Minggu, 18 Oktober 2026
21:01 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Paus Damasus I

Paus Damasus I

Paus Gereja Katolik dari tahun 366 hingga 384 M

Bagikan:

Damasus I
Uskup Roma
250px-Pope_Damasus_-_Biblia_Sancti_Martialis_Lemovicensis%2C_Folio_4v.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Damasus I digambarkan dalam Alkitab Kedua St Martial dari Limoges abad ke-11
GerejaGereja Katolik
Awal masa kepausan
1 Oktober 366
Akhir masa kepausan
11 Desember 384
PendahuluLiberius
PenerusSirisius
Informasi pribadi
Lahirca 305
Roma atau Hispania, Kekaisaran Romawi
Meninggal11 Desember 384
Roma, Kekaisaran Romawi
Orang kudus
Hari peringatan11 Desember (Katolik, Ortodoks Ritus Barat)
Venerasi Gereja Ortodoks Timur Ortodoks Oriental
Atributsebagai seorang paus dengan salib patriarkal dan model sebuah gereja
PelindungArkeolog, menangkal demam
Paus lainnya yang bernama Damasus

Paus Damasus I (/ˈdæməsəs/; ca 305 – 11 Desember 384), juga dikenal sebagai Damasus dari Roma,[1] adalah uskup Roma dari Oktober 366 hingga kematiannya pada tahun 384. Ia memimpin Konsili Roma (382) tahun 382, yang menetapkan kanon, atau daftar resmi, kitab suci.

Damasus menentang ajaran sesat besar (termasuk Apollinarianisme dan Makedonianisme), dengan demikian memperkuat iman Gereja Katolik, dan mendorong produksi Alkitab Vulgata dengan dukungannya kepada ]\Hieronimus. Ia membantu mendamaikan hubungan antara Gereja Barat dan Gereja Antiokhia, dan mendorong penghormatan terhadap para martir.

Selain berbagai surat prosa dan karya lainnya, Damasus juga merupakan penulis syair Latin. Alan Cameron menggambarkan epitafnya untuk seorang gadis muda bernama Projecta (yang sangat menarik bagi para cendekiawan karena Peti Projecta di Museum Inggris mungkin dibuat untuknya) sebagai "sekumpulan tag dan klise yang dirangkai secara goyah dan hampir tidak muat dalam irama".[2] Damasus digambarkan sebagai "Paus rakyat pertama",[3] dan mungkin merupakan anggota kelompok Kristen Hispanik, yang sebagian besar memiliki hubungan kekerabatan satu sama lain, yang dekat dengan Theodosius I Hispanik.[4]

Beberapa gambar "DAMAS" dalam cangkir kaca emas mungkin menggambarkan dirinya dan tampaknya merupakan gambar kontemporer pertama yang masih ada dari seorang paus, meskipun tidak ada upaya nyata untuk membuat kemiripan. "Damas" muncul bersama tokoh-tokoh lain, termasuk Florus yang mungkin adalah ayah Projecta. Ada dugaan bahwa Damasus atau anggota kelompok lainnya memesan dan mendistribusikan dokumen-dokumen ini kepada teman atau pendukungnya, sebagai bagian dari program yang "secara tegas memasukkan kehadiran episkopalnya ke dalam lanskap Kristen".[5]

Ia diakui sebagai santo oleh Gereja Katolik; hari peringatannya adalah 11 Desember.[6]

Kehidupan Awal

Damasus lahir pada sekitar tahun 305 M di Roma atau di wilayah Spanyol, meskipun asal pastinya masih diperdebatkan oleh sejarawan. Ayahnya, Antonius, adalah seorang uskup, yang kemudian menjadi salah satu tokoh Gereja di wilayah Roma. Kehidupan Damasus sejak awal dipenuhi oleh pengaruh ajaran Kristiani, dan ia dikenal sebagai seorang yang rajin serta setia kepada iman Katolik.

Pada masa mudanya, Damasus terlibat aktif dalam pelayanan gereja sebagai diakon. Ia melayani di bawah Paus Liberius, paus sebelum dirinya, yang menjadi mentor sekaligus pelindungnya. Peran ini memberinya pengalaman langsung dalam menghadapi konflik teologis dan politik yang melibatkan Gereja Roma.

Pemilihan sebagai Paus

Damasus terpilih menjadi paus pada tahun 366 M, tetapi proses pemilihannya tidak lepas dari kontroversi. Setelah kematian Paus Liberius, terjadi perpecahan dalam komunitas Kristen di Roma. Sebagian mendukung Damasus, sementara yang lain memilih Ursinus, seorang diakon. Kedua belah pihak saling mengklaim sebagai pemimpin sah Gereja, yang memicu konflik dan kerusuhan di kota Roma.

Kekaisaran Romawi akhirnya memberikan dukungan kepada Damasus, yang dianggap lebih mampu menjaga stabilitas. Ursinus kemudian diasingkan, dan Damasus mulai menjalankan tugasnya sebagai pemimpin Gereja.

Kepemimpinan dan Kontribusi

Melawan Arianisme dan Ajaran Sesat

Paus Damasus I dikenal karena perannya dalam melawan ajaran Arianisme, sebuah doktrin yang menyangkal keilahian Kristus. Ia bekerja sama dengan para uskup lainnya untuk mempertahankan ajaran ortodoks sebagaimana ditetapkan dalam Konsili Nikea tahun 325 M.

Pada masa kepemimpinannya, ia memimpin beberapa sinode penting yang menegaskan doktrin Trinitas dan mengecam berbagai ajaran sesat lainnya, seperti Donatisme dan Apollinarisme. Damasus juga mendukung Konsili Konstantinopel I tahun 381 M, yang memperkuat keilahian Roh Kudus.

Pengembangan Kitab Suci

Salah satu kontribusi terbesar Damasus adalah penugasan kepada Santo Hieronimus untuk menerjemahkan Kitab Suci ke dalam bahasa Latin. Terjemahan ini, yang dikenal sebagai Vulgata, menjadi teks resmi Gereja Katolik selama berabad-abad. Damasus memahami pentingnya bahasa yang dapat diakses oleh umat untuk memperdalam pemahaman mereka tentang ajaran Kristiani.

Peningkatan Otoritas Takhta Roma

Damasus berupaya memperkuat otoritas Takhta Suci Roma sebagai pusat kepemimpinan Gereja universal. Ia menekankan peran paus sebagai penerus Rasul Petrus dan pemimpin tertinggi umat Kristiani. Langkah ini diambil untuk mengatasi perpecahan dalam tubuh Gereja dan untuk menyatukan doktrin di bawah satu kepemimpinan.

Pemulihan dan Pemeliharaan Katakomba

Paus Damasus juga dikenal karena jasanya dalam merestorasi katakomba, tempat pemakaman umat Kristen awal yang sering kali dihancurkan oleh penganiayaan. Ia menulis puisi-puisi untuk menghormati para martir yang dimakamkan di sana, menunjukkan penghormatannya yang mendalam terhadap mereka yang telah memberikan nyawanya bagi iman.

Wafat dan Kanonisasi

Damasus wafat pada tanggal 11 Desember 384 M. Ia dimakamkan di makam keluarga di Roma, meskipun tidak di katakomba, karena ia merasa dirinya tidak layak disamakan dengan para martir. Setelah kematiannya, ia dihormati sebagai santo oleh Gereja Katolik. Hari peringatannya dirayakan setiap tanggal 11 Desember, dan ia diakui sebagai pelindung arkeolog, mengingat dedikasinya terhadap pelestarian katakomba.

Didahului oleh:
Liberius
Paus
366 - 383 (384?)
Diteruskan oleh:
Sirisius

Referensi

  1. ↑ Dennis Trout, Damasus of Rome: The Epigraphic Poetry (Oxford University Press, 2015); Neil McLynn, "Damasus of Rome," in Therese Fuhrer (ed.), Rom und Mailand in der Spätantike: Repräsentationen städtischer Räum in Literatur, Architektur, und Kunst (De Gruyter, 2011), pp. 305–325.
  2. ↑ Cameron, 136-139; 136 and 137 are quoted in turn
  3. ↑ Cameron, 136
  4. ↑ Cameron, 142-143
  5. ↑ "DAMAS" on 4 glasses per Grig, 5 per Lutraan; Grig, 208-215, 216-220, 229-230, 229 quoted (examples illustrated); Lutraan, 31-32 and pages following
  6. ↑ "Saint Damasus I | Biography, Pope, Legacy, & Facts".
  1. Chadwick, Henry. The Early Church. Penguin Books, 1993.
  2. Kelly, J.N.D. The Oxford Dictionary of Popes. Oxford University Press, 1986.
  3. Bauer, Walter. Orthodoxy and Heresy in Earliest Christianity. Fortress Press, 1971.
Abad ke-1
s.d. ke-4
Abad ke-5
s.d. ke-8
Abad ke-9
s.d. ke-12
Abad ke-13
s.d. ke-16
Abad ke-17
s.d. ke-20
Abad ke-21
Sejarah
Zaman Klasik dan
Abad Pertengahan Awal
Abad Pertengahan
Puncak dan Akhir
Zaman Modern
Awal dan Puncak
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan