Rabu, 30 September 2026
07:26 WIB
TERKINI
Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang
Paus Adrianus I

Paus Adrianus I

Paus Gereja Katolik dari tahun 772 hingga 795

Bagikan:
Head of the Catholic Church from 772 to 795Templat:SHORTDESC:Head of the Catholic Church from 772 to 795
"Hadrian I" beralih ke halaman ini. Untuk kaisar Romawi, lihat Hadrian.

Adrianus I
Uskup Roma
250px-Zecca_di_roma%2C_denaro_di_adriano_I%2C_772-795%2C_in_argento_%28bibl._apostolica_vaticana%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Denarius dari Adrianus I
GerejaGereja Katolik
Awal masa kepausan
1 Februari 772
Akhir masa kepausan
25 Desember 795
PendahuluStefanus III
PenerusLeo III
Imamat
Tahbisan uskup
9 Februari 772
Informasi pribadi
Lahir700
Roma, Italia, Kekaisaran Romawi Timur
Meninggal25 Desember 795 (umur 94-95 tahun)
Roma, Negara Kepausan
Paus lainnya yang bernama Adrianus

Paus Adrianus I (Latin: Hadrianus I; 700 – 25 December 795) adalah uskup Roma dan penguasa Negara Kepausan sejak 1 Februari 772 hingga kematiannya pada 25 Desember 795.[1] Berasal dari keluarga bangsawan militer Roma yang dikenal sebagai domini de via Lata,[2] ia adalah putra Theodore, yang meninggal ketika Hadrian masih sangat muda; ia disambut oleh paman dari pihak ayahnya, Theodotus (atau Theodatus) consul, dux et primicerius Sanctae Romanae Ecclesiae.

Adrianus dan para pendahulunya harus menghadapi upaya berkala dari kaum Lombard untuk memperluas wilayah kekuasaan mereka di Italia dengan mengorbankan kepausan. Karena tidak menerima dukungan apa pun dari Konstantinopel, para paus mencari bantuan kepada bangsa Frank. Masa jabatan Adrian menyaksikan puncak dari perselisihan teritorial yang berkelanjutan antara Charlemagne dan saudaranya Carloman I. Raja Lombardia Desiderius mendukung klaim putra-putra Carloman atas tanah mendiang ayah mereka, dan meminta Paus Adrian untuk menobatkan putra-putra Carloman sebagai "Raja-raja Frank". Ketika Paus gagal melakukannya, Desiderius menyerbu wilayah Kepausan dan merebut Kadipaten Pentapolis. Charlemagne mengepung Pavia dan merebut mahkota Lombardia untuk dirinya sendiri. Kemudian, ia mengembalikan Pentapolis kepada Kepausan serta sebagian wilayah Lombardia yang direbut.

Pemilihan sebagai Paus

Adrianus terpilih menjadi Paus pada tanggal 1 Februari 772 setelah wafatnya Paus Stefanus III. Masa pemilihannya terjadi pada periode yang penuh tantangan karena ancaman invasi dari suku-suku Lombard serta konflik internal di Roma. Ia dipilih oleh para uskup dan pemimpin Roma karena kepemimpinannya yang tegas, kebijaksanaannya yang mendalam, serta kesetiaannya pada Gereja.

Kepausan

Pontifikat Adrianus ditandai dengan masa kekuatan spiritual dan politik yang besar, yang terutama terlihat melalui aliansinya dengan Raja Franka, Karl yang Agung (Charlemagne). Ketika Raja Desiderius dari Lombard mengancam wilayah Gereja, Adrianus memohon bantuan kepada Karl, yang menjawab dengan mengalahkan Lombard dan menganugerahkan banyak wilayah kepada Gereja. Peristiwa ini dikenal sebagai perluasan "Patrimonium Sancti Petri," yaitu wilayah-wilayah yang diperintah oleh Paus.

Hubungan dengan Karl yang Agung

Adrianus memiliki hubungan yang sangat erat dengan Karl yang Agung, meskipun hubungan ini juga disertai dengan tantangan. Karl menghormati Adrianus sebagai pemimpin rohani dan sekutu politik, tetapi juga sering kali mempertanyakan otoritas Paus dalam urusan administratif. Meskipun demikian, keduanya bekerja sama untuk menyelenggarakan reformasi gereja dan meningkatkan pendidikan teologi di seluruh Kekaisaran Franka.

Kontribusi dalam Konsili Ekumenis

Pada masa kepemimpinannya, Adrianus turut serta dalam Konsili Nicea II (787), yang membahas isu-isu ikoniklasme (penolakan terhadap penghormatan gambar suci). Adrianus mendukung penghormatan ikon, sebagaimana diajarkan oleh tradisi apostolik, dengan menegaskan bahwa penghormatan kepada ikon tidak menyamai penyembahan kepada Allah, melainkan sebuah penghormatan kepada sosok yang diwakilinya.

Pembangunan dan restorasi Gereja

Adrianus dikenal karena perhatiannya yang besar terhadap seni dan arsitektur gerejawi. Ia membangun dan merestorasi banyak gereja di Roma, termasuk Basilika Santo Petrus, untuk mencerminkan kemuliaan Allah. Dalam catatan sejarah, ia juga dikenal sebagai pelindung seni sakral yang memperindah gereja-gereja dengan mosaik dan ikonografi.

Kematian dan Warisan

Adrianus I wafat pada tanggal 25 Desember 795 setelah 23 tahun memimpin Gereja Katolik, menjadikannya salah satu Paus dengan masa kepemimpinan terpanjang dalam sejarah. Ia dimakamkan di Basilika Santo Petrus di Vatikan. Warisan Adrianus tetap hidup melalui kebijaksanaannya dalam memimpin Gereja, pembelaannya terhadap iman, dan kontribusinya dalam memperluas otoritas spiritual dan temporal kepausan.

Penilaian Sejarah

Paus Adrianus I dipandang sebagai tokoh kunci dalam sejarah Gereja Katolik, terutama karena perannya dalam memperkuat hubungan antara Kekaisaran Franka dan Takhta Suci. Ia dikenang sebagai seorang gembala yang setia, pembaru yang bijaksana, dan pelindung yang teguh bagi Gereja di tengah tantangan zamannya.

Lihat pula

Sumber

  • Barton, Simon (2015). Conquerors, Brides, and Concubines: Interfaith Relations and Social Power in Medieval Iberia. University of Pennsylvania Press.
  • Cavadini, John C. (1988). The Last Christology of the West: Adoptionism in Spain and in Gaul, AD 785–817 (Doctoral thesis). Yale University.

Pranala luar

Didahului oleh:
Stefanus III
Paus
772 – 795
Diteruskan oleh:
Leo III
Abad ke-1
s.d. ke-4
Abad ke-5
s.d. ke-8
Abad ke-9
s.d. ke-12
Abad ke-13
s.d. ke-16
Abad ke-17
s.d. ke-20
Abad ke-21
Sejarah
Zaman Klasik dan
Abad Pertengahan Awal
Abad Pertengahan
Puncak dan Akhir
Zaman Modern
Awal dan Puncak
  1. ↑ 20px-Wikisource-logo.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Herbermann, Charles, ed. (1913). Catholic Encyclopedia. New York: Robert Appleton Company.{{cite encyclopedia}}: |title= tidak ada atau kosong
  2. ↑ Giorgio Schneider Graziosi, La «domus Theodorae» sull'Aventino, in «Bullettino della Commissione Archeologica Comunale di Roma» — 42.1915; pp. 339-340.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan