit (D)
Sistem reproduksi (G)
Sistem endokrin (H)
Infeksi dan infestasi (J, P)
Penyakit ganas dan sistem imun (L)
Otot, tulang, dan sendi (M)
Otak dan sistem saraf (N)
Sistem pernafasan (R)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan