Selasa, 29 September 2026
03:50 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto
Monogliserida

Monogliserida

250px-1-Monoacylglycerol.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Struktur molekul 1-monoasilgliserol
250px-2-Monoacylglycerol.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Struktur molekul 2-monoasilgliserol

Monogliserida (disebut juga: asilgliserol atau monoasilgliserol) adalah kelompok gliserida yang terdiri dari satu molekul gliserol yang berikatan dengan asam lemak melalui ikatan esternya.[1] Terdapat dua jenis monogliserida yang dapat terbentuk, karena gliserol mengandung gugus alkohol primer maupun sekunder, yaitu 1-monoasilgliserol di mana asam lemak berikatan dengan alkohol primer, atau 2-monoasilgliserol di mana asam lemak berikatan dengan alkohol sekunder.

Sintesis

Monogliserida dibuat melalui proses biologis maupun industri. Monogliserida secara alami berada dalam kadar yang rendah (0,1-0,2%) dalam beberapa minyak bijih, minyak zaitun, minyak lobak, dan minyak biji kapas.[2] Biosintesisnya adalah melalui hidrolisis enzimatik trigliserida dengan lipoprotein lipase dan hidrolisis enzimatik digliserida dengan diasilgliserol lipase; atau sebagai intermediat dalam alkanoilasi gliserol menjadi lemak. Beberapa monogliserida bersifat aktif secara farakologis (misalnya 2-oleogliserol, 2-arakidonoilgliserol[3]).

Pembuatan secara industri terutama diperoleh melalui reaksi gliserolisis antara trigliserida dan gliserol.[4] Bahan baku komersial untuk produksi monoasilgliserol dapat diperoleh dari lemak dan minyak nabati maupun hewani.

Penggunaan

Penggunaan utama monogliserida adalah sebagai surfaktan, biasanya dalam bentuk pengemulsi. Monogliserida, bersama dengan digliserida, banyak ditambahkan, dalam jumlah kecil, ke dalam produk pangan komersial sebagai "E471" (Mono- dan digliserida asam lemak), yang membantu mencegah terpisahnya campuran minyak dan air. Nilai yang tercantum sebagai lemak total, lemak jenuh, dan lemak trans dalam label angka kecukupan gizi tidak termasuk mono- dan digliserida, karena lemak yang dimaksud adalah trigliserida. Monogliserida juga sering dijumpai dalam produk-produk roti, minuman, es krim, permen karet, shortening, krim kocok, margarin, dan kembang gula.[5] Dalam produk roti, monogliserida berguna untuk meningkatkan volume dan tekstur adonan, serta sebagai anti bantat.[6][7] Monoglserida digunakan untuk meningkatkan kestabilan fisik minuman bersusu.[8]

Contoh

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ IUPAC, Compendium of Chemical Terminology, edisi ke-2 ("Buku Emas") (1997). Versi koreksi daring:  (2006–) "glycerides".
  2. ↑ Flickinger, Brent D.; Matsuo, Noboru (Februari 2003). "Nutritional characteristics of DAG oil". Lipids. 38 (2): 129–132. doi:10.1007/s11745-003-1042-8.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Hansen, KB; Rosenkilde, MM; Knop, FK; Wellner, N; Diep, TA; Rehfeld, JF; Andersen, UB; Holst, JJ; Hansen, HS (September 2011). "2-Oleoyl glycerol is a GPR119 agonist and signals GLP-1 release in humans". The Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism. 96 (9): E1409–17. doi:10.1210/jc.2011-0647. PMID 21778222.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Sonntag, Norman O. V. (1982). "Glycerolysis of fats and methyl esters — Status, review and critique". Journal of the American Oil Chemists' Society. 59 (10): 795A–802A. doi:10.1007/BF02634442. ISSN 0003-021X.
  5. ↑ Zdzislaw Z. E. Sikorski; Anna Kolakowska (30 Juli 2002). Chemical and Functional Properties of Food Lipids. CRC Press. hlm. 218–. ISBN 978-1-4200-3199-7.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Y. H. Hui (15 Februari 2008). Bakery Products: Science and Technology. John Wiley & Sons. hlm. 350–. ISBN 978-0-470-27632-7.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ Gerard L. Hasenhuettl; Richard W. Hartel (1 Januari 1997). Food Emulsifiers and Their Applications. Springer. ISBN 978-0-412-07621-3.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ Loi, Chia Chun; Eyres, Graham T.; Birch, E. John (2019). "Effect of mono- and diglycerides on physical properties and stability of a protein-stabilised oil-in-water emulsion". Journal of Food Engineering. 240: 56–64. doi:10.1016/j.jfoodeng.2018.07.016. ISSN 0260-8774.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan