Sabtu, 07 November 2026
17:20 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Penghambat enzim pengubah angiotensin

Penghambat enzim pengubah angiotensin

Bagikan:
Penghambat enzim pengubah angiotensin
Kelas obat-obatan
330px-Captopril_skeletal.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kaptopril, ACE inhibitor sintetis pertama
Pengenal kelas
PenggunaanHipertensi
Kode ATCC09A
Target biologisEnzim pengubah angiotensin
Data klinis
Drugs.comDrug Classes
Consumer ReportsBest Buy Drugs
WebMDMedicineNet  RxList
Pranala luar
MeSHD000806
Dalam Wikidata

Obat-obatan penghambat enzim pengubah angiotensin (Bahasa Inggris: Angiotensin-converting-enzyme inhibitors, disingkat ACE inhibitor) adalah golongan obat yang menghambat kerja enzim pengubah angiotensin (angiotensin-converting enzyme, disingkat ACE), yakni enzim yang berperan dalam sistem renin-angiotensin tubuh yang mengatur volume ekstraseluler (misalnya plasma darah, limfa, dan cairan jaringan tubuh), dan vasokonstriksi arteri.[1] ACE inhibitor berguna untuk menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi, meningkatkan kerja jantung, dan mengurangi beban kerja jantung pada pasien gagal jantung. Inhbitor ACE merupakan analog nonpeptida dari angiotensin I. Inhibitor ACE terikat kuat pada sisi aktif ACE, yaitu terjadi kompleks dengan ion Zn dan berinteraksi dengan gugus bermuatan positif dan kantong hidrofobik.

Penggunaan medis

Obat penghambat ACE diindikasikan untuk hal-hal berikut ini:[1]

Farmakologi

Mekanisme aksi

Inhibitor ACE menghambat perubahan angiotensin I menjadi angiotensin II, yang mana angiotensin II merupakan vasokonstriktor poten yang juga merangsang sekresi aldosteron. Inhibitor ACE juga mengeblok degradasi bradikinin dan merangsang sintesis zat-zat yang menyebabkan vasodilatasi, termasuk prostaglandin E2 dan prostasiklin. Peningkatan bradikinin meningkatkan efek penurunan tekanan darah dari inhibitor ACE, tetapi juga bertanggung jawab terhadap efek samping batuk kering yang sering dijumpai pada penggunaan obat. Inhibitor ACE secara efektif mencegah perkembangan hipertrofi ventrikel kiri dengan mengurangi perangsangan langsung oleh angiotensin II pada sel miokardial.

Pada pasien hipertensi, inhibitor ACE menurunkan tekanan darah dengan mekanisme:

  • Menurunkan resistensi vaskuler perifer
  • Menurunkan aktivitas simpatetik
  • Mengurangi retensi Na dan air

Agen tersedia

Terdapat tiga kelompok obat penghambat ACE, yang dibagi berdasarkan struktur molekulnya yakni:[1]

  • Kelompok yang mengandung Sulfidril, contohnya Kaptopril
  • Kelompok yang mengandung Dikarboksilat, contohnya Enalapril, Ramipril, Quinapril, Perindopril, Lisinopril, dan Benazepril.
  • Kelompok yang mengandung Fosfonat, contohnya adalah Fosinopril.

Referensi

  1. 1 2 3 Apoteker Info, http://www.apoteker.info/Topik%20Khusus/penghambat_ACE.htm Diarsipkan 2016-05-25 di Wayback Machine, diakses tanggal 22 Nov 2016
Saluran pencernaan (A)
Darah dan organ pembentuk darah (B)
Sistem kardiovaskular (C)
Kulit (D)
Sistem reproduksi (G)
Sistem endokrin (H)
Infeksi dan infestasi (J, P)
Penyakit ganas dan sistem imun (L)
Otot, tulang, dan sendi (M)
Otak dan sistem saraf (N)
Sistem pernafasan (R)
Ikon rintisan

Artikel bertopik farmasi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan