Rabu, 28 Oktober 2026
16:42 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Paus Adrianus II

Paus Gereja Katolik dari tahun 867 hingga 872

Bagikan:
Head of the Catholic Church from 867 to 872Templat:SHORTDESC:Head of the Catholic Church from 867 to 872

Adrianus II
Uskup Roma
GerejaGereja Katolik
Awal masa kepausan
14 Desember 867[1]
Akhir masa kepausan
14 Desember 872
PendahuluNikolaus I
PenerusYohanes VIII
Informasi pribadi
Lahir792 (0792)
Roma, Negara Kepausan
Meninggal14 Desember 872 (umur 79–80 tahun)
Roma, Negara Kepausan
Pasangan hidup
Stephania
Anak1
Paus lainnya yang bernama Adrianus

Paus Adrianus II (Latin: Hadrianus II; juga Hadrian II; 792 –14 Desember 872) adalah uskup Roma dan penguasa Negara Kepausan dari tahun 867 hingga kematiannya pada 14 Desember 872. Ia melanjutkan kebijakan pendahulunya, Nikolaus I. Meskipun berusaha menjalin hubungan baik dengan Louis II dari Italia, ia ditempatkan di bawah pengawasan, dan istri serta putrinya dibunuh oleh pendukung Louis.

Kehidupan Awal

Adrianus II dilahirkan di Roma pada tahun 792 dalam keluarga bangsawan Romawi. Ayahnya, Talarus, dikenal sebagai seorang anggota masyarakat terkemuka di Roma. Sebelum diangkat menjadi Paus, Adrianus telah melayani Gereja sebagai seorang imam selama beberapa dekade. Dalam perjalanannya, ia dikenal karena kesalehan, hikmat, dan kebijaksanaannya dalam menyelesaikan masalah-masalah rohani maupun duniawi.

Pemilihan sebagai Paus

Ketika Paus Nikolaus I wafat, Adrianus II dipilih sebagai penerusnya setelah melewati pertimbangan panjang oleh para kardinal. Pemilihannya didasarkan pada reputasinya yang saleh dan sikapnya yang penuh kasih. Adrianus awalnya enggan menerima jabatan ini karena merasa tidak layak, tetapi akhirnya menerima tugas tersebut sebagai panggilan ilahi.

Kepemimpinan dan Kebijakan

  1. Hubungan dengan Kekaisaran Karoling: Pada masa kepemimpinannya, Adrianus II harus menghadapi keretakan dalam Kekaisaran Karoling. Kekaisaran yang sebelumnya bersatu di bawah Charlemagne kini terpecah karena perebutan kekuasaan antara keturunan Charlemagne. Adrianus memainkan peran sebagai mediator dalam perselisihan tersebut, menyerukan perdamaian dan persatuan.
  2. Masalah Gereja di Timur: Adrianus II menghadapi tantangan besar dari Gereja Timur dalam perpecahan besar (Skisma Fotius). Ia melanjutkan kebijakan pendahulunya untuk menegakkan otoritas Paus atas seluruh Gereja, tetapi berusaha meredakan konflik dengan mengadakan Konsili Konstantinopel IV (869–870). Konsili ini mengutuk Fotius dan mempertegas ajaran Gereja yang benar sesuai dengan tradisi apostolik.
  3. Konsili Konstantinopel IV: Adrianus mengirim perwakilannya ke Konsili Konstantinopel IV, di mana keputusan-keputusan penting diambil untuk menyelesaikan skisma. Konsili ini juga mempertegas supremasi Tahta Suci Roma dan menjamin kesatuan ajaran Gereja di Timur dan Barat.
  4. Pendidikan dan Kebijakan Pastoral: Adrianus II sangat peduli terhadap pendidikan klerus dan umat. Ia mendorong penyalinan dan penyebaran manuskrip-manuskrip Alkitab serta tulisan-tulisan para Bapa Gereja. Kebijakan pastoralnya menekankan pentingnya hidup suci, pelayanan kasih, dan penyebaran Injil ke daerah-daerah yang belum mengenal Kristus.

Kehidupan Pribadi

Adrianus II adalah salah satu dari sedikit paus dalam sejarah yang pernah menikah sebelum menjadi imam. Istrinya, Stefania, dan anak perempuan mereka, meninggal dunia sebelum ia ditahbiskan menjadi imam. Kehilangan ini mendorongnya untuk mendedikasikan hidup sepenuhnya bagi pelayanan Gereja.

Wafat dan Warisan

Adrianus II wafat pada tanggal 14 Desember 872 di Roma. Ia dimakamkan di Basilika Santo Petrus. Masa kepemimpinannya dikenang sebagai masa yang penuh tantangan tetapi juga sebagai periode yang memperkokoh otoritas Gereja Roma. Adrianus dikenal sebagai seorang pemimpin yang rendah hati, bijaksana, dan setia kepada panggilannya.

Didahului oleh:
Nikolaus I Agung
Paus
867 – 872
Diteruskan oleh:
Yohanes VIII

Referensi

  • "Liber Pontificalis"
  • Duffy, Eamon. Saints and Sinners: A History of the Popes.
  • Kelly, J.N.D. The Oxford Dictionary of Popes.
Ikon rintisan

Artikel bertopik Paus dalam Gereja Katolik Roma ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Abad ke-1
s.d. ke-4
Abad ke-5
s.d. ke-8
Abad ke-9
s.d. ke-12
Abad ke-13
s.d. ke-16
Abad ke-17
s.d. ke-20
Abad ke-21
Sejarah
Zaman Klasik dan
Abad Pertengahan Awal
Abad Pertengahan
Puncak dan Akhir
Zaman Modern
Awal dan Puncak
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan