Senin, 28 September 2026
05:19 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
Suttapiṭaka

Suttapiṭaka

Bagian kedua dari tiga bagian utama Tripitaka Pali milik Buddhisme Therawada

Artikel ini bukan mengenai Suttanipāta atau Suttavibhaṅga.
Suttapiṭaka
JenisKoleksi kanonis
IndukTipiṭaka
IsiDīghanikāya; Majjhimanikāya; Saṃyuttanikāya; Aṅguttaranikāya; Khuddakanikāya
AṭṭhakathāSumaṅgalavilāsinī; Papañcasūdanī; Sāratthappakāsinī; Manorathapūraṇī; Khuddakanikāya-aṭṭhakathā
ṬīkāDīghanikāya-ṭīkā; Majjhimanikāya-ṭīkā; Saṃyuttanikāya-ṭīkā; Aṅguttaranikāya-ṭīkā; Khuddakanikāya-ṭīkā (Netippakaraṇa-ṭīkā, Nettivibhāvinī)
SingkatanSutta
TerkaitVisuddhimagga
Berdasarkan Chaṭṭha Saṅgāyana
Tipiṭaka
250px-Folios_of_the_Bhikkhuni-patimokkha_%28BL_IO_Man.Pali_21%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Suttapiṭaka atau Suttantapiṭaka (Pali untuk "Keranjang Diskursus" atau "Keranjang Khotbah"), juga ditulis sebagai Sutta Piṭaka, adalah salah satu dari tiga bagian Tripitaka Pali sebagaimana dilestarikan oleh aliran Theravāda. Dua bagian lainnya adalah Vinayapiṭaka dan Abhidhammapiṭaka. Suttapiṭaka berisikan sutta (diskursus) yang berupa khotbah-khotbah, dialog, dan tanya jawab pribadi Buddha Gotama dengan para siswa, petapa, maupun berbagai makhluk lain.[1]

Asal-usul

Kumpulan teks yang kemudian menjadi kitab suci tertulis Suttapiṭaka pertama kali disampaikan secara lisan oleh sepupu Buddha, Ānanda, pada Sidang Buddhis Pertama yang diadakan tidak lama setelah wafatnya Buddha. Sidang pertama juga menetapkan seperangkat aturan (Vinaya) yang mengatur kehidupan para biku dan bikuni dalam komunitas monastik. Tradisi menyatakan bahwa hanya sedikit yang ditambahkan ke dalam Kanon setelah ini. Para cendekiawan lebih skeptis, tetapi berbeda dalam tingkat skeptisisme mereka. Richard Gombrich berpendapat bahwa sebagian besar dari empat nikāya pertama (lihat di bawah) berasal dari Sang Buddha dalam hal isi, tetapi tidak dalam hal bentuk.[2] Prof. Hirakawa Akira mengatakan bahwa Sidang Buddhis Pertama hanya mengumpulkan prosa-prosa pendek atau syair-syair yang mengungkapkan ajaran-ajaran penting, dan syair-syair tersebut dikembangkan menjadi sutta yang panjang pada abad berikutnya.[3]

Daftar kitab

Ada lima nikāya ("kumpulan") dalam Suttapiṭaka:

  1. Dīghanikāya ("Kumpulan Panjang")
  2. Majjhimanikāya ("Kumpulan Sedang")
  3. Saṁyuttanikāya ("Kumpulan Bertaut")
  4. Aṅguttaranikāya ("Kumpulan Berangka")
  5. Khuddakanikāya ("Kumpulan Kecil")

Dīghanikāya

Artikel utama: Dīghanikāya

Dari kisah seorang pelacur luar biasa, seorang raja yang bersalah, seorang remaja sok tahu, orang-orang bijak terpelajar, orang-orang bodoh penuh tekad, hingga meditasi hening dalam badai. Kumpulan Panjang (Dīghanikāya) berisi kisah Buddha yang terlibat dalam kasus vital pada zaman-Nya. Kisah-kisah tersebut menampilkan nilai kemanusiaan-Nya yang luar biasa dengan berlatarkan jalur-jalur lambat, kota-kota kacau, dan hutan-hutan lebat di India Utara, pada masa lalu yang kelam, atau bahkan di antara para dewa.[4] Kumpulan ini mengandung Satipaṭṭhāna Sutta, Sāmaññaphala Sutta, dan Mahāparinibbāna Sutta. Ada 34 diskursus panjang dalam nikāya ini.

Majjhimanikāya

Artikel utama: Majjhimanikāya

Kata “menengah” merujuk pada ukuran dari tiap diskursus. Bagian ini mungkin merupakan koleksi teks awal yang paling populer. Bagian ini mencakup berbagai macam ajaran, beberapa di antaranya berupa percakapan antara Buddha dan beragam orang sezaman-Nya.[5] Kumpulan ini mengandung Cūḷakammavibhaṅga Sutta, Ānāpānasati Sutta, dan Satipaṭṭhāna Sutta. Ada 152 sutta berukuran sedang dalam nikāya ini.

Saṁyuttanikāya

Artikel utama: Saṁyuttanikāya

Kata “bertaut” mengacu pada fakta bahwa teks dikumpulkan dan disusun berdasarkan topiknya. Dalam kebanyakan kasus, prinsip penyusunannya berdasarkan tema Dhamma tertentu, seperti lima gugusan (pañcakkhandha), hukum Kemunculan Bersebab (paṭiccasamuppāda), Jalan Mulia Berunsur Delapan (ariya aṭṭhaṅgika magga), meditasi perhatian-penuh (satipaṭṭhāna), atau Empat Kebenaran Mulia (cattāri ariyasaccāni). Kumpulan ini berisi teks-teks terlengkap mengenai tema-tema inti tersebut. Dalam kasus lain, bab-bab disusun berdasarkan orang atau jenis orang yang berbicara.[6] Menurut salah satu sumber, ada sekitar 2.889 sutta, tetapi, menurut kitab komentar, ada 7.762 sutta dalam kumpulan ini. Perbedaan jumlah tersebut terjadi karena perbedaan penomoran dalam pembagian teks yang ada, meskipun jumlah aktualnya sebenarnya sama.

Aṅguttaranikāya

Ajaran-ajaran dalam nikāya ini disusun dalam urutan angka sesuai ajaran terkait, misalnya "Empat Kebenaran Mulia" terdapat di bagian "empat" dan seterusnya. Menurut perhitungan kitab komentar, kumpulan ini mencakup 9.565 sutta pendek yang dikelompokkan berdasarkan angka dari satu hingga sebelas. Menurut Keown, "ada perbedaan yang cukup besar antara versi Pāli (aliran Theravāda) dan versi aliran Sarvāstivāda, dengan lebih dari dua pertiga sūtra ditemukan dalam satu kompilasi, tetapi tidak dalam kompilasi lainnya, yang menunjukkan bahwa sebagian besar bagiannya belum ada hingga suatu masa yang lebih belakangan."[7] Dibandingkan dengan nikāya lainnya, kumpulan ini lebih berorientasi pada umat awam.[8]

Khuddakanikāya

Artikel utama: Khuddakanikāya

Kata khuddaka artinya “lebih kecil” atau “minor”. Pengelompokan ini awalnya dimaksudkan untuk koleksi-koleksi pendek, kebanyakan berupa syair, yang tidak dapat dikelompokkan dalam empat nikāya utama. Seiring berjalannya waktu, koleksi tersebut berkembang. Alhasil, kumpulan ini menjadi bagian terbesar dari nikāya Suttapiṭaka. Kumpulan ini mencakup kitab-kitab populer Buddhisme Theravāda, seperti Dhammapada, Suttanipāta, dan Jātaka.[9]

Kumpulan ini berisi campuran heterogen dari berbagai khotbah, ajaran, dan puisi yang dikaitkan dengan Sang Buddha dan pengikut-Nya. Isinya agak bervariasi antaredisi. Edisi bahasa Thailand meliputi kitab no.1-15 di bawah, edisi bahasa Sinhala meliputi no.1-17, dan edisi bahasa Burma meliputi no.1-18.

  1. Khuddakapāṭha
  2. Dhammapada
  3. Udāna
  4. Itivuttaka
  5. Suttanipāta
  6. Vimānavatthu
  7. Petavatthu
  8. Theragāthā
  9. Therīgāthā
  10. Jātaka
  11. Niddesa
  12. Paṭisambhidāmagga
  13. Apadāna
  14. Buddhavaṁsa
  15. Cariyāpiṭaka
  16. Nettipakaraṇa
  17. Peṭakopadesa
  18. Milindapañha

Untuk informasi lebih lanjut mengenai edisi ini, lihat juga Tripitaka Pali.

Kitab penjelas

Berdasarkan Chaṭṭha Saṅgāyana
Eksegesis Pāḷi
330px-Palm-leaf_manuscript_of_Atthakatha.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lontar Aṭṭhakathā berbahasa Pāḷi dan Sinhala dari Sri Lanka tahun 1756

Menurut edisi resmi dari Sidang Buddhis Keenam, komentar (aṭṭhakathā) dan subkomentar (ṭīkā) atas Suttapiṭaka disusun sebagai berikut:[10][11]

Suttapiṭaka-aṭṭhakathā

Suttapiṭaka-ṭīkā

  • Līnatthappakāsinī (Dīghanikāya-ṭīkā; Majjhimanikāya-ṭīkā; dan Saṃyuttanikāya-ṭīkā)

Terjemahan

Bahasa Inggris

  • Empat nikāya pertama dan lebih dari setengah bagian nikāya kelima telah diterjemahkan oleh Pali Text Society.
  • Empat nikāya yang pertama juga telah diterjemahkan dalam seri Teachings of the Buddha oleh Wisdom Publications.
  • Empat nikāya pertama, serta enam kitab dari Khuddaka Nikāya, telah diterjemahkan dari bahasa Pali oleh Bhikkhu Ṭhānissaro dan dirilis di bawah lisensi Creative Commons, dan tersedia di dhammatalks.org.

Terjemahan pilihan (termasuk isi dari setidaknya dua nikāya):

  • Buddhist Suttas, ed & tr T. W. Rhys Davids, Sacred Books of the East, volume XI, Clarendon/Oxford, 1881; reprinted by Motilal Banarsidass, Delhi (& ?Dover, New York)
  • The Word of the Buddha, ed & tr Nyanatiloka, 1935
  • Early Buddhist Poetry, ed I. B. Horner, Ananda Semage, Colombo, 1963
  • The Book of Protection, tr Piyadassi, Buddhist Publication Society, Kandy, Sri Lanka, 1981; terjemahan paritta
  • In the Buddha's Words, ed & tr Bodhi, Wisdom Publications, 2005
  • Early Buddhist Discourses, ed & tr John J. Holder, 2006
  • Sayings of the Buddha, ed & tr Rupert Gethin, Oxford University Press, 2008
  • Basic Teachings of the Buddha, ed & tr Glenn Wallis, New York: Random House, 2007

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Dahiya, Poonam Dalal (2017). ANCIENT AND MEDIEVAL INDIA EBOOK. McGraw-Hill Education. hlm. 165. ISBN 978-93-5260-673-3.
  2. ↑ Theravada Buddhism, 2nd edn, Routledge, London, 2006, hlm. 20f
  3. ↑ Hirakawa, History of Indian Buddhism, volume 1, 1974, terjemahan bahasa Inggris University of Hawai'i Press, hlm. 69f
  4. ↑ "Dīgha". SuttaCentral. Diakses tanggal 2024-10-29.
  5. ↑ "Majjhima". SuttaCentral. Diakses tanggal 2024-10-29.
  6. ↑ "Saṁyutta". SuttaCentral. Diakses tanggal 2024-10-29.
  7. ↑ A Dictionary of Buddhism, by Damien Keown, Oxford University Press: 2004
  8. ↑ "Aṅguttara". SuttaCentral. Diakses tanggal 2024-10-29.
  9. ↑ "Khuddaka". SuttaCentral. Diakses tanggal 2024-10-29.
  10. ↑ Payutto, P. A. (2004). The Pali Canon: What a Buddhist Must Know (PDF). Diterjemahkan oleh Chanawangsa, Somseen. ISBN 974-91539-1-X. Diakses tanggal 25 Agustus 2026.
  11. ↑ "Chaṭṭha Saṅgāyana Tipiṭaka". Vipassana Research Institute (VRI). Diakses tanggal 25 Agustus 2026. Lihat indeks 'Aṭṭhakathā' dan 'Ṭīkā' di bawah bagian 'Suttapiṭaka'.

Pranala luar

Dīghanikāya
(DN)
Sīlakkhandhavagga
(DN 1-13)
Mahāvagga
(DN 14-23)
Pāthikavagga
(DN 24-34)
Majjhimanikāya
(MN)
Mūlapaṇṇāsa
(MN 1-50)
Mūlapariyāyavagga
(MN 1-10)
Sīhanādavagga
(MN 11-20)
Opammavagga
(MN 21-30)
Mahāyamakavagga
(MN 31-40)
Cūḷayamakavagga
(MN 41-50)
Majjhimapaṇṇāsa
(MN 51-100)
Gahapativagga
(MN 51-60)
Bhikkhuvagga
(MN 61-70)
Paribbājakavagga
(MN 71-80)
Rājavagga
(MN 81-90)
Brāhmaṇavagga
(MN 91-100)
Uparipaṇṇāsa
(MN 101-152)
Devadahavagga
(MN 101-110)
Anupadavagga
(MN 111-120)
Suññatavagga
(MN 121-130)
Vibhaṅgavagga
(MN 131-142)
Saḷāyatanavagga
(MN 143-152)
Saṃyuttanikāya
(SN)
Aṅguttaranikāya
(AN)
Khuddakanikāya
(KN)
40px-Buddhism_Symbol.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail   Topik Buddhisme   40px-Flag_of_Buddhism.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme awal
Benua
Populasi signifikan
Aliran arus utama
Sinkretis
Theravāda
Mahāyāna-Vajrayāna
Kitab daring
Buddha saat ini dan keluarga
4 tempat suci utama
Buddha penting sebelumnya
Buddha selanjutnya
Bawahan
Mahāyāna-Vajrayāna
Jenis penganut
4 tingkat kemuliaan
Tempat ibadah
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan