Senin, 12 Oktober 2026
18:16 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM

Dekongestan

Bagikan:
Artikel ini berisi tentang Obat Dekongestan. Untuk Sistem penghantaran nasal, lihat inhaler.

Dekongestan, atau Dekongestan nasal adalah tipe obat-obatan yang digunakan untuk meringankan hidung tersumbat pada saluran napas atas. Zat aktif pada dekongestan biasanya berupa pseudoefedrin atau fenilefrin (zat aktif terakhir diragukan keefektifannya). kortikosteroid Intranasal juga bisa digunakan sebagai Dekongestan sedangkan antihistamin bisa digunakan untuk meringankan hidung meler, hidung gatal, dan bersin.[1]

Sediaan dekongestan topikal yang diberikan secara topikal dalam bentuk larutan encer (0.05–0.1%) bisa memberikan efek vasokonstriksi lokal.

Penggunaan dekongestan untuk jangka panjang tidak dianjurkan karena bisa mengganggu fungsi siliaris mukosal: kondisi rinitis atrofi dan anosmia (kehilangan fungsi penciuman) bisa terjadi karena kondisi vasokonstriksi dalam waktu lama.

Dekongestan bisa diserap dari hidung melalui penggunaan inhaler dan menghasilan efek sistemi, terutama stimulasi sistem saraf pusat dan peningkatan tekanan darah. Karenanya obat-obat ini sebaiknya digunakan dengan hati-hati pada orang yang mengidap hipertensi dan orang yang menggunakan obat penghambat monoamine oksidase (MAOI), karena bisa menyebabkan krisis hipertensif.

Ekspektoran seperti guaifenesin adalah tipe obat terkait karena bisa membantu membersihkan mukus.

Penggunaan Medis

Dekongestan digunakan untuk penanganan hidung buntu, misalnya pada allergi, infeksi seperti common cold, influenza, daninfeksi sinus, dan nasal polyp.

Suatu Cochrane review pada 2016 tidak menemukan bukti yang memadai untuk mendukung penggunaan kortikosteroid intranasal untuk meringankangejala cold symptoms.[2] Tetapi, ulasan tersebut hanya berdasarkan 3 uji klinik dan kualitas buktinya dianggap rendah.[2]

Farmakologi

Mayoritas Dekongestan bekerja dengan cara meningkatkan aktivitas norepinefrin (noradrenalin) dan epinefrin (adrenalin) atau aktivitas adrenergis dengan cara menstimulasi reseptor α-adrenergis. Proses ini memicu vasokonstriksi pembuluh darahl di hidung, tenggorokan, dan sinus paranasal, sehingga mengurangi inflamasi (radang) dan pembentukan lendir di area tersebut.

Semprotan nasal Dekongestan dan tetes mata biasanya mengandung oksimetazolin dan digunakan sebagai dekongestan topikal. Pseudoefedrin bekerja secara tidak langsung pada sistem reseptor adrenergis receptor, sedangkan fenilefrin dan oksimetazolin adalah agonis langsung. Efek ini tidak terbatas pada hidung saja, dan obat-obat tersebut bisa menyebabkan hipertensi (tekanan darah tinggi) melalui proses vasokonstriksi; karenanya orang yang mengidap hipertensi dianjurkan untuk tidak menggunakan obat-obat tersebut. Kebanyakan dekongestan untungnya tidak memberikan stimulasi yang bermakna, karena kurangnya respon dari adrenoreseptor. Selain hipertensi, efek samping yang sering muncul antara lain sulit tidur, cemas, pusing, gelisah, dan gugup.

Dekongestan topikal nasal atau dekongestan mata bisa menyebabkan takifilaksis (penurunan respon terhadap obat karena penggunaan berulang kali dalam waktu singkat). Penggunaan jangka panjang tidak dianjurkan, karena obat-obat ini akan kehilangan keefektifannya setelah beberapa hari.

Daftar obat

Obat yang mengeluarkan Adrenalin

Dipasarkan Luas

Jarang atau tidak lagi dipasarkan

Agonis reseptor α-Adrenergis

Dipasarkan Luas

Jarang atau tidak lagi dipasarkan

Kortikosteroid

Lainnya

Dipasarkan Luas

Jarang atau tidak lagi dipasarkan

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ Robert D. Ficalora (28 Mei 2013). Mayo Clinic Internal Medicine Board Review. Oxford University Press. hlm. 579–. ISBN 978-0-19-998589-0.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 Hayward G, Thompson MJ, Perera R, Del Mar CB, Glasziou PP, Heneghan CJ (2015). "Corticosteroids for the common cold". Cochrane Database Syst Rev (10): CD008116. doi:10.1002/14651858.CD008116.pub3. PMID 26461493.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: nomor artikel sebagai nomor halaman (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan