Senin, 21 September 2026
14:09 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Lokomotif CC206

Lokomotif CC206

salah satu lokomotif diesel-elektrik di Indonesia

Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Lokomotif CC206"  berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
"CC206", "Puong", dan "Si Puong" beralih ke halaman ini.
GE CM20EMP
CC206
330px-ArgoSemeruRNB.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lokomotif CC 206 dengan nomor urut CC 206 16 02 livery merah biru khas PERUMKA milik depo lokomotif Cipinang sedang berdinas Kereta api Argo Semeru meluntas langsung di Stasiun Lempuyangan.
Jenis dan asal
Sumber tenagaDiesel–elektrik
ProdusenMesin dan Bodi GE Transportation; Bogie buatan PT Barata Indonesia; Motor Traksi PT Pindad
ModelGE CM20EMP
Tanggal produksi2012–2013, 2015-2016
Jumlah diproduksi150 unit
Data teknis
Konfigurasi:
  Whyte0-6-6-0
  AARC-C
  UICCo'Co'
Lebar sepur1.067 mm (3 ft 6 in) Lebar sepur Cape
BogieBogie fabrikasi (konstruksi las) buatan PT Barata Indonesia
Panjang15.849 mm (52 ft)
Lebar2.743 mm (9 ft)
Tinggi3.695 mm (12 ft)
Beban gandar15.000 kg (33.000 pon)
Berat lok90.000 kg (200.000 pon)[1]
Jenis bahan bakarBahan bakar diesel (High-Speed Diesel)
MesinGE 7FDL-8
Jenis mesin4-tak V8 turbodiesel
AlternatorGE 761
GeneratorGE GT601
Motor traksi6
Silinder8
Rem lokomotifWestinghouse 26L (Rem udara kereta api, Rem dinamis, Rem parkir)
Sistem keselamatanLOCOCOMM™, LOCOTROL® Distributed Power, Train Control/SCADA, Ultra Cab II Signalling, GE Integrated Function Display™, GE BrightStar™ Microprocessor and Computer System
Tipe lonceng: Graham White GW373 E-Bell,
Tipe klakson: Nathan P2 horn
Nathan P-2 horn + Nathan KS-1L (CC 206 15 17)
Performansi
Kelajuan maksimum160 km/h (99 mph) (Rekor)
120 km/h (75 mph) (Operasional)
Daya mesin1,680 kW (2,25 hp)
Gaya traksi248 kN (55.752,62 lbf) (memulai); 207 kN (46.535,45 lbf) (kontinu)
Karier
OperatorKereta Api Indonesia
Nomor armadaCC 206 13 01-100, 15 01-39, 16 01-11
LokalPulau Jawa (Penumpang dan Barang), Sumatera Selatan (Barang)
Mulai dinas2013 (generasi I)
2015 (generasi IIA)
2016 (generasi IIB)
Keadaan148 unit sedang beroperasi, 2 unit tidak beroperasi untuk sementara waktu.

GE CM20EMP (yang juga dikenal sebagai CC206 di Indonesia) adalah lokomotif diesel-elektrik milik dan yang dioperasikan oleh Kereta Api Indonesia, serta diproduksi oleh GE Transportation. GE CM20EMP merupakan lokomotif serbaguna yang tidak hanya digunakan untuk menarik rangkaian kereta penumpang (seperti kelas eksekutif, bisnis, atau ekonomi), tetapi juga kereta barang.[2]

Lokomotif-lokomotif ini mulai beroperasi pada tahun 2013 dan menjadi tulang punggung utama operasional kereta api di Indonesia. Lokomotif ini beroperasi di jalur utama Pulau Jawa[3] untuk menarik rangkaian kereta penumpang maupun barang, serta di wilayah Sumatera Selatan dan Lampung untuk menarik kereta barang—terutama rangkaian kereta angkutan batu bara dari Tanjung Enim menuju Kertapati. Lokomotif ini memiliki desain kabin ganda dan merupakan lokomotif kabin ganda yang paling aktif digunakan di Indonesia.

Latar belakang

Keberadaan lokomotif berkabin ganda di Indonesia berawal dari lokomotif berusia tua yang pernah beroperasi, seperti lokomotif CC200, BB301, BB304, dan BB305 CFD. Namun, semua lokomotif tersebut telah berumur lebih dari 30–40 tahun dan banyak dilakukan pengafkiran/perucatan—lokomotif CC200 yang berusia di atas 60 tahun dan seluruh BB305 kini telah dirucat. Lokomotif berkabin ganda tersebut dirancang supaya tidak perlu diputar di pemutar rel sebelum beroperasi.

Pada dasawarsa 2000-an, PT KAI memiliki gagasan untuk memesan lokomotif yang kuat, berkabin ganda, dilengkapi teknologi komputer GE BrightStar™ Sirius yang sebelumnya juga dimiliki oleh lokomotif CC204, serta memiliki layar monitor komputer.

Dalam beberapa tahun terakhir, pengadaan CC204 dinilai kurang efisien. Hal ini disebabkan oleh sedikitnya produksi lokomotif per tahun, tetapi kebutuhan akan lokomotif cukup banyak. Gagasan dalam pemesanan lokomotif CC206 ke General Electric muncul pada 2010 untuk menambah armada PT KAI, digunakan untuk keperluan angkutan barang di Pulau Jawa. Selain itu, lokomotif ini dipesan dalam jumlah banyak. PT KAI mampu mendatangkan seratus unit hanya dalam setahun meskipun didatangkan dalam beberapa generasi—dibandingkan dengan pengadaan 37 unit lokomotif CC204 yang membutuhkan waktu lebih dari 5 tahun.

Pengadaan

250px-CC206_15_29_di_Pelabuhan_Panjang.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
CC206 15 29 saat baru tiba di Pelabuhan Panjang.

Pada 2012, PT KAI memesan seratus unit lokomotif CC206 (CM20EMP) tanpa bogie buatan General Electric Transportation dengan nilai kontrak sebesar Rp4 triliun.[4] Bogie lokomotif dirakit oleh PT Barata Indonesia (Persero).[5]:44 Pada 2013, 100 unit lokomotif CC206 yang dipesan tiba secara bertahap di Pelabuhan Tanjung Priok. Lokomotif-lokomotif tersebut kemudian diangkut ke Balai Yasa Yogyakarta untuk dilakukan pemasangan bogie.[6]

Pada tahun 2015, PT KAI kembali memesan 50 unit lokomotif CC206 kepada General Electric. Sebanyak 39 unit lokomotif tiba pada 2015, sementara 11 unit sisanya tiba pada 2016.[7] Saat ini, seluruh lokomotif CC206 telah berada di Indonesia dan digunakan untuk keperluan kereta api penumpang dan barang.

Data teknis

Desain bentuk lokomotif

Desain lokomotif CC206 memiliki kemiripan dengan salah satu lokomotif GE yang beroperasi di Australia, yaitu lokomotif Class 2800 (GE CM30-8) milik Queensland Rail. Sementara itu, desain kabin memiliki kemiripan dengan lokomotif milik China Railway, yaitu China Railways HXN5 (GE ES59ACi) dan lokomotif milik Indian Railways, yaitu Indian Locomotive Class WDG-4G (GE ES43ACmi). Lampu lokomotif seperti lampu kabut dan lampu semboyan masih mengikuti desain lokomotif GE sebelumnya yang beroperasi di Indonesia.

Mesin, spesifikasi lokomotif, dan perangkat elektronik

Bunyi Semboyan 35 lokomotif CC 206.
Bermasalah memainkan berkas ini? Lihat bantuan media.

Lokomotif CC206 menggunakan mesin delapan silinder, GE 7FDL-8 mesin yang sama digunakan pada lokomotif GE untuk KAI sebelumnya namun daya yang dihasilkan sedikit lebih besar yakni 2250 hp serta emisi gas buang lebih rendah.

Lokomotif ini dilengkapi perangkat elektronik komputer GE BrightStar™ Sirius yang dipadukan dengan layar monitor GE Integrated Function Display™ (GE IFD) seperti lokomotif Dash-sehingga menjadikan CC206 sebagai lokomotif yang dilengkapi layar monitor komputer kendali kedua di Indonesia setelah CC205 dan lokomotif GE pertama di Indonesia dengan layar tampilan. Berbeda dengan lokomotif CC204 yang juga menggunakan perangkat elektronik komputer GE BrightStar™ Sirius, tetapi tidak memiliki layar monitor seperti di lokomotif CC206.

Lokomotif ini memiliki klakson yang "Berbeda dan terdengar lebih keras dari lokomotif sebelumnya" karena menggunakan jenis klakson "Nathan P-2 Horn" sehingga ia dijuluki sebagai "Si Puong" atau "Puongs" & "Nathan P-2 + Nathan K-1L (CC 206 15 15 SDT)" sebagai " Si Baongs" oleh penggemar kereta api. Selain itu lokomotif ini juga memiliki julukan "Muka Dua" karena memiliki dua kabin masinis dan juga "Badut".

Daya angkut lokomotif ini bisa mencapai 20 gerbong terbuka 50 ton (49 ton panjang; 55 ton pendek), 33-35 gerbong datar, gerbong ketel dan gerbong tertutup maupun 16 kereta penumpang untuk satu lokomotif penarik.[8]

Livery

Seluruh Lokomotif, kecuali CC 206 16 02, CC 206 13 76 & CC 206 13 61 menggunakan livery KAI 2011 dengan logo 2020. Untuk CC 206 13 76 & CC 206 13 61, livery yang digunakan adalah livery Nusantara Explorer.

Pada tanggal 15 September 2026, lokomotif CC 206 16 02 milik Depo induk Cipinang (CPN) yang menghuni Daerah Operasi I Jakarta, yang sebelumnya menggunakan pola pengecatan bawaan KAI, pertama kali nya Lokomotif CC 206 menggunakan pola pengecatan "Red and Blue" selayak awal perumka tahun 1990an, tetapi dengan logo KAI 2020. Pola pengecatan ini diproposalkan oleh IRPS di Balai Yasa Yogyakarta.

Alokasi

250px-Sangkuriang_Train_in_Cipeundeuy_Station_-_Sangkuriang_Inaugural_Run.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lokomotif CC206 13 41 BD yang berdinas Kereta api Sangkuriang berhenti di Stasiun Cipeundeuy

Keseluruhan unit lokomotif CC206 generasi pertama yang berjumlah 100 unit, ditempatkan di seluruh depo induk lokomotif yang berada di Pulau Jawa, kecuali Depo Induk Madiun dan Depo Induk Jember. Lokomotif ini utamanya digunakan untuk keperluan angkutan kereta api penumpang unggulan, maupun barang.

Kemudian, sebanyak 11 unit lokomotif CC206 generasi kedua pada awalnya dialokasikan untuk Depo Induk di Jawa, sementara sisanya sebanyak 28 unit generasi IIA dan 11 unit generasi IIB dialokasikan untuk Divisi Regional III Palembang dan ditempatkan di Depo Induk Kertapati, setelah sebelumnya dilakukan uji coba di Jawa. Seluruh lokomotif CC206 yang berada di Pulau Sumatra digunakan untuk kebutuhan kereta api angkutan batu bara swasta dan berbagai kereta api angkutan barang di Divisi Regional III Palembang. Pada Desember 2025[9] dan Februari 2026,[10] sebanyak 19 lokomotif CC206 generasi kedua dimutasikan dari Kertapati ke Jawa, dengan 7 di antaranya merupakan lokomotif yang sempat dimutasikan dari Jawa ke Kertapati antara 2021-2024.

Depo Lokomotif Kertapati tercatat sebagai depo lokomotif dengan kepemilikan lokomotif CC206 terbanyak nomor 2 setelah Depo Lokomotif Cipinang. Saat ini, terdapat 1 unit lokomotif CC206 yang berstatus konservasi, yaitu CC206 13 97 BD yang mengalami tabrakan kereta api Cicalengka 2024.

Persebaran lokomotif CC206, per 10 Juni 2026[11][12][13][14]
Depo Jumlah
Cipinang (CPN) 30
Bandung (BD) 20
Cirebon (CN) 11
Semarang Poncol (SMC) 6
Purwokerto (PWT) 10
Yogyakarta (YK) 18
Sidotopo (SDT) 25
Kertapati (KPT) 28
Total 149
Persebaran per depo
Depo Lokomotif
Cipinang (CPN) CC 206 13 27, CC 206 13 48, CC 206 13 49, CC 206 13 50, CC 206 13 51, CC 206 13 52, CC 206 13 54, CC 206 13 55, CC 206 13 64, CC 206 13 70, CC 206 13 71, CC 206 13 72, CC 206 13 73, CC 206 13 75, CC 206 13 76, CC 206 13 77, CC 206 13 78, CC 206 13 80, CC 206 13 85, CC 206 13 86, CC 206 13 87, CC 206 13 95, CC 206 15 02, CC 206 15 03, CC 206 15 07, CC 206 15 12, CC 206 15 16, CC 206 15 23, CC 206 15 25, CC 206 16 02
Bandung (BD) CC 206 13 09, CC 206 13 13, CC 206 13 40, CC 206 13 41, CC 206 13 42, CC 206 13 47, CC 206 13 53, CC 206 13 60, CC 206 13 79, CC 206 13 81, CC 206 13 82, CC 206 13 83, CC 206 13 90, CC 206 13 96, CC 206 13 98, CC 206 13 99, CC 206 13 100, CC 206 15 14, CC 206 15 22, CC 206 15 28
Cirebon (CN) CC 206 13 01, CC 206 13 03, CC 206 13 05, CC 206 13 33, CC 206 13 34, CC 206 13 56, CC 206 13 59, CC 206 13 68, CC 206 13 91, CC 206 13 93, CC 206 13 94
Semarang Poncol (SMC) CC 206 13 04, CC 206 13 06, CC 206 13 07, CC 206 13 32, CC 206 13 65, CC 206 13 66
Purwokerto (PWT) CC 206 13 02, CC 206 13 20, CC 206 13 21, CC 206 13 22, CC 206 13 23, CC 206 13 28, CC 206 13 43, CC 206 13 44, CC 206 13 57, CC 206 15 32
Yogyakarta (YK) CC 206 13 26, CC 206 13 30, CC 206 13 31, CC 206 13 58, CC 206 13 61, CC 206 13 62, CC 206 13 63, CC 206 13 67, CC 206 13 69, CC 206 13 74, CC 206 13 84, CC 206 13 88, CC 206 13 92, CC 206 15 06, CC 206 15 08, CC 206 15 10, CC 206 15 11, CC 206 15 39
Sidotopo (SDT) CC 206 13 08, CC 206 13 10, CC 206 13 11, CC 206 13 12, CC 206 13 14, CC 206 13 15, CC 206 13 16, CC 206 13 17, CC 206 13 18, CC 206 13 19, CC 206 13 24, CC 206 13 25, CC 206 13 29, CC 206 13 35, CC 206 13 36, CC 206 13 37, CC 206 13 38, CC 206 13 39, CC 206 13 45, CC 206 13 46, CC 206 15 01, CC 206 15 04, CC 206 15 05, CC 206 15 15, CC 206 16 10
Kertapati (KPT) CC 206 15 09, CC 206 15 13, CC 206 15 17, CC 206 15 18, CC 206 15 19, CC 206 15 20, CC 206 15 21, CC 206 15 24, CC 206 15 26, CC 206 15 27, CC 206 15 29, CC 206 15 30, CC 206 15 31, CC 206 15 33, CC 206 15 34, CC 206 15 35, CC 206 15 36, CC 206 15 37, CC 206 15 38, CC 206 16 01, CC 206 16 03, CC 206 16 04, CC 206 16 05, CC 206 16 06, CC 206 16 07, CC 206 16 08, CC 206 16 09, CC 206 16 11

Insiden

250px-GECM20EMP1353.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lokomotif CC206 13 53 BD saat menarik Kereta api Malabar, salah satu lokomotif CC206 yang mengalami kerusakan berat di bagian samping kiri setelah menabrak beberapa rangkaian Kereta api Argo Semeru yang anjlok di Kalimenur 2023 yang lalu.
Lokomotif CC206 13 23 saat menarik kereta api Argo Lawu, salah satu lokomotif CC206 yang mengalami kerusakan parah di kabin masinis setelah menabrak gerbong pengangkut pipa besar.
Lokomotif CC206 13 99 PWT (sekarang BD) saat menarik KA Pangrango. Ini adalah lokomotif yang sama dimana lokomotif ini menabrak truk pakan ternak saat berdinas di KA Turangga.
Lokomotif CC206 13 97 BD saat berdinas Kereta api Argo Wilis. Lokomotif yang sama dimana lokomotif tersebut mengalami tabrakan dengan Commuter Line Bandung Raya saat berdinas KA Turangga.

Galeri

Lihat pula

Referensi

Kutipan

  1. "GE product catalogue". Issuu. 9 Agustus 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. "GE Transportation Locomotive Product Catalog by GE Transportation - Issuu". issuu.com (dalam bahasa Inggris). 2016-08-09. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-09-06. Diakses tanggal 2024-06-22.
  3. Barrow, Keith (18 September 2014). "GE to supply 50 locomotives to Indonesia". International Railway Journal.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. "GE Menangi Tender Pengadaan 100 Lokomotif KAI". beritasatu.com. 2012-02-23. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2018-06-25. Diakses tanggal 2018-04-29.
  5. UGM 2016.
  6. Suryanto 2013.
  7. Supriyanto 2016.
  8. "Search". GE Transportation. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-09-19. Diakses tanggal 2016-11-15.
  9. https://keretaapikita.com/7-lokomotif-cc-206-yang-di-mutasi-dari-sumatera-ke-jawa/
  10. https://redigest.web.id/2026/02/12-unit-lokomotif-cc206-dari-sumsel-tiba-di-jakarta/
  11. Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2025 (PDF). Bandung: Kereta Api Indonesia (Persero). 2024-12-30. hlm. 1524. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2025-01-27 via Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
  12. Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Sumatera Bagian Utara Tahun 2025 (PDF). Bandung: Kereta Api Indonesia (Persero). 2024-12-30. hlm. 90. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2025-01-27 via Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
  13. Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Sumatera Bagian Barat Tahun 2025 (PDF). Bandung: Kereta Api Indonesia (Persero). 2024-12-30. hlm. 42. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2025-01-27 via Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
  14. Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Sumatera Bagian Selatan Tahun 2025 (PDF). Bandung: Kereta Api Indonesia (Persero). 2024-12-30. hlm. 222. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2025-01-27 via Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
  15. "TribunNews: Lokomotif Ini Ikut Jadi Korban Kebakaran di Malang". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-09-10. Diakses tanggal 2014-08-30.
  16. Majalah KA Edisi Mei 2014, halaman 22 s.d. 23. Beratnya Medan Hambat Evakuasi CC206
  17. "Merdeka: Lokomotif KA Bogowonto yang Terguling Belum Dievakuasi". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-01-20. Diakses tanggal 2014-06-07.
  18. Majalah KA Edisi Juni 2014: Lagi-lagi CC206 Jungkel
  19. "Okezone: Tabrakan terjadi karena KA Bangunkarta tergelincir dari rel". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-03-24. Diakses tanggal 2015-06-17.
  20. "Breaking News TribunJogja: Lokomotif PT KAI Gagal Uji Rem dan Tabrak Ujung Rel". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-08-10. Diakses tanggal 2015-08-30.
  21. "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-07-11. Diakses tanggal 2016-10-05.
  22. "Tabrakan Avanza-Argo Anggrek di Grobogan, 4 Meninggal". Tempo Nasional. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2017-05-20. Diakses tanggal 2017-05-31.
  23. Suara.com. "KA Argo Bromo Anggrek Tabrak Mobil di Blora". suara.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-03-24. Diakses tanggal 2017-05-31.
  24. Beritasatu.com. "KA Turangga Tabrak Truk Pengangkut Pakan Ternak". beritasatu.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-04-03. Diakses tanggal 2023-04-02.
  25. "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-10-04. Diakses tanggal 2023-10-02.
  26. Priyatna, Aditya (17 Oktober 2023). "KA Argo Semeru Kecelakaan di Kulon Progo, Saksi Mata: Ada Asap Putih, Tiba-tiba Gerbong Keluar Jalur". Kompas.com. Yogyakarta: KG Media. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-10-19. Diakses tanggal 17 Oktober 2023.
  27. Fajar Fadhillah, Muhammad (2024-01-05). "Kecelakaan Kereta 'Adu Banteng' KA Turangga dan KA Bandung Raya". Kompas TV. Diakses tanggal 2024-12-06.
  28. Silaban, Martha Warta (2024-09-25). "Kronologi Kecelakaan Kereta Taksaka dan Truk di Perlintasan Sentolo-Rewulu". Tempo. Diakses tanggal 2024-09-25.
  29. Media, Kompas Cyber (2024-09-25). "Kecelakaan Kereta Taksaka Vs Truk Molen di Bantul, Sopir Masih Diperiksa". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2024-09-25.
  30. "Kereta api Harina menabrak truk didaerah Kaligawe, Semarang 2025". kompas regional.com. Diakses tanggal 8 Mei 2025.
  31. "KA Jarak Jauh Tabrakan dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur". detikcom. Diakses tanggal 2026-04-28.
  32. "Dua Kereta Bertabrakan di Stasiun Bekasi Timur". CNN Indonesia. Diakses tanggal 2026-04-28.

Daftar pustaka

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai CC206.
Ikon rintisan

Artikel bertopik lokomotif ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan