Selasa, 03 November 2026
20:01 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Paus Hilarius

Paus Hilarius

Paus Gereja Katolik dari tahun 461 hingga 468 M

Bagikan:
Head of the Catholic Church from 461 to 468Templat:SHORTDESC:Head of the Catholic Church from 461 to 468

Hilarius
Uskup Roma
250px-Carville-Pot-de-Fer_%28Seine-Mar.%29_%C3%A9glise%2C_statue_03_Saint_Hilaire_pape.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Patung di Gereja St. Higinus, Carville-Pot-de-Fer, Prancis
GerejaGereja Katolik
Awal masa kepausan
19 November 461
Akhir masa kepausan
29 Februari 468
PendahuluLeo I
PenerusSimplisius
Informasi pribadi
Lahirsetelah 395
Sardinia, Sardinia dan Corsica, Kekaisaran Romawi Barat
Meninggal29 Februari 468[1]
Roma, Italia, Kekaisaran Romawi Barat
MakamSt. Lawrence di luar Tembok
Orang kudus
Hari peringatan17 November (Katolik Roma)[2]
28 Februari (Ortodoks Timur)
VenerasiGereja Ortodoks Timur
Gereja Katolik Roma

Paus Hilarius (juga Hilarus, Hilary; meninggal 29 Februari 468) adalah uskup Roma dari tahun 461 hingga 468.

Pada tahun 449, Hilarius menjabat sebagai utusan Paus Leo I di Konsili Efesus Kedua. Penentangannya terhadap kecaman terhadap Flavian dari Konstantinopel menimbulkan permusuhan dari Paus Dioskurus I dari Aleksandria, yang berusaha mencegahnya meninggalkan kota. Hilarius berhasil melarikan diri dan kembali ke Roma melalui jalan tidak langsung. Ia kemudian mendirikan sebuah kapel di Lateran untuk menghormati Yohanes Penginjil, yang kepadanya ia mengaitkan keselamatan perjalanannya.

Sebagian besar masa kepausannya dihabiskan untuk menjaga disiplin gerejawi sesuai dengan hukum kanonik, dan untuk menyelesaikan sengketa yurisdiksi di antara para uskup di Galia dan Spanyol.

Awal Karier dalam Gereja

Hilarius memulai karier gerejawinya sebagai diakon di bawah Paus Leo I, yang kemudian dikenal sebagai Paus Leo Agung. Dalam kapasitas ini, ia menunjukkan dedikasi yang mendalam terhadap doktrin ortodoks dan kesatuan Gereja. Ia memainkan peran penting dalam melawan ajaran sesat Eutychianisme, yang menyangkal dua kodrat Kristus, yaitu kodrat ilahi dan kodrat manusiawi-Nya.

Pada tahun 449 M, Hilarius diutus oleh Paus Leo I ke Konsili Efesus yang dikenal sebagai "Sinode Pencuri." Dalam konsili ini, Hilarius berani menentang keputusan-keputusan yang mendukung Eutychianisme. Keberanian ini hampir mengorbankan nyawanya, tetapi ia berhasil kembali ke Roma dengan selamat.

Pemilihan sebagai Paus

Setelah kematian Paus Leo I pada tahun 461 M, Hilarius terpilih sebagai penggantinya. Pemilihannya diterima dengan luas karena reputasinya sebagai pembela iman yang teguh dan seorang gembala yang bijaksana.

Kepemimpinan sebagai Paus

Selama masa kepausannya, Paus Hilarius bekerja keras untuk memperkuat otoritas Gereja Roma dan menjaga kesatuan doktrin. Ia melanjutkan perjuangan melawan berbagai ajaran sesat, termasuk Monofisitisme, yang mengajarkan bahwa Kristus hanya memiliki satu kodrat ilahi.

Hilarius juga memperkuat administrasi Gereja, terutama melalui berbagai dekrit yang mengatur hubungan antara uskup dan imam di berbagai wilayah. Ia memastikan bahwa uskup yang diangkat harus disetujui oleh Tahta Suci, untuk menjaga kesatuan ajaran dan disiplin.

Karya Pastoral dan Konstruksi Gereja

Paus Hilarius dikenal sebagai seorang pembangun. Ia memerintahkan renovasi dan pembangunan beberapa gereja di Roma, termasuk Basilika Santo Yohanes Lateran, tempat kediaman resmi para paus pada masa itu. Ia juga mendirikan oratorium dan biara untuk memperkuat kehidupan rohani di kota Roma.

Surat Apostolik

Hilarius menulis beberapa surat apostolik yang menegaskan supremasi Tahta Roma dalam masalah-masalah doktrin. Surat-surat ini menjadi dasar penting bagi pengembangan doktrin primasi paus di kemudian hari.

Kematian dan Kanonisasi

Paus Hilarius wafat pada 29 Februari 468 M. Ia dimakamkan di Basilika Santo Laurensius di Roma. Meskipun ia tidak dikanonisasi secara formal, Gereja menghormatinya sebagai seorang santo karena kesalehan hidupnya dan komitmennya terhadap iman Katolik.

Warisan

Paus Hilarius dikenang sebagai seorang gembala yang setia, pembela iman yang gigih, dan seorang pembangun yang penuh visi. Pemerintahannya menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Gereja, khususnya dalam memperkokoh otoritas paus dan melestarikan doktrin ortodoks.

Hari Peringatan

Hari peringatan Santo Hilarius dirayakan setiap tanggal 28 Februari di Gereja Katolik. Ia dipandang sebagai teladan iman, keberanian, dan kebijaksanaan bagi umat Kristen sepanjang masa.

Lihat pula

Pranala luar

Didahului oleh:
Leo I (Leo Agung)
Paus
461 – 468
Diteruskan oleh:
Simplisius

Referensi

  1. ↑ Alban Butler, Paul Burns. Butler's Lives of the Saints: February, p. 266. A&C Black, 1995. ISBN 9780860122517
  2. ↑ "CATHOLIC ENCYCLOPEDIA: Pope Saint Hilarus". www.newadvent.org.
  1. Alban Butler, Paul Burns. Butler's Lives of the Saints: February, p. 266. A&C Black, 1995. ISBN 9780860122517
  2. "CATHOLIC ENCYCLOPEDIA: Pope Saint Hilarus". www.newadvent.org.
  3. ""Hilarius", Pontiffs, The Holy See".
  4. One or more of the preceding sentences incorporates text from a publication now in the public domain: Kirsch, Johann Peter (1910). "Pope Saint Hilarus". In Herbermann, Charles (ed.). Catholic Encyclopedia. Vol. 7. New York: Robert Appleton Company. Retrieved 31 March 2019.
  5. Chapman, John. "Dioscurus." The Catholic Encyclopedia Vol. 5. New York: Robert Appleton Company, 1909. 31 March 2019Public Domain This article incorporates text from this source, which is in the public domain.
Abad ke-1
s.d. ke-4
Abad ke-5
s.d. ke-8
Abad ke-9
s.d. ke-12
Abad ke-13
s.d. ke-16
Abad ke-17
s.d. ke-20
Abad ke-21
Sejarah
Zaman Klasik dan
Abad Pertengahan Awal
Abad Pertengahan
Puncak dan Akhir
Zaman Modern
Awal dan Puncak
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan