Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. Silakan mengembangkan artikel ini dengan menambahkan pranala yang relevan ke konteks pada teks yang sudah ada. (Februari 2023) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini) |

Polisitemia atau disebut juga eritrositosis merupakan gangguan komponen darah karena peningkatan jumlah sel darah merah yang disertai dengan peningkatan konsentrasi hemoglobin perifer. Hal ini menyebabkan peningkatan kekentalan darah dan mudah terjadi penyumbatan oleh bekuan darah. Jumlah sel darah merah normal untuk pria adalah 4,35-5,65 juta/ɥl dan 3,92-5,13 juta/ɥl untuk wanita (kisaran angka ini berbeda untuk tiap laboratorium).[1][2]
Gejala polisitemia adalah nyeri kepala, penglihatan kabur, kulit berwarna lebih merah di bagian wajah, kaki, dan tangan, mudah merasa lelah, tekanan darah meningkat, pusing, mimisan atau memar, nyeri abdomen, dan nyeri serta kaku di persendian. Berdasarkan penyebabnya, polisitemia dapat dibagi dua yaitu polisitemia vera (primer) dan polisitemia sekunder.[1][2]
Referensi
- 1 2 T., Eduward (2019-06-27). "Polisitemia - patofisiologi, diagnosis, penatalaksanaan". Alomedika. Diakses tanggal 2020-03-10.
- 1 2 "Polycythemia Symptoms, Causes, Treatment & Diagnosis". MedicineNet (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-03-10.
| Basis data pengawasan otoritas: Nasional |
|---|