Senin, 21 September 2026
05:43 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Saṃvega

Saṃvega adalah istilah dalam Buddhisme yang merujuk pada rasa keterkejutan, kegelisahan, dan dorongan spiritual yang mendesak untuk mencapai pembebasan serta melepaskan diri dari penderitaan samsara. Menurut Thanissaro Bhikku, saṃvega adalah "emosi pertama yang seharusnya dibawa dalam latihan"[1] dan dapat didefinisikan sebagai:

Rasa keterkejutan, kegelisahan, dan keterasingan yang menekan, muncul ketika menyadari kesia-siaan dan ketidakbermaknaan hidup sebagaimana biasanya dijalani; sebuah peringatan atas sikap puas diri dan kebodohan kita karena membiarkan diri hidup begitu buta; serta rasa cemas yang mendesak untuk menemukan jalan keluar dari siklus yang tidak bermakna.[2]

Saṃvega juga dikaitkan dengan pengembangan energi (viriya) dan usaha benar, menurut Buddhagosa dalam Atthasālinī:

Energi memiliki ciri sebagai dorongan, berfungsi memperkuat keadaan-keadaan yang muncul bersamaan, dan tampak sebagai penolakan untuk menyerah. Dikatakan: "Ia yang memiliki saṃvega berusaha dengan tepat," oleh karena itu energi memiliki saṃvega, atau kondisi dasar yang menjadikan energi sebagai sebab terdekat. Usaha benar harus dipandang sebagai akar dari semua pencapaian. - DhsA. 121

Terdapat delapan landasan saṃvega (saṃvega vatthu). Landasan tersebut adalah "kelahiran, usia tua, sakit, kematian, penderitaan di alam sengsara, lingkaran penderitaan yang berakar pada masa lalu, lingkaran penderitaan yang berakar pada masa depan, dan lingkaran penderitaan dalam pencarian makanan pada masa kini."[3] Dengan demikian, saṃvega dapat dikembangkan melalui praktik meditasi tentang kematian (maranasati) dan meditasi di tanah kuburan sebagaimana dijelaskan dalam Satipatthana sutta. Dalam Upajjhatthana Sutta, Sang Buddha mengajarkan bahwa setiap orang (baik bhikkhu maupun umat rumah tangga) sebaiknya melatih lima perenungan harian sebagai cara untuk membangkitkan energi dan saṃvega.

Referensi

  1. "Meditations 3: Dhamma Talks", oleh Thanissaro Bhikkhu. Access to Insight, 1 Desember 2012, http://www.accesstoinsight.org/lib/authors/thanissaro/meditations3.html . Diakses pada 30 Juli 2013.
  2. "Affirming the Truths of the Heart: The Buddhist Teachings on Saṁvega and Pasāda", oleh Thanissaro Bhikkhu. Access to Insight, 8 Maret 2011, http://www.dhammatalks.org/books/NobleStrategy/Section0004.html . Diakses pada 30 Juli 2013.
  3. Ven Sujiva, Essentials of Insight Meditation Practice
40px-Buddhism_Symbol.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail   Topik Buddhisme   40px-Flag_of_Buddhism.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme awal
Benua
Populasi signifikan
Aliran arus utama
Sinkretis
Theravāda
Mahāyāna-Vajrayāna
Kitab daring
Buddha saat ini dan keluarga
4 tempat suci utama
Buddha penting sebelumnya
Buddha selanjutnya
Bawahan
Mahāyāna-Vajrayāna
Jenis penganut
4 tingkat kemuliaan
Tempat ibadah
Ikon rintisan

Artikel bertopik Buddhisme ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan