Senin, 21 September 2026
06:56 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Lendir

Lendir atau mukus adalah sekresi berair pekat dan licin (seperti dahak, ingus) yang diproduksi membran lendir dan menutupi membran lendir. Lendir biasanya diproduksi dari sel-sel yang ditemukan di kelenjar lendir, meskipun mungkin juga berasal dari kelenjar campuran, yang mengandung sel serosa dan lendir. Lendir adalah koloid kental yang mengandung garam anorganik, enzim antimikroba (seperti lisozim), imunoglobulin (terutama IGA), dan glikoprotein seperti laktoferrin,[1] dan mucin, yang diproduksi oleh sel-sel piala di selaput lendir dan kelenjar submukosa. Lendir berfungsi untuk melindungi sel epitel di lapisan saluran pernapasan, pencernaan, dan saluran kencing, alat kelamin, serta jaringan dalam indra penglihatan dan pendengaran dari jamur patogen, bakteri[2] dan virus. Sebagian besar lendir dalam tubuh manusia diproduksi di saluran pencernaan.

Amfibi, ikan, siput, dan beberapa invertebrata lainnya juga memproduksi lendir eksternal dari epidermis mereka sebagai perlindungan terhadap patogen, dan untuk membantu dalam gerakan dan juga diproduksi dalam ikan untuk melapisi insang mereka. Tanaman menghasilkan zat serupa yang disebut mukilage yang juga diproduksi oleh beberapa mikroorganisme.[3]

Referensi

  1. Singh, PK; Parsek, MR; Greenberg, EP; Welsh, MJ (Mei 2002). "A component of innate immunity prevents bacterial biofilm development". Nature. 417 (6888): 552–5. Bibcode:2002Natur.417..552S. doi:10.1038/417552a. PMID 12037568. S2CID 4423528.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. Barr et al. Bacteriophage adhering to mucus provide a non–host-derived immunity Diarsipkan 2019-12-24 di Wayback Machine. PNAS 2013
  3. "Modes of locomotion in protists: 5 modes". biology discussion. 2016-09-06.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan