Komponen fosfatidilserina: Biru, hijau: kelompok asam lemak variabel Hitam: gliserol Merah: fosfat Ungu: serina | |
| Penanda | |
|---|---|
| ChEBI | |
| ChemSpider |
|
| DrugBank |
|
| ECHA InfoCard | Lua error in mw.lua at line 656: invalid value (nil) at index 1 in table for 'concat'. Lua error in mw.lua at line 656: invalid value (nil) at index 1 in table for 'concat'. |
| Nomor EC | |
| Nomor E | Lua error in mw.lua at line 656: invalid value (nil) at index 1 in table for 'concat'. |
| KEGG | |
| Nomor RTECS | {{{value}}} |
| UNII | |
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada suhu dan tekanan standar (25 °C [77 °F], 100 kPa). | |
| Referensi | |
Fosfatidilserina (Bahasa Inggris: Phosphatidylserine, disingkat Ptd-L-Ser atau PS) adalah fosfolipid dan merupakan komponen membran sel.[1] Fosfatidilserina berperan penting dalam pensinyalan siklus sel, khususnya dalam kaitannya dengan apoptosis. Fosfatidilserina merupakan jalur utama bagi virus untuk memasuki sel melalui mimikri apoptosis.[2] Paparannya pada permukaan luar membran menandai sel untuk dihancurkan melalui apoptosis.[3]
Struktur
Fosfatidilserina adalah fosfolipid, lebih spesifiknya gliserofosfolipid, yang terdiri dari dua asam lemak yang terikat dalam ikatan ester pada karbon pertama dan kedua gliserol, dan serina yang terikat melalui ikatan fosfodiester pada karbon ketiga gliserol.[4]
Fosfatidilserin yang bersumber dari tumbuhan memiliki komposisi asam lemak yang berbeda dengan yang bersumber dari hewan.[5] Fosfatidilserin umumnya ditemukan di lapisan dalam (sitoplasma) membran biologis.[6]
Biosintesis
Fosfatidilserina (PS) adalah golongan fosfolipid asam utama yang mencakup 13–15% fosfolipid di korteks serebral manusia.[7] Di dalam membran plasma, PS terlokalisasi secara eksklusif di lapisan sitoplasma tempat ia membentuk bagian dari situs docking protein yang diperlukan untuk aktivasi beberapa jalur pensinyalan utama. Ini termasuk pensinyalan Akt, protein kinase C (PKC), dan Raf-1 yang diketahui merangsang kelangsungan hidup neuron, pertumbuhan neurit, dan sinaptogenesis.[8][9][10][11][12][13]
Komposisi

Fosfatidilserina terbentuk pada bakteri (seperti E. coli) melalui perpindahan sitidina monofosfat (CMP) melalui serangan nukleofilik oleh gugus fungsi hidroksil serina. CMP dibentuk dari CDP-diasilgliserol oleh PS sintase. Fosfatidilserina pada akhirnya dapat menjadi fosfatidiletanolamin oleh enzim PS dekarboksilase (membentuk karbon dioksida sebagai produk sampingan).[6]
Pada manusia dan mamalia, fosfatidilserina berasal dari fosfatidiletanolamin atau fosfatidilkolina melalui salah satu dari dua reaksi pertukaran gugus kepala yang bergantung pada Ca2+- di retikulum endoplasma. Kedua reaksi tersebut memerlukan serina tetapi masing-masing menghasilkan etanolamina atau kolina. Reaksi ini dipromosikan oleh fosfatidilserina sintase 1 (PSS1) atau 2 (PSS2).[6] Sebaliknya, fosfatidilserina juga dapat menghasilkan fosfatidiletanolamin dan fosfatidilkolina, meskipun pada nanusia dan hewan jalur untuk menghasilkan fosfatidilkolina dari fosfatidilserina hanya beroperasi di hati.[14]
Fungsi
Fungsi kognitif
PS telah dipelajari potensinya dalam meningkatkan daya ingat, pembelajaran, dan konsentrasi. Suplementasi dengan PS telah terbukti tidak berpengaruh dalam meningkatkan kinerja kognitif pada lansia dan individu dengan penurunan kognitif.[15]
Apoptosis
PS memainkan peran penting dalam proses apoptosis (kematian sel terprogram). Selama apoptosis, PS bertranslokasi dari lapisan dalam membran sel ke lapisan luar, yang berfungsi sebagai sinyal bagi sel fagosit untuk melahap sel yang sekarat.[16]
Sumber makanan
Asupan fosfatidilserina harian rata-rata dalam pola makan Barat diperkirakan 130 mg.[17] Fosfatidilserina dapat ditemukan dalam daging dan ikan. Hanya sejumlah kecil yang ditemukan dalam produk susu dan sayuran, kecuali kacang putih dan lesitin kedelai. Fosfatidilserina ditemukan dalam lesitin kedelai sekitar 3% dari total fosfolipid.[18]
Tabel 1. Kandungan fosfatidilserina dalam berbagai makanan.[19]
| Makanan | Kandungan dalam mg/100 g |
|---|---|
| Lesitin kedelai | 1.650 |
| Makerel Atlantik | 480 |
| Hati ayam | 414 |
| Hering atlantik | 360 |
| Sidat | 335 |
| Jeroan (nilai rata-rata) | 305 |
| Limpa babi | 239 |
| Ginjal babi | 218 |
| Tuna | 194 |
| Kaki ayam (dengan kulit, tanpa tulang) | 134 |
| Hati ayam | 123 |
| Buncis biasa | 107 |
| Kepah cangkang lunak | 87 |
| Dada ayam dengan kulit | 85 |
| Ikan belanak | 76 |
| Daging sapi muda | 72 |
| Daging sapi | 69 |
| Daging babi | 57 |
| Hati babi | 50 |
| Dada kalkun tanpa kulit dan tulang | 50 |
| Dada kalkun tanpa kulit | 45 |
| Lobster air tawar | 40 |
| Sotong | 31 |
| Kod Atlantik | 28 |
| Teri | 25 |
| serealia barli utuh | 20 |
| Ikan hake Eropa | 17 |
| Sarden | 16 |
| Trout | 14 |
| Beras kasar | 3 |
| Wortel | 2 |
| Susu domba domestik | 2 |
| Susu sapi (utuh; 3,5% lemak) | 1 |
| Kentang | 1 |
Suplementasi
Klaim kesehatan
Panel Otoritas Keamanan Makanan Eropa menyimpulkan bahwa hubungan sebab-akibat tidak dapat dipastikan antara konsumsi fosfatidilserina dan "daya ingat dan fungsi kognitif pada lansia", "kesehatan mental/fungsi kognitif", serta "pengurangan stres dan peningkatan fungsi memori". Kesimpulan ini muncul karena fosfatidilserina berbasis korteks otak bovinae dan kedelai merupakan zat yang berbeda, dan oleh karena itu mungkin memiliki aktivitas biologis yang berbeda. Oleh karena itu, hasil penelitian yang menggunakan fosfatidilserina dari sumber yang berbeda tidak dapat digeneralisasi.[5]
Kognisi
Pada bulan Mei 2003, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) memberikan status "klaim kesehatan yang memenuhi syarat" kepada fosfatidilserina, sehingga memungkinkan label untuk menyatakan "konsumsi fosfatidilserina dapat mengurangi risiko demensia dan disfungsi kognitif pada lansia" beserta pernyataan "penelitian ilmiah yang sangat terbatas dan awal menunjukkan bahwa fosfatidilserina dapat mengurangi risiko disfungsi kognitif pada lansia."[20][21][butuh rujukan][Verifikasi gagal] Menurut FDA, belum ada kesepakatan ilmiah di antara para ahli yang memenuhi syarat bahwa terdapat hubungan antara fosfatidilserina dan fungsi kognitif.[20]
Tinjauan yang lebih baru menunjukkan bahwa hubungan tersebut mungkin lebih kuat,[22][butuh sumber yang lebih baik][23][Verifikasi gagal] meskipun mekanismenya masih belum jelas.[24] Tinjauan tiga uji klinis tahun 2020 menemukan bahwa fosfatidilserina kemungkinan efektif untuk meningkatkan fungsi kognitif pada lansia dengan gangguan kognitif ringan.[25][Verifikasi gagal][butuh sumber yang lebih baik] Beberapa penelitian menunjukkan bahwa asal-usul fosfatidilserina dari tumbuhan atau hewan mungkin penting, dengan pernyataan FDA yang berlaku khusus untuk produk turunan kedelai.[20][26][Verifikasi gagal][27][28][29]
Keamanan
Awalnya, suplemen fosfatidilserina berasal dari korteks bovinae. Namun, karena risiko penularan penyakit menular seperti ensefalopati spons bovinae (atau "penyakit sapi gila"), suplemen turunan kedelai menjadi alternatif.[26] Sebuah laporan keamanan tahun 2002 menetapkan bahwa suplementasi pada lansia dengan dosis 200 mg tiga kali sehari aman.[30]
Referensi
- ↑ Kannan, Muthukumar; Riekhof, Wayne R.; Voelker, Dennis R. (2015). "Transport of Phosphatidylserine from the Endoplasmic Reticulum to the Site of Phosphatidylserine Decarboxylase2 in Yeast". Traffic (dalam bahasa Inggris). 16 (2): 123–134. doi:10.1111/tra.12236. ISSN 1600-0854. PMID 25355612.
- ↑ Meertens L, Carnec X, Lecoin MP, Ramdasi R, Guivel-Benhassine F, Lew E, Lemke G, Schwartz O, Amara A (Oktober 2012). "The TIM and TAM families of phosphatidylserine receptors mediate dengue virus entry". Cell Host & Microbe. 12 (4): 544–57. doi:10.1016/j.chom.2012.08.009. PMC 3572209. PMID 23084921.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Glade, Michael J.; Smith, Kyl (Juni 2015). "Phosphatidylserine and the human brain". Nutrition. 31 (6): 781–786. doi:10.1016/j.nut.2014.10.014. ISSN 0899-9007.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Nelson D, Cox M (2008). Lehninger Principles of biochemistry (Edisi 5). W.H Freeman and company. hlm. 350. ISBN 9781429208925.
- 1 2 EFSA Panel on Dietetic Products, Nutrition and Allergies (2010-10-01). "Scientific Opinion on the substantiation of health claims related to phosphatidyl serine (ID 552, 711, 734, 1632, 1927) pursuant to Article 13(1) of Regulation (EC) No 1924/2006". EFSA Journal. 8 (10): 1749. doi:10.2903/j.efsa.2010.1749. ISSN 1831-4732.
- 1 2 3 Nelson, David L.; Cox, Michael M.; Hoskins, Aaron; Lehninger, Albert L. (16 Maret 2021). Lehninger Principles of Biochemistry (Edisi 8th). New York: Macmillan International, Higher Education. ISBN 978-1-319-38149-3. OCLC 1249676451.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Svennerholm, Lars (September 1968). "Distribution and fatty acid composition of phosphoglycerides in normal human brain" (PDF). Journal of Lipid Research. 9 (5): 570–579. doi:10.1016/S0022-2275(20)42702-6. PMID 4302302. Diakses tanggal 2021-06-14.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Akbar, Mohammed; Calderon, Frances; Wen, Zhiming; Kim, Hee-Yong (2005-08-02). "Docosahexaenoic acid: a positive modulator of Akt signaling in neuronal survival". Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America. 102 (31): 10858–10863. Bibcode:2005PNAS..10210858A. doi:10.1073/pnas.0502903102. PMC 1182431. PMID 16040805.
- ↑ Huang, Bill X.; Akbar, Mohammed; Kevala, Karl; Kim, Hee-Yong (2011-03-21). "Phosphatidylserine is a critical modulator for Akt activation". Journal of Cell Biology. 192 (6): 979–992. doi:10.1083/jcb.201005100. PMC 3063130. PMID 21402788. Diakses tanggal 2021-06-13.
- ↑ Kim, Hee-Yong; Akbar, Mohammed; Lau, Audrey; Edsall, Lisa (2000-11-10). "Inhibition of neuronal apoptosis by docosahexaenoic acid (22:6n-3): Role of phosphatidylserine in antiapoptotic effect". Journal of Biological Chemistry. 275 (45): 35215–35223. doi:10.1074/jbc.M004446200. PMID 10903316.
- ↑ Kim, Hee-Yong (2007-06-29). "Novel metabolism of docosahexaenoic acid in neural cells". Journal of Biological Chemistry. 282 (26): 18661–18665. doi:10.1074/jbc.R700015200. PMID 17488715.
- ↑ Kim, Hee-Yong; Akbar, Mohammed; Kim, Yang-Suk (2010). "Phosphatidylserine-dependent neuroprotective signaling promoted by docosahexaenoic acid". Prostaglandins, Leukotrienes and Essential Fatty Acids. 82 (4–6): 165–172. doi:10.1016/j.plefa.2010.02.025. PMC 3383770. PMID 20207120. Diakses tanggal 2021-06-14.
- ↑ Newton, Alexandra C.; Keranen, Lisa M. (1994-05-31). "Phosphatidyl-L-serine is necessary for protein kinase C's high-affinity interaction with diacylglycerol-containing membranes". Biochemistry. 33 (21): 6651–6658. doi:10.1021/bi00187a035. PMID 8204602. Diakses tanggal 2021-06-14.
- ↑ Christie WW (12 Juni 2014). "Phosphatidylcholine and Related Lipids: Structure, Occurrence, Biochemistry and Analysis" (PDF). The American Oil Chemists' Society Lipid Library. Diakses tanggal 20 April 2017.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Jorissen, B.L.; Brouns, F.; Van Boxtel, M.P.J.; Ponds, R.W.H.M.; Verhey, F.R.J.; Jolles, J.; Riedel, W.J. (Januari 2001). "The Influence of Soy-derived Phosphatidylserine on Cognition in Age-Associated Memory Impairment". Nutritional Neuroscience. 4 (2): 121–134. doi:10.1080/1028415x.2001.11747356. ISSN 1028-415X. PMID 11842880.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Fadok, V A; Voelker, D R; Campbell, P A; Cohen, J J; Bratton, D L; Henson, P M (1992-04-01). "Exposure of phosphatidylserine on the surface of apoptotic lymphocytes triggers specific recognition and removal by macrophages". The Journal of Immunology. 148 (7): 2207–2216. doi:10.4049/jimmunol.148.7.2207. ISSN 0022-1767.
- ↑ Souci SW, Fachmann E, Kraut H: Food Composition and Nutrition Tables. Stuttgart. 2000, Medpharm Scientific Publishers
- ↑ Miranda, Dalva T. S. Z.; Batista, Vanessa G.; Grando, Fernanda C. C.; Paula, Fernanda M.; Felício, Caroline A.; Rubbo, Gabriella F. S.; Fernandes, Luiz C.; Curi, Rui; Nishiyama, Anita (Des 2008). "Soy lecithin supplementation alters macrophage phagocytosis and lymphocyte response to concanavalin A: a study in alloxan-induced diabetic rats". Cell Biochemistry and Function. 26 (8): 859–865. doi:10.1002/cbf.1517. ISSN 1099-0844. PMID 18846580. S2CID 9083077.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Souci SW, Fachmann E, Kraut H (2008). Food Composition and Nutrition Tables. Medpharm Scientific Publishers Stuttgart.
- 1 2 3 Taylor CL (Mei 13, 2003). "Phosphatidylserine and Cognitive Dysfunction and Dementia (Qualified Health Claim: Final Decision Letter)". Center for Food Safety and Applied Nutrition, U.S. Food and Drug Administration. Diarsipkan dari asli tanggal Juni 19, 2013. Diakses tanggal 23 Agustus 2014.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Summary of Qualified Health Claims Subject to Enforcement Discretion - Qualified Claims About Cognitive Function". Food and Drug Administration. Diarsipkan dari asli tanggal Juni 10, 2013.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Glade MJ, Smith K (Juni 2015). "Phosphatidylserine and the human brain". Nutrition. 31 (6): 781–6. doi:10.1016/j.nut.2014.10.014. PMID 25933483.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Poddar, Jit; Pradhan, Munmun; Ganguly, Gargi; Chakrabarti, Sasanka (2019). "Biochemical deficits and cognitive decline in brain aging: Intervention by dietary supplements". Journal of Chemical Neuroanatomy. 95: 70–80. doi:10.1016/j.jchemneu.2018.04.002. ISSN 0891-0618. PMID 29678666. S2CID 5014367.
- ↑ Kim HY, Huang BX, Spector AA (Oktober 2014). "Phosphatidylserine in the brain: metabolism and function". Progress in Lipid Research. 56: 1–18. doi:10.1016/j.plipres.2014.06.002. PMC 4258547. PMID 24992464.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Tardner, P. (2020-08-28). "The effects of phosphatidylserine supplementation on memory function in older people: A review of clinical literature • International Journal of Environmental Science & Technology". International Journal of Environmental Science & Technology (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2020-09-01.
- 1 2 Smith, Glenn (2 Juni 2014). "Can phosphatidylserine improve memory and cognitive function in people with Alzheimer's disease?". Mayo Clinic. Diakses tanggal 23 Agustus 2014.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Crook TH, Klatz RM, ed. (1998). Treatment of Age-Related Cognitive Decline: Effects of Phosphatidylserine in Anti-Aging Medical Therapeutics. Vol. 2. Chicago: Health Quest Publications. hlm. 20–29.
- ↑ Jorissen BL, Brouns F, Van Boxtel MP, Ponds RW, Verhey FR, Jolles J, Riedel WJ (2001). "The influence of soy-derived phosphatidylserine on cognition in age-associated memory impairment". Nutritional Neuroscience. 4 (2): 121–34. doi:10.1080/1028415X.2001.11747356. PMID 11842880. S2CID 9426593. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-08-26. Diakses tanggal 2014-08-23.
- ↑ Kato-Kataoka A, Sakai M, Ebina R, Nonaka C, Asano T, Miyamori T (November 2010). "Soybean-derived phosphatidylserine improves memory function of the elderly Japanese subjects with memory complaints". Journal of Clinical Biochemistry and Nutrition. 47 (3): 246–55. doi:10.3164/jcbn.10-62. PMC 2966935. PMID 21103034.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Jorissen BL, Brouns F, Van Boxtel MP, Riedel WJ (Oktober 2002). "Safety of soy-derived phosphatidylserine in elderly people". Nutritional Neuroscience. 5 (5): 337–43. doi:10.1080/1028415021000033802. PMID 12385596. S2CID 5688203.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Pranala luar
| Nasional | |
|---|---|
| Lain-lain | |