Rabu, 28 Oktober 2026
17:35 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Prasasti Pasir Awi

Prasasti Pasir Awi

situs arkeologi Sunda

Bagikan:
Prasasti Pasir Awi
Nama sebagaimana tercantum dalam
Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya
250px-Pasir_Awi_Inscription_and_house.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
osm-intl,13,-6.5503507,106.9838685,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Prasasti_Pasir_Awi&revid=29275546&groups=_e53532d11d3bbf8ab7d8adb39bd8c4b61402afe1&parser=parsoid
Peta interaktif Prasasti Pasir Awi
40px-Logo_Direktorat_Pelestarian_Cagar_Budaya_dan_Permuseuman.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Cagar budaya Indonesia
PeringkatNasional
KategoriBenda
No. RegnasCB.1341
Lokasi
keberadaan
Kabupaten Bogor, Jawa Barat
No. SK204/M/2016
Tanggal SK26 Agustus 2016
Tingkat SKMenteri
Pemilik Indonesia
PengelolaBalai Pelestarian Cagar Budaya Serang
Koordinat6°33′01″S 106°59′02″E / 6.5503507°S 106.9838685°E / -6.5503507; 106.9838685
Prasasti Pasir Awi di Kabupaten Bogor
Prasasti Pasir Awi
Prasasti Pasir Awi

Prasasti Pasir Awi atau Prasasti Cemperai adalah salah satu prasasti peninggalan kerajaan Tarumanagara.

Lokasi

Prasasti Pasir Awi terletak di lereng selatan bukit Pasir Awi (± 559 m dpl) di kawasan hutan Perbukitan Cipamingkis, desa Sukamakmur, Kecamatan Sukamakmur, Jonggol, kabupaten Bogor Jawa Barat tepatnya pada koordinat 0°10’37,29” BB (dari Jakarta) dan 6°32’27,57”. Berada di puncak ketinggian perbukitan, dengan arah tapak kaki atau posisi berdiri menghadap ke arah utara-timur. Posisi berdiri berada di sisi yang curam yang memberikan pandangan luas ke wilayah bukit dan lembah di bawahnya. Secara spesifik, jika kita berdiri persis di atas tapak kaki, kita merasakan posisi berdiri yang cukup santai dan tanpa perasaan takut walaupun berada di sisi yang curam.

Bahan

Prasasti Pasir Awi telah diketahui sejak tahun 1867 dan dilaporkan sebagai prasasti Ciampea. Peninggalan sejarah ini dipahat pada batu alam.

Isi

Gambar pahatan berupa telapak kaki yang terdapat pada batu tersebut menghadap ke arah utara dan timur. Dari arah kaki tersebut, prasasti ini menghadap ke wilayah bukit dan lembah yang posisinya sangat curam dan berbahaya.

500px-Pasir_Awi_Inscription%2C_facsimile.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Faksimile figur huruf ikal di Prasasti Pasir Awi

Sementara itu, untuk isi dari Prasasti Pasir Awi masih belum bisa dibaca karena ditulis menggunakan huruf ikal.

Penemuan

Prasasti ini pertama kali ditemukan oleh N.W. Hoepermans pada tahun 1864.

Galeri

  • Cungkup yang menaungi Prasasti Pasir Awi
    Cungkup yang menaungi Prasasti Pasir Awi
  • Tanda tapak kaki dan huruf ikal
    Tanda tapak kaki dan huruf ikal
  • Tapak kaki, dengan mistar 30 cm
    Tapak kaki, dengan mistar 30 cm
  • Huruf ikal, dengan mistar 30 cm
    Huruf ikal, dengan mistar 30 cm

Lihat pula

Rujukan

  1. N.J. Krom “Inventaris der Hindoe-oudheden” ROD. 1914, l915:28-29 (di dalam keterangan atau catatan nomor 69)
  2. R.D.M. Verbeek “Oudheden van Java” VBG. XLVI. 1891:30-31.
Cagar budaya peringkat nasional di Indonesia
Benda
Bangunan
Struktur
Situs
Kawasan
DIY
DKI Jakarta
Banten
Jawa Barat
Jawa Tengah
Jawa Timur
Aceh
Jambi
Kepulauan Riau
Lampung
Bangka & Belitung
Sumatera Barat
Sumatera Selatan
Sumatera Utara
Bali
NTB
Kal-bar
Kal-tim
Sulawesi Utara
Lihat pula: Daftar Prasasti di Indonesia, Museum Taman Prasasti, Prasasti Internasional
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan