Kamis, 24 September 2026
20:52 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum
Dewaki

Dewaki

"Devaki" beralih ke halaman ini. Untuk album studio perdana Anggis Devaki, lihat Devaki (album).
Dewaki
देवकी
Lukisan Dewaki mengasuh Kresna, karya Marianne Strokes dari Austria.
Lukisan Dewaki mengasuh Kresna, karya Marianne Strokes dari Austria.
Tokoh dalam mitologi Hindu
NamaDewaki
Ejaan Dewanagariदेवकी
Ejaan IASTDevakī
Kitab referensiBhagawatapurana, Mahabharata
KediamanMathura
GolonganYadawa
DinastiYadu
AyahDewaka
Saudara
Perempuan:
  • Dretadewa
  • Santidewa
  • Upadewa
  • Sridewa
  • Dewaraksita
  • Sahadewa

Laki-laki:[1]

  • Dewawana
  • Upadewa
  • Sudewa
  • Dewawardana
SuamiBasudewa
Anak

Dewaki (Dewanagari: देवकी; ,IAST: Devakī, देवकी), dalam mitologi Hindu, adalah istri dari Basudewa dan ibu dari Kresna dan Baladewa (Balarama).[2][3] Ia merupakan satu di antara tujuh putri Dewaka, adik Raja Ugrasena dari Mathura.

Dewaki menikah dengan Basudewa dan menjadi salah satu istrinya.[4] Mereka dipenjara oleh sepupu Dewaki bernama Kangsa, karena ramalan mengatakan bahwa salah satu putra mereka akan membunuhnya. Kemudian Kangsa membunuh enam anak mereka. Yang ketujuh (Baladewa) selamat dari maut berkat dipindahkan ke janin wanita lain.

Menurut kepercayaan Hindu, Dewaki merupakan penjelmaan atau inkarnasi dari Aditi, ibu para Aditya, yang merupakan salah satu putri Daksa, dan istri bagi Kasyapa.[5]

Pernikahan

250px-Vasudeva_and_Devaki_traveling_in_a_carriage..jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lukisan gaya kampani dari India menggambarkan Basudewa dan Dewaki mengendarai kereta kuda, dibuat sekitar awal abad ke-19.

Basudewa menikah dengan Dewaki setelah ia menikahi enam putri Dewaka (kakak-kakak Dewaki). Pada saat upacara pernikahan mereka, Dewa Wisnu mencabut seikat rambut dari Sesa (naga raksasa yang menjadi alas tidurnya) dan dirinya sendiri. Ia bersabda bahwa rambut-rambut tersebut akan menjelma sebagai anak ketujuh dan kedelapan Dewaki.[6]

Setelah upacara pernikahan, Kangsa (sepupu Dewaki) secara sukarela mengantar pengantin baru tersebut ke Mathura dan mengemudikan kereta mereka. Tiba-tiba suatu sabda dari langit atau akasawani (ākāśavāṇī) meramalkan bahwa anak Devaki akan menjadi penyebab kematian Kangsa, serta membebaskan Mathura dari kejahatannya. Kangsa pun gusar lalu berniat membunuh Dewaki, tetapi dihentikan oleh Basudewa, yang berjanji untuk memberikan setiap anak yang dilahirkan Dewaki kepada Kangsa.[7][8][9]

Penahanan

Dewaki dan Basudewa dipenjara oleh Kangsa karena ramalan kematian menghantui kehidupan Kangsa.[10][11] Dewaki melahirkan di penjara hingga enam kali, dan enam kali pula bayi yang baru dilahirkannya harus diserahkan kepada Kangsa, untuk dibunuh oleh Kangsa sendiri. Enam anak-anak Dewaki tersebut secara kolektif disebut Sadgarbha masing-masing bernama: Kirtimata, Susena, Udayin, Badrasena, Rijudasa, dan Badradeha.[2] Menurut kitab Hariwangsa, mereka adalah reinkarnasi para putra asura Kalanemi. Di kehidupan sebelumnya, mereka melakukan tapa brata yang sangat khusyuk ke hadapan Dewa Brahma, tanpa sepengetahuan kakek mereka, Hiranyakasipu. Pada akhirnya Hiranyakasipu marah atas tindakan yang mereka lakukan, lalu ia mengutuk mereka agar terlahir kembali ke dunia. Setelah terlahir kembali, mereka terbunuh oleh Kangsa, salah satu reinkarnasi Hiranyakasipu.[12]

Anaknya yang ketujuh (Balarama alias Baladewa) selamat karena janinnya dipindahkan ke rahim Rohini, salah satu istri Basudewa.[13][14] Pada akhirnya Baladewa diasuh oleh Rohini dan Yasoda.[15][16]

Putra kedelapan, yaitu Kresna (yang sebenarnya merupakan awatara Wisnu), lahir tengah malam dan diselundupkan ke luar penjara oleh Basudewa untuk diasuh oleh Nanda dan Yasoda di desa bernama Gokul. Basudewa menukar Kresna dengan bayi perempuan yang baru saja dilahirkan Yasoda, kemudian kembali ke penjara. Setelah Kangsa sadar bahwa Dewaki telah melahirkan, ia segera merenggut bayi tersebut untuk menghabisinya. Namun, si bayi berubah menjadi Dewi Yogamaya dan bersabda bahwa pembunuh Kangsa telah berada di tempat lain yang lebih aman.[15]

250px-Krishna_meets_parents.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lukisan pertemuan kembali Dewaki dengan Kresna dan Baladewa, karya Raja Ravi Varma.

Setelah Kangsa tahu bahwa bakal pembunuhnya ialah Kresna, ia kerap mengirimkan pembunuh bayaran, tetapi selalu gagal. Akhirnya ia mengundang Kresna ke Mathura untuk dibunuh, tetapi disamarkan dalam bentuk suatu adu tanding. Namun yang terjadi justru sebaliknya: Kangsa tewas di tangan Kresna. Setelah kematiannya, Dewaki dan Basudewa dibebaskan dari penjara.[17]

Pembebasan Sadgarbha

Kresna memiliki pengalaman dalam mencari putra Sandipani yang telah lama menghilang di laut Prabhasa, dan mempertemukan kembali anak tersebut kepada orang tuanya. Mengetahui hal tersebut, timbul niat Dewaki untuk bertemu kembali dengan keenam anak-anaknya (Sadgarbha) yang telah dibunuh oleh Kangsa.[18] Kresna mengabulkan permintaannya dan menjemput jiwa anak-anak tersebut dari Patala (dunia bawah tanah) dan membawa mereka ke hadapan Dewaki.[18][19] Saat bertemu kembali dengan anak-anaknya, naluri keibuan Dewaki muncul kembali lalu ia menyusui mereka. Setelah itu jiwa-jiwa mereka terbebas lalu mencapai surga.[19]

Kematian

Kematian Dewaki dikisahkan dalam kitab Mosalaparwa, yaitu Mahabharata jilid ke-16. Diceritakan bahwa pada saat upacara pembakaran jenazah Basudewa (setelah kejadian bentrok kaum Yadawa), Dewaki ikut mengkremasi dirinya hidup-hidup di atas tumpukan kayu bakar yang melingkupi jenazah Basudewa. Dia melakukan sati, bersama istri Basudewa lainnya: Rohini, Badra, dan Madira.[20]

Silsilah

Silsilah keturunan Yadu (bangsa Yadawa) dalam Mahabharata dan Purana
Bangsa
Yadawa
Klan
Andaka
Klan
Wresni
PunarbasuNandiniSwapalkaSiniHerdika
AhukaAkruraSatyakaMandisaDewamidaWesyawarnaSatadanwaKertawarma
UgrasenaDewaka2 putraSatyakiSurasenaMarisaRaja ChediParjanya
KangsaDewakiBasudewaRohiniKuntiPanduSrutakertiDamagosaNandaYasoda
KresnaBaladewaSubadraYudistiraBimaArjunaSisupalaYogamaya

Catatan

  1. Dewaki melahirkan delapan anak, tetapi enam anak pertama dibunuh oleh Kangsa. Putra ketujuhnya dipindahkan ke rahim Rohini (istri Basudewa) atas bantuan Dewi Yogamaya.

Referensi

  1. Mani, Vettam (2015-01-01). Puranic Encyclopedia: A Comprehensive Work with Special Reference to the Epic and Puranic Literature. Motilal Banarsidass. hlm. 210. ISBN 978-81-208-0597-2.
  2. 1 2 "XV". The Vishnu Purana: Book IV. hlm. 438.
  3. "123". The Mahabharata: Book VI. Sacred-texts.com. hlm. 311.
  4. "XIV". The Vishnu Purana: Book IV. Sacred-texts.com. hlm. 435.
  5. Mani, Vettam (2015-01-01). Puranic Encyclopedia: A Comprehensive Work with Special Reference to the Epic and Puranic Literature. Motilal Banarsidass. hlm. 210. ISBN 978-81-208-0597-2.
  6. Monaghan, Patricia (2014-04-01). Encyclopedia of Goddesses and Heroines. New World Library. hlm. 95. ISBN 978-1-60868-218-8.
  7. "1". Srimad Bhagavatam: Canto 10. Bhagavata.org.
  8. "1". Srimad Bhagavatam: Canto 10. Bhagavata.org.
  9. "1". Srimad Bhagavatam: Canto 10. Bhagavata.org.
  10. "harivaMsha in the mahAbharata - viShNuparva: Chapter 1 - Advent of Narada and Kamsa's Response". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 April 2015. Diakses tanggal 23 Desember 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. "1". Srimad Bhagavatam: Canto 10. Bhagavata.org.
  12. Debroy, Bibek (2016-09-09). Harivamsha. Penguin UK. ISBN 978-93-86057-91-4.
  13. "2". Srimad Bhagavatam: Canto 10. Bhagavata.org.
  14. "I". The Vishnu Purana: Book V. hlm. 490–491.
  15. 1 2 "III". The Vishnu Purana: Book V. hlm. 502.
  16. "3". Srimad Bhagavatam: Canto 10. Bhagavata.org.
  17. "44". Srimad Bhagavatam: Canto 10. Bhagavata.org.
  18. 1 2 "85". SRIMAD BHAGAVATAM: CANTO 10. Bhagavata.org.
  19. 1 2 "85". SRIMAD BHAGAVATAM: CANTO 10. Bhagavata.org.
  20. The Mahabharata, Book 16: Mausala Parva: Section 7.

Pranala luar

250px-Draupadi_and_Pandavas.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

250px-A_Vishva-rupa_print.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

250px-The_start_of_the_great_battle.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Wangsa
Candra
Leluhur
Keluarga Kuru
(Korawa)
Keluarga Yadu
(Yadawa)
Tokoh lain
Brahmana
Kesatria
Lainnya
Non-manusia
Dewa
Cerita
berbingkai
Lokasi
Kerajaan
Kota dan
desa
Bentang
alam
Keluarga
Konsep dan
peristiwa
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan