Kamis, 22 Oktober 2026
19:25 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal

Paus Sergius IV

Kepala Gereja Katolik dari tahun 1009 hingga 1012

Bagikan:
Head of the Catholic Church from 1009 to 1012Templat:SHORTDESC:Head of the Catholic Church from 1009 to 1012
"Sergius IV" beralih ke halaman ini. Untuk Adipati Napoli dari tahun 1002 hingga 1036, lihat Sergius IV dari Napoli.

Sergius IV
Uskup Roma
GerejaGereja Katolik
Awal masa kepausan
31 Juli 1009
Akhir masa kepausan
12 Mei 1012
PendahuluYohanes XVIII
PenerusBenediktus VIII
Imamat
Tahbisan uskup
1004
Pelantikan kardinal
1004
oleh Yohanes XVIII
Informasi pribadi
Nama lahirPietro Martino Buccaporci
LahirRoma, Negara Kepausan, Kekaisaran Romawi Suci
Meninggal12 Mei 1012
Roma, Negara Kepausan, Kekaisaran Romawi Suci
Jabatan sebelumnya
Paus lainnya yang bernama Sergius

Paus Sergius IV (meninggal 12 Mei 1012) adalah uskup Roma dan penguasa nominal Negara Kepausan dari tanggal 31 Juli 1009 hingga kematiannya. Kekuasaan duniawinya (kepausan) dikalahkan oleh kaum bangsawan John Crescentius. Sergius IV mungkin menyerukan pengusiran umat Muslim dari Tanah Suci, tetapi hal ini masih diperdebatkan. Sejak zamannya, praktik bahwa orang yang telah terpilih menjadi paus mengambil nama baru menjadi sebuah tradisi.[1]

Kehidupan Awal

Pietro Martino Buccaporci lahir di Roma dari keluarga sederhana. Nama keluarganya, "Buccaporci," yang berarti "mulut babi," sering dianggap sebagai julukan penghinaan, tetapi ia memilih untuk tidak mengubah nama tersebut, melainkan menerima segala kekurangan duniawi sebagai bentuk kerendahan hati. Sejak masa muda, Pietro menunjukkan bakat besar dalam ilmu teologi dan memiliki reputasi sebagai seorang yang saleh.

Ia kemudian ditahbiskan sebagai imam dan memperoleh jabatan sebagai Uskup Albano pada tahun 1004. Dalam perannya sebagai uskup, ia dikenal karena perhatian besar terhadap umat miskin dan kemampuannya meredakan konflik di wilayahnya.

Pemilihan Sebagai Paus

Pietro terpilih menjadi Paus pada 31 Juli 1009, menggantikan Paus Yohanes XVIII yang mengundurkan diri atau meninggal dalam keadaan tidak sepenuhnya jelas. Sebagai seorang yang rendah hati, Pietro memilih nama Sergius IV untuk menghormati Paus Sergius I, seorang tokoh penting dalam sejarah Gereja. Pemilihan Sergius IV terjadi di tengah-tengah ketegangan politik yang besar, terutama karena meningkatnya pengaruh keluarga Tusculum yang berkuasa di Roma.

Tantangan Selama Kepausan

Masa kepausan Sergius IV ditandai dengan krisis politik dan agama. Salah satu peristiwa besar yang terjadi selama masa pemerintahannya adalah penaklukan Yerusalem oleh Dinasti Fatimiyah di bawah Khalifah Al-Hakim bi-Amr Allah pada tahun 1009. Penghancuran Gereja Makam Kudus oleh Khalifah Al-Hakim memicu kemarahan besar di seluruh dunia Kristen.

Beberapa sumber sejarah, meskipun tidak sepenuhnya terkonfirmasi, menyebutkan bahwa Sergius IV mengeluarkan surat paus (bulla) yang menyerukan pembebasan Yerusalem. Surat tersebut sering dianggap sebagai salah satu benih yang memicu Perang Salib pada abad-abad berikutnya. Namun, beberapa sejarawan modern mempertanyakan keaslian dokumen ini.

Hubungan dengan Kekuasaan Duniawi

Sergius IV menghadapi tekanan besar dari keluarga Tusculum, terutama dari Konsul Theophylactus II yang memiliki pengaruh besar atas Roma. Meskipun demikian, Sergius IV berusaha mempertahankan kemandirian Gereja dari pengaruh politik, meskipun ia tidak sepenuhnya mampu mengatasi kekuatan keluarga Tusculum.

Kesalehan dan Karya Amal

Sebagai paus, Sergius IV dikenal atas perhatian besar terhadap umat miskin dan mereka yang tertindas. Ia menggunakan sumber daya Gereja untuk mendukung kegiatan amal dan memastikan bahwa kebutuhan umat yang menderita terpenuhi. Selain itu, ia juga dikenal karena devosinya kepada Bunda Maria dan para santo-santa.

Akhir Hayat dan Warisan

Paus Sergius IV meninggal pada 12 Mei 1012 dalam keadaan misterius. Beberapa sejarawan menduga ia diracuni oleh lawan politiknya, meskipun tidak ada bukti yang kuat untuk mendukung klaim ini. Ia dimakamkan di Basilika Santo Yohanes Lateran, Roma.

Meskipun masa kepausannya singkat, Sergius IV dikenang sebagai seorang paus yang penuh kasih dan berusaha memimpin Gereja dengan integritas di tengah tantangan besar.

Lihat Juga

Didahului oleh:
Yohanes XVIII
Paus
1009 – 1012
Diteruskan oleh:
Benediktus VIII

Referensi

  1. ↑ Goez, Werner (1970). "PAPA QUI ET EPISCOPUS: ZUM SELBSTVERSTÄNDNIS DES REFORMPAPSTTUMS IM 11. JAHRHUNDERT". Archivum Historiae Pontificiae. 8: 27–59. JSTOR 23563726.
  • Mann, Horace K. The Lives of the Popes in the Middle Ages, Volume IV. London: Kegan Paul, Trench, Trubner & Co., 1910.
  • Norwich, John Julius. The Popes: A History. New York: Random House, 2011.
  • Kelly, J.N.D. The Oxford Dictionary of Popes. Oxford: Oxford University Press, 1986.
Ikon rintisan

Artikel bertopik Paus dalam Gereja Katolik Roma ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Abad ke-1
s.d. ke-4
Abad ke-5
s.d. ke-8
Abad ke-9
s.d. ke-12
Abad ke-13
s.d. ke-16
Abad ke-17
s.d. ke-20
Abad ke-21
Sejarah
Zaman Klasik dan
Abad Pertengahan Awal
Abad Pertengahan
Puncak dan Akhir
Zaman Modern
Awal dan Puncak
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan