Rabu, 21 Oktober 2026
04:48 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari

Bahasa Bugis Sape

Bagikan:
Bahasa Bugis Sape
Basa Ugi Sape
Dituturkan diIndonesia
Wilayah
Penutur
tidak diketahui[1]
Tampilkan klasifikasi manual
    • Bugis Sape
Tampilkan klasifikasi otomatis
Kode bahasa
ISO 639-3–
GlottologTidak ada
20px-Globe_of_letters.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Portal Bahasa
L •B •PW   
Sunting kotak info  +  Info templat
Tentang artikel
Pemberitahuan
Templat ini mendeteksi bahwa artikel bahasa ini masih belum dinilai kualitasnya oleh ProyekWiki Bahasa dan ProyekWiki terkait dengan subjek.
Perhatian: untuk penilai, halaman pembicaraan artikel ini telah diisi sehingga penilaian akan berkonflik dengan isi sebelumnya. Harap salin kode dibawah ini sebelum menilai.

{{PW Bahasa|importance=|class=}}

Terjadi [[false positive]]? Silakan laporkan kesalahan ini.

05.44, Selasa, 20 Oktober, 2026 (UTC) • Sebanyak 1.636 artikel belum dinilai
Artikel ini belum dinilai oleh ProyekWiki Bahasa
Cari artikel bahasa
Cari artikel bahasa
 
Cari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)
 
Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
Artikel bahasa sembarang
Halaman bahasa acak

Bahasa Bugis Sape adalah dialek bahasa Bugis yang dituturkan oleh komunitas diaspora etnis Bugis di wilayah pesisir Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat.[2] Dialek ini termasuk ke dalam rumpun bahasa Sulawesi Selatan yang berinduk pada bahasa Bugis di wilayah asalnya.[2] Penggunaan bahasa Bugis di wilayah ini berfungsi sebagai sarana interaksi sosial harian di lingkungan domestik sekaligus identitas kultural penanda komunitas diaspora Bugis di timur Pulau Sumbawa.[3] Berdasarkan pengujian dialektometri kebahasaan, bahasa Bugis dialek Sape diklasifikasikan sebagai dialek yang mandiri akibat proses pemisahan geografis dan migrasi maritim yang panjang.[4]

Sejarah

Secara historis, keberadaan penutur bahasa Bugis di wilayah Sape terkait erat dengan pola migrasi maritim dan hubungan politik tradisional antara kerajaan-kerajaan di Sulawesi Selatan dengan Kesultanan Bima sejak berabad-abad lalu.[5] Hubungan dagang dan pemukiman pelaut Bugis di pesisir timur Bima terekam dalam naskah sastra klasik setempat yang mendokumentasikan eksistensi komunitas Bugis di Sape saat menghadapi berbagai dinamika sosiokultural.[6] Interaksi perkawinan campur dan asimilasi sosial antara para pelaut pendatang dari Sulawesi Selatan dengan penduduk asli setempat lambat laun membentuk kelompok masyarakat hibrida di wilayah pesisir pantai.[7] Kelompok masyarakat nelayan pesisir tersebut tetap merawat tradisi tutur leluhur mereka dari generasi ke generasi, namun menyerap elemen budaya material lokal secara berdampingan.[5]

Distribusi geografis

Secara geografis, persebaran penutur bahasa Bugis dialek Sape ini berpusat di wilayah pesisir kecamatan Sape, dengan konsentrasi populasi terbesar berada di desa Bugis.[3] Kantong pemukiman penutur ini membentuk komunitas linguistik yang strategis karena posisinya di Selat Sape yang menghubungkan Pulau Sumbawa dengan Pulau Komodo, Pulau Flores, serta jalur pelayaran menuju Indonesia Timur.[8] Di wilayah sebaran sosiolinguistik Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu, bahasa Bugis dialek Sape ini berdampingan dengan bahasa Bajau dialek Soro di Dompu.[9] Hasil penghitungan dialektometri kuantitatif menunjukkan persentase perbedaan antardialek luar daerah asal tersebut berkisar antara 51% hingga 80%, yang mempertegas kedudukan masing-masing sebagai variasi dialek lokal terpisah.[2]

Penggunaan

Populasi pengguna bahasa Bugis dialek Sape tersebar di dalam wilayah administrasi desa Bugis, di kecamatan Sape, namun jumlahnya tidak mencakup keseluruhan dari total penduduk desa setempat.[3] Berdasarkan pencatatan sosiolinguistik deskriptif berbasis data sektoral wilayah, kuantitas penutur aktif yang menggunakan bahasa Bugis dialek Sape ini terkonsentrasi pada beberapa rukun tetangga dan perkampungan nelayan di pesisir pelabuhan.[1] Angka vitalitas penutur asli dialek ini cenderung mengalami fluktuasi kepunahan bertahap akibat kuatnya dominasi penggunaan bahasa Bima dan bahasa Indonesia sebagai sarana komunikasi antaretnis di ruang publik kecamatan Sape.[1][10]

Ciri khas

Berdasarkan analisis variasi unsur kebahasaan, bahasa Bugis dialek Sape dicirikan oleh pemisahan sosiolinguistik dan variasi leksikal yang membedakannya dengan dialek bahasa Bugis di wilayah asalnya.[3] Struktur kebahasaan dialek ini secara dinamis mempertahankan komponen fonologi asli bahasa Bugis, tetapi mengalami adaptasi kontak bahasa secara eksternal melalui adopsi leksikon maritim serta integrasi istilah lokal dari lingkungan sosiokultural daerah baru.[11] Hubungan kemasyarakatan yang intensif antara populasi penutur dialek Sape dengan komunitas penutur bahasa asli setempat, yaitu bahasa Bima, secara sosiolinguistik memicu terjadinya lanskap kedwibahasaan serta memengaruhi pilihan kata dalam pola komunikasi harian masyarakat di wilayah sekitar Pelabuhan Sape.[12]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 3 Erwan, Lalu (2020). "Kontak Bahasa antara Masyarakat Tutur Bahasa Bajo dan Mbojo di Kabupaten Bima dan Dompu". Mabasan: Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra. 14 (1): 72–85.
  2. 1 2 3 "Bahasa Bugis di Provinsi Nusa Tenggara Barat". Laboratorium Kebinekaan Bahasa dan Sastra, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
  3. 1 2 3 4 Damhujin (2017). "Bahasa Bugis di Kabupaten Bima dan Dompu". Mabasan: Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra. 11 (1): 15–28.
  4. ↑ Mahsun (2006). "Kajian Dialektologi Diakronis Bahasa Bugis di Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat". Linguistika: Budaya, Bahasa, dan Pengajaran. 13 (25).
  5. 1 2 Suhartono (2014). "Multikulturalisme di Bima pada Abad X – XVII". Paramita: Historical Studies Journal. 24 (2): 165–176.
  6. ↑ Chambert-Loir, Henri (1982). Syair Kerajaan Bima. Jakarta: Lembaga Penelitian Prancis untuk Timur Jauh.
  7. ↑ Noorduyn, Jacobus (1987). "Makassar and the East Indonesia Maritime Trading Network". Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde (dalam bahasa Inggris). 143 (4): 469–495.
  8. ↑ Andaya, Leonard Y. (2004). The Heritage of Arung Palakka: A History of South Sulawesi (Celebes) in the Seventeenth Century (dalam bahasa Inggris). The Hague: Martinus Nijhoff.
  9. ↑ Lembaga Jurnal Indonesia (2019). Distribusi dan Pemetaan Varian-varian Bahasa Bugis di Kabupaten Bima dan Dompu (Laporan). Garba Rujukan Digital.
  10. ↑ Badan Pusat Statistik Kabupaten Bima (2024). Kecamatan Sape Dalam Angka 2024 (Laporan). BPS Kabupaten Bima.
  11. ↑ Damhujin (2018). "Distribusi dan Pemetaan Bentuk dan Jenis-Jenis Karya Sastra Bahasa Bugis di Kabupaten Bima dan Dompu". Mabasan: Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra. 12 (2): 102–115.
  12. ↑ Bawa, I Wayan; Jendra, I Wayan (1981). Struktur Bahasa Bugis Dialek Nusa Tenggara Barat (Laporan). Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Daftar pustaka

  • Andaya, Leonard Y. (2004). The Heritage of Arung Palakka: A History of South Sulawesi (Celebes) in the Seventeenth Century (dalam bahasa Inggris). The Hague: Martinus Nijhoff.
  • Kridalaksana, Harimurti (2008). Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. ISBN 978-9792235708.
  • Mahsun (2006). "Kajian Dialektologi Diakronis Bahasa Bugis di Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat". Linguistika: Budaya, Bahasa, dan Pengajaran. 13 (25).
Aceh-Cam
Gayo-Batak
Sumatra Barat Laut
Melayu
Minangkabau
Melayu Barisan Selatan
Musi
Lampung
Lain-lain

1 Kreol • 2 Bahasa isyarat • 3 Bahasa isolat • 4 Bahasa Pidgin • 5 Tidak diklasifikasikan
a juga dituturkan di Malaysia dan/ Brunei Darussalam. • b juga dituturkan di Timor Leste, Papua Nugini dan/ negara-negara Oseania lainnya. Italik: Bahasa punah atau bahasa mati. *Catatan: Kalimantan dan Papua di sini hanya yang termasuk dalam teritori Indonesia.

Lihat pula: Daftar bahasa di Indonesia menurut BPS 2010
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan