Jumat, 09 Oktober 2026
23:02 WIB
TERKINI
Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah

Prasasti Sitopayan II

Bagikan:

Prasasti Sitopayan II adalah salah satu prasasti yang ditulis dalam bahasa Melayu Kuno;[1] dan menggunakan aksara Kawi.[1] Prasasti in ditemukan di Biaro (candi) Si Topayan, yaitu di Desa Sitopayan, Kecamatan Portibi, Kabupaten Padang Lawas Utara, di Provinsi Sumatera Utara.[1][2] Naskah prasasti terdi Sri dari dua baris, dan dituliskan salah satu sisi dari lapik arca batu pada bidang yang horizontal.[2] F.D.K. Bosch memperkirakan bahwa prasasti ini dibuat pada abad ke-13 M, berdasarkan bentuk dan ciri-ciri aksaranya.[2]

Isi prasasti menceritakan tentang pendirian wihara bagi sang raja, yang dilakukan oleh empat tokoh bernama Pu Sapta, Hang Buddhi, Sang Imba, dan Hang Langgar.[2] Penyebutan kata sandang Hang, Sang, dan Pu (Mpu) di depan nama-nama tokoh, juga memperlihatkan kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat yang berbahasa Melayu.[1]

Peneliti Robert von Heine Geldern menduga bahwa tulisan pada prasasti ini adalah bentuk aksara Batak awal. Diperkirakan bahwa tulisan tersebut adalah contoh terawal tulisan Batak, dan boleh jadi mempunyai hubungan yang erat dengan tulisan dari orang-orang di pedalaman pegunungan Sumatra. Selain itu, Goris (1930) berspekulasi bahwa nama-nama Sapta, Buddhi, Imba, dan Langgar mungkin saja adalah candrasengkala, yaitu mewakili angka-angka 7, 5, 1, dan 1, sehingga menimbulkan dugaan bahwa Biaro Si Topayan dibangun pada tahun 1157 Saka (1235 Masehi).[2]

Saat ini, prasasti ini disimpan di Museum Negeri Sumatera Utara, dengan nomer inventaris 1517.2.[2]

Teks

Teks prasasti ini menurut Bosch (1930) dan Utomo (2007) adalah sbb.:[2]

  1. pu Sapta hang buddhi sang imba hang langgar tat(kā) la itu
  2. barbwat biyara paduka śrǐmahāraja

Terjemahan

Terjemahan teks prasasti ini menurut Setianingsih dkk (2003) adalah sbb.:[2]

  1. Pu Sapta, Hang Buddhi, Sang Imba, dan Hang Langgar tatkala itu
  2. Membuat (tempat bertapa) wihara sang raja

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 3 4 Nasoichah, Churmatin (2018-01-05). "Prasasti Sitopayan 1 & 2: Tinjauan Aspek Ekstrinsik dan Intrinsik". Berkala Arkeologi Sangkhakala. 15 (1): 11–29. ISSN 2580-8907. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-09-03. Diakses tanggal 2018-12-08.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 Susetyo, Sukawati (2010). Kepurbakalaan Padang Lawas, Sumatera Utara: Tinjuauan Gaya Seni Bangun, Seni Arca Dan Latar Keagamaan (PDF). Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Program Studi Arkeologi, Universitas Indonesia. hlm. 209–210.
DIY
DKI Jakarta
Banten
Jawa Barat
Jawa Tengah
Jawa Timur
Aceh
Jambi
Kepulauan Riau
Lampung
Bangka & Belitung
Sumatera Barat
Sumatera Selatan
Sumatera Utara
Bali
NTB
Kal-bar
Kal-tim
Sulawesi Utara
Lihat pula: Daftar Prasasti di Indonesia, Museum Taman Prasasti, Prasasti Internasional
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan