Jumat, 23 Oktober 2026
17:51 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Paus Adeodatus I

Paus Adeodatus I

Paus Gereja Katolik dari tahun 615 hingga 618

Bagikan:
Head of the Catholic Church from 615 to 618Templat:SHORTDESC:Head of the Catholic Church from 615 to 618

Adeodatus I
Uskup Roma
250px-SCeau_Deusdedit_pape_17108.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Segel Adeodatus; dia adalah paus pertama yang menggunakan segel timah. Desain ini menampilkan Alfa dan Omega, Gembala yang Baik dan teks deusdedit pape.[1]
GerejaGereja Katolik
Awal masa kepausan
19 Oktober 615
Akhir masa kepausan
8 November 618
PendahuluBonifasius IV
PenerusBonifasius V
Imamat
Pelantikan kardinal
15 Oktober 590
oleh Gregorius I
Informasi pribadi
Lahir570
Roma, Italia, Kekaisaran Romawi Timur
Meninggal8 November 618 (umur 47-48 tahun)
Roma, Italia, Kekaisaran Romawi Timur
Paus lainnya yang bernama Adeodatus

Paus Adeodatus I (570 – 8 November 618), juga disebut Deodatus I atau Deusdedit, adalah Uskup Roma dari tanggal 19 Oktober 615 hingga kematiannya pada tanggal 8 November 618. Ia adalah imam pertama yang terpilih menjadi paus sejak Paus Yohanes II pada tahun 533. Penggunaan pertama segel timbal atau bullae pada dokumen kepausan, hal itu dikaitkan dengannya. Hari peringatannya adalah 8 November.

Awal Kehidupan dan Pendidikan

Adeodatus I lahir dalam keluarga Kristen yang saleh di Roma. Meski sedikit yang diketahui tentang kehidupan awalnya, ia diyakini menerima pendidikan teologis dan filsafat yang mendalam. Sebelum menjadi Paus, ia ditahbiskan sebagai imam dan dikenal karena kerendahan hati, pengabdian kepada kaum miskin, serta ketekunannya dalam doa dan karya kasih.

Pemilihan sebagai Paus

Setelah wafatnya Paus Bonifasius IV, Gereja menghadapi masa transisi yang sulit. Pada 13 November 615 M, Adeodatus I dipilih menjadi Paus oleh konsensus para uskup dan umat Roma. Pemilihannya mencerminkan kebutuhan Gereja akan seorang pemimpin yang bijaksana dan berpengalaman untuk menuntun umat dalam masa penuh kesulitan.

Paus Adeodatus I adalah pionir dari penggunaan segel timbal pada dokumen-dokumen kepausan. Segel dari masa kepemimpinannya masih tersimpan hingga hari ini. Pada bagian depan, terdapat sosok Gembala yang Baik di tengah kawanan domba-Nya. Pada bagian bawah, ada huruf Alfa dan Omega. Pada bagian belakang, ada tulisan Deudedit Papae. [2]

Kepemimpinan dan Warisan

Masa kepausan Adeodatus I dikenal karena sejumlah tindakan yang menunjukkan belas kasih dan perhatian kepada umat. Beberapa kontribusi pentingnya meliputi:

Dukungan kepada Kaum Miskin dan Sakit

Paus Adeodatus I terkenal karena perhatiannya yang besar terhadap kaum miskin, sakit, dan telantar. Ia menginstruksikan Gereja untuk memperluas bantuan amal, termasuk pembagian makanan dan pakaian kepada mereka yang membutuhkan.

Bencana Alam dan Respons Pastoral

Selama masa jabatannya, Roma dilanda sejumlah bencana alam, termasuk gempa bumi dan wabah penyakit. Paus Adeodatus I memimpin upaya Gereja dalam merawat para korban dan memulihkan komunitas yang terdampak. Ia sering terlihat di antara umat, memberikan penghiburan dan pengharapan melalui khotbah dan doa-doanya.

Penyempurnaan Tata Liturgi

Adeodatus I berupaya menyempurnakan liturgi Gereja, termasuk penyusunan doa-doa baru untuk digunakan dalam Misa. Meski kontribusinya dalam hal ini tidak terdokumentasikan secara rinci, ia dikenang sebagai Paus yang sangat memperhatikan kesucian ibadah.

Hubungan dengan Kekaisaran Bizantium

Sebagai bagian dari Kekaisaran Romawi Timur, Roma pada masa itu berada di bawah pengaruh politik Bizantium. Adeodatus I menjaga hubungan yang hati-hati dengan kekaisaran, berupaya melindungi kepentingan Gereja Roma sekaligus menghindari konflik terbuka.

Kematian dan Kanonisasi

Paus Adeodatus I meninggal dunia pada 8 November 618 M setelah tiga tahun memimpin Gereja. Ia dimakamkan di Basilika Santo Petrus di Roma. Karena kebajikan hidupnya, ia dihormati sebagai santo dalam Gereja Katolik. Hari peringatannya dirayakan setiap tanggal 8 November.

Kesaksian Iman

Paus Adeodatus I adalah teladan iman dan pelayanan yang tidak kenal lelah. Ia mengajarkan bahwa kasih kepada Allah harus diwujudkan dalam tindakan nyata kepada sesama, terutama mereka yang lemah dan menderita.

Warisan Tertulis

Tidak ada dokumen resmi atau surat yang ditinggalkan oleh Paus Adeodatus I yang masih bertahan hingga kini. Namun, tradisi Gereja memuji kebijaksanaannya dalam memimpin, serta pengaruhnya terhadap perkembangan kehidupan rohani dan sosial umat Katolik di Roma.

Pengaruh Sejarah

Sebagai salah satu Paus yang memimpin dalam masa-masa sulit, Adeodatus I dikenang karena kesetiaannya pada panggilan ilahi, keberaniannya menghadapi tantangan, dan kasihnya kepada umat Allah. Namanya terus diingat dalam sejarah Gereja sebagai seorang gembala yang setia dan penuh belas kasih.

Didahului oleh:
Bonifasius IV
Paus
615 – 618
Diteruskan oleh:
Bonifasius V

Referensi

  1. ↑ The Catholic Encyclopedia: An International Work of Reference on the Constitution, Doctrine, Discipline, and History of the Catholic Church. (1913:760). United States: Encyclopedia Press.
  2. ↑ Herbermann, Charles (1913). Catholic Encyclopedia (Edisi Pope St Desudedit). New York: Robert Appleton Company.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  1. John N.D. Kelly, The Oxford Dictionary of Popes, Oxford University Press, 1986.
  2. Raymond Davis, The Book of Pontiffs (Liber Pontificalis), Liverpool University Press, 1989.
  3. Eamon Duffy, Saints and Sinners: A History of the Popes, Yale University Press, 1997.
Abad ke-1
s.d. ke-4
Abad ke-5
s.d. ke-8
Abad ke-9
s.d. ke-12
Abad ke-13
s.d. ke-16
Abad ke-17
s.d. ke-20
Abad ke-21
Sejarah
Zaman Klasik dan
Abad Pertengahan Awal
Abad Pertengahan
Puncak dan Akhir
Zaman Modern
Awal dan Puncak
Ikon rintisan

Artikel bertopik Paus dalam Gereja Katolik Roma ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan