Senin, 02 November 2026
00:50 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Wesampayana

Wesampayana

Bagikan:
330px-Sauti_recites_the_slokas_of_the_Mahabharata.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ilustrasi dari Razmnama (1605), menggambarkan penuturan Mahabharata oleh Resi Wesampayana dan Maharesi Sonaka saat upacara sarpa-yadnya yang diselenggarakan oleh Raja Janamejaya di hutan Nemisa. Razmnama merupakan terjemahan Mahabharata ke bahasa Persia yang dipersembahkan untuk para Kaisar Mughal.

Wesampayana (Dewanagari: वैशंपायन; ,IAST: Vaiśampāyana, वैशंपायन) adalah narator dalam wiracarita Mahabharata, salah satu wiracarita Hindu yang termasyhur. Ia berasal dari Takshashila (kini disebut Taxila, di negara Pakistan), dan disanalah wiracarita tersebut dituturkan untuk yang pertama kali.[1][2][3]

Menurut legenda Hindu, ia merupakan murid Resi Byasa, yang mengajarinya Jaya, yaitu 8.800 sloka asli dari kitab Mahabharata. Kemudian ia mengembangkan Jaya menjadi 24.000 sloka dengan nama Bharata, yang kemudian ia tuturkan kepada Raja Janamejaya sehabis pelaksanaan sarpa-yadnya atau sarpa-satra (pengorbanan ular). Kitab Hariwangsa juga disampaikan olehnya.

Ia juga merupakan seorang resi yang pertama kali mengajarkan Krishna Yajur-weda. Dalam kitab Ashvalayana Grihya Sutra, ia disebut sebagai Mahabharatacharya. Namanya juga disebut dalam Taittiriya Aranayaka dan Ashtadhyayi karya Pāṇini.[4]

Referensi

  1. ↑ Krishnan, Bal (1978). Kurukshetra: Political and Cultural History. B.R. Publishing Corporation. hlm. 50. Diakses tanggal 31 Mei 2017.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Davis, Richard H. (2014). The "Bhagavad Gita": A Biography. Princeton University Press. hlm. 38. ISBN 9781400851973. Diakses tanggal 31 Mei 2017.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Britannica Online Encyclopedia, article:Taxila. "The great Indian epic Mahabharata was, according to tradition, first recited at Taxila at the great snake sacrifice of King Janamejaya, one of the heroes of the story."
  4. ↑ Raychaudhuri, H.C. (1972). Political History of Ancient India: From the Accession of Parikshit to the Extinction of the Gupta Dynasty, Calcutta: University of Calcutta, p.38
250px-Draupadi_and_Pandavas.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

250px-A_Vishva-rupa_print.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

250px-The_start_of_the_great_battle.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Wangsa
Candra
Leluhur
Keluarga Kuru
(Korawa)
Keluarga Yadu
(Yadawa)
Tokoh lain
Brahmana
Kesatria
Lainnya
Non-manusia
Dewa
Cerita
berbingkai
Lokasi
Kerajaan
Kota dan
desa
Bentang
alam
Keluarga
Konsep dan
peristiwa
Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh Hindu ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan